Tuleh Laju
Slice of Life
Kertas putih itu tampak seperti buih ombak—lembut, berkilau, sekaligus menggoda. Seolah-olah mengajaknya bermain, menantang untuk menorehkan sesuatu di atasnya. Ia menopang dagu, menatap kosong pada kertas itu. Matanya menembus warna putih yang tak berujung, tapi pikirannya justru penuh sesak.
Suara jarum jam berdetak pelan dari dinding—jam warisan kakaknya, yang sudah lebih lama hidup dari siapa pun yang berada di ruangan itu. Setiap detik, suaranya terasa lebih nyaring ...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Tuleh Laju
Ayu S Sarah
Cerpen
CAHAYA DI TENGAH BADAI
sangberuangtidur
Cerpen
Beli Salah, Tidak Juga Salah
Elsa Ayu
Cerpen
Menyatukan Dua Keluarga
Yovinus
Cerpen
Dapur dan Labelnya
Jasma Ryadi
Cerpen
Bakpau
Flaww
Cerpen
Boneka Plastik
Sri Wintala Achmad
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Menunggu Petang
spacekantor
Cerpen
"Puss. . . Meong. . . "
Izzatunnisa Galih
Cerpen
Percakapan Error
Nursan
Cerpen
Restaurant Jang Kie
Muram Batu
Cerpen
Obrolan di Malam Hari
Hai Ra
Cerpen
Sesi
Dina prayudha
Cerpen
A Journey of Self-Discovery
Tiisept
Rekomendasi