Disukai
0
Dilihat
5
Tidak Pernah Utuh
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Tidak Pernah Utuh


Di atas meja kayu bewarna cokelat tua, secangkir kopi yang mulai dingin masih mengepulkan sisa-sisa aroma pahitnya. Disampingnya, lembaran kertas berserakan, Sebagian penuh coretan, Sebagian lagi masih kosong menunggu disentuh. Disanalah Aruna duduk, menatap kalimat terakhir yang baru saja ia tulis :

 

“Tidak ada kehidupan yang benar-benar utuh. Kita hanya belajar menerima bagian yang hilang.”

 

Ia menghela nafas Panjang.

 

Sebagai seorang p...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)