Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Jumat itu usianya genap tujuh belas tahun, dan Colin belum pernah merasakan keinginan sekuat itu untuk binasa.
Ia tidak ingin marah, tak merasa.
Ia tidak ingin menangis, tak merasa.
Akan tetapi tangan kanannya, yang menggenggam sebilah pisau berlumur krim kue ulang tahunnya, terasa begitu panas, ingin mengayun, tapi tak ingin membuat diri sendiri terluka.
Apa yang kau lakukan ketika merasa demikian?
Pola kehidupan Colin yang monoton berantakan sudah ketika ia terpaksa dititipkan pada Om Beben, sahabat pamannya di kota lain. Di sana ia mengenal Ryan, Darla, dan Daffa, tiga keponakan Om Beben yang membawa kekacauan masing-masing di hidupnya. Setelah lama saru dengan latar belakang, kini, apa pun yang berkaitan dengan keluarga itu selalu menyeretnya ke tengah lampu sorot, dan Colin tak menyukainya.
Di tengah kekalutannya, ibunya yang terasing tiba-tiba mendesaknya pulang, menuntutnya kembali mengenakan atribut dari masa lalu yang telah ia bungkam dan sembunyikan di ruang tertentu.
Tahu-tahu, segalanya mengimpitnya sekaligus, namun tak ada yang bisa dilakukannya selain turut terjerumus hingga larut dalam arus. Mau tidak mau, ia harus mengandalkan orang-orang yang bukan dirinya, dan bukankah itu adalah yang paling buruk dari semuanya?
Ia tidak ingin marah, tak merasa.
Ia tidak ingin menangis, tak merasa.
Akan tetapi tangan kanannya, yang menggenggam sebilah pisau berlumur krim kue ulang tahunnya, terasa begitu panas, ingin mengayun, tapi tak ingin membuat diri sendiri terluka.
Apa yang kau lakukan ketika merasa demikian?
Pola kehidupan Colin yang monoton berantakan sudah ketika ia terpaksa dititipkan pada Om Beben, sahabat pamannya di kota lain. Di sana ia mengenal Ryan, Darla, dan Daffa, tiga keponakan Om Beben yang membawa kekacauan masing-masing di hidupnya. Setelah lama saru dengan latar belakang, kini, apa pun yang berkaitan dengan keluarga itu selalu menyeretnya ke tengah lampu sorot, dan Colin tak menyukainya.
Di tengah kekalutannya, ibunya yang terasing tiba-tiba mendesaknya pulang, menuntutnya kembali mengenakan atribut dari masa lalu yang telah ia bungkam dan sembunyikan di ruang tertentu.
Tahu-tahu, segalanya mengimpitnya sekaligus, namun tak ada yang bisa dilakukannya selain turut terjerumus hingga larut dalam arus. Mau tidak mau, ia harus mengandalkan orang-orang yang bukan dirinya, dan bukankah itu adalah yang paling buruk dari semuanya?
Tokoh Utama
Colin
Darla
Ryan
#1
Prolog
#2
Prelude
#3
Barominel Deo
#4
Api
#5
Teritori
#6
Area
#7
Karma
#8
Loteng
#9
Syailendra
#10
Lingkaran
#11
PORAK
#12
Ryan
#13
Bilik Berisik
#14
Huru-hara
#15
Pangandaran
#16
Aliyyah
#17
Darla
#18
Kembali
#19
Retrospeksi
#20
Nila
#21
Harga
#22
Nyali
#23
Perisai
#24
Tanggal
#25
Sekejap
#26
Sekak
#27
Spiral
#28
Di Mana?
#29
Reka Ulang
#30
Ultimatum
#31
Beranjak
#32
Gelegak
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
1.2k
Tentang Penulis
Vicky L.
-
Bergabung sejak 2026-02-27
Telah diikuti oleh 18 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 78,195 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Dancing in the Silence
Dinda Kusuma Ati
Novel
Behind The Mask
Retchaan
Novel
Ke Mana Aku Berlari
Vicky L.
Cerpen
Ibu, Aku Merindukanmu
D.Agustin
Cerpen
Rambut Baru Oma Nana
Habel Rajavani
Novel
Without You
Bella Novita Ramadhani
Novel
Dealova story cafe and coffe,by khaerunnisa
Khaerunnisa
Novel
Akankah Esok Berubah Cerah?
Achmad Biondi Adiyarta
Novel
Apple Polisher (Pemoles Apel)
Arslan Cealach
Novel
BAKA
Muhammad Adli Zulkifli
Novel
LELAH SANG PENJAGA SURGA
Herman Siem
Flash
Pagar Laut
snang.tjarita
Cerpen
Kulukis Sayap Patahku
Faiqul Minan
Cerpen
PEREMPUAN HISTERIS MENJELANG UBUD
Atis Dee Jay
Novel
Mungkin Hari Ini, Esok atau Nanti
Syifa Maziyyah
Rekomendasi