Tanah yang Tak Kutinggalkan
Drama
Musim semi tahun ini datang lebih lambat dari biasanya. Salju masih menumpuk tipis di sudut-sudut halaman ketika Danilo mulai membajak ladang, dan aku duduk di beranda seperti setiap pagi, menghangatkan tangan dengan cangkir teh yang sudah tidak terlalu panas lagi begitu sampai ke bibirku.
Pohon apel di halaman baru mulai berbunga. Alexeyevich yang menanamnya, tahun pertama kami menikah, waktu kami masih terlalu muda untuk tahu betapa panjangnya hidup yang akan kami jalani bersama. Dia bilang, kalau pohon ini besar nanti, anak-anak kita bisa panjat dan makan buahnya langsung dari dahan, tidak perlu menunggu dipetik dan dibawa masuk.
Kami punya tiga anak. Dua men...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
To Be Honorer
Dila April
Flash
Sesaat Aku Bertahan Untuk Pergi
alyaandita
Flash
Aku Tidak Jelek
Yaraa
Cerpen
Tanah yang Tak Kutinggalkan
Yelena Morozova
Novel
Find The Culprit
mikaji Al daufan
Novel
KEDUA KALI
Novya
Novel
Persidangan Langit
Maceloda
Skrip Film
MENTARI PERLAHAN BERSINAR
RF96
Flash
Merinci Segala
Berkat Studio
Flash
Kamu Ketauan!!!
EYN22
Flash
Jiwa Kecil
SIONE
Novel
HAUPUKU
Kinarian
Flash
Tempat Cuci Piring
Yovinus
Flash
12
Impy Island
Cerpen
Bintang Pagi
Zaki S. Piere
Rekomendasi