Segelas Susu Jahe.

Tidak semua orang mengerti apa yang kita inginkan

Maka dari itu kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya.

                                  

                                                                                 ***

Aku sudah mempelajari hal itu sejak aku duduk di bangku SMA. Aku sudah berhenti untuk membuat orang mengerti apa yang aku mau dan tidak peduli dengan yang lainnya.

Tapi entah kenapa peristiwa tadi pagi benar – benar menggangguku, membuat diriku melupakan apa yang sudah aku pelajari sejak aku SMA.

                                                                               ***

Dion, salah satu teman lama ku yang cukup dekat denganku hingga saat ini. Kami berdua memiliki banyak kesamaan dari makanan hingga klub sepak bola favorit, kita memiliki pola pikir yang hampir sama sehingga kita sering mengobrol ringan untuk bertukar pikiran.

Dion merupakan salah satu support system terbaik yang kumiliki. Saat ini kami sedang bekerja di salah satu e – commerce di Indonesia. Aku sangat berambisi untuk mendapatkan promosi tahun ini dan Dion mendukung tujuan ku tersebut. Bahkan Dion rela menemaniku lembur di kantor, membantu ketika aku merasa kesulitan dan selalu ada untukku. Aku benar- benar bersyukur memiliki Dion disampingku.

Namun, semua berubah ketika pagi ini aku mendengar berita bahwa yang mendapatkan promosi adalah Dion, sahabatku sendiri. Aku melihat dia tersenyum mengejek ke arahku ketika dia akan naik ke atas panggung untuk memberikan pidato.

Aku salah, aku terlalu percaya pada Dion.

                                                                                ***

Sore ini, Segelas susu jahe hangat telah berada dihadapanku saat ini, susu jahe Kang Adi memang selalu menjadi minuman yang aku pilih ketika makan di angkringan Kang Adi.

Kok melamun aja neng dari tadi?,” tanya Kang Adi sambil membersihkan meja di dekat meja ku.

Aku tersenyum  “Biasa lah kang, masalah kerjaan” aku meyeruput susu jahe di hadapanku. Sensasi hangat dan pedas di tenggrokan serta manis di lidah memang sangat sesuai dengan keadaanku saat ini, sahabat baik ku menusukku dari belakang.

“ Neng, kalo ada masalah di selesaikan bukan di buat ngelamun. Nanti bisa sakit, loh. Gak baik untuk tubuh” Ujar Kang Adi sambil membuatkan pesanan minuman dari pelanggan yang baru datang.

Melihat Kang Adi yang sudah berusia lebih dari setengah abad, aku penasaran dengan Kang Adi yang selalu menebarkan aura positive dengan tatapannya yang teduh bagaimana dia bisa mengatasi permasalahannya dan terlihat awet muda.

“Kang, aku mau nanya - Apa nasihat akang untuk aku saat ini? “ tanya ku sambil mengambil sebuah pisang goreng di meja.

“ Bersyukur neng, itu yang paling utama. Apapun yang terjadi harus bersyukur. Hidup ini kayak susu jahe yang neng minum. Rasa manis susu di lidah itu seperti kebahagian yang kita alami. Rasa pedas yang melewati tenggorokan itu seperti  kehidupan neng. Namun khasiatnya untuk tubuh sangat baik neng,  buat tubuh jadi lebih sehat. Sama seperti efek yang neng bakal dapet ketika sudah merasakan pedas dalam hidup. Kita akan jadi terbiasa dan kebal. Sebenarnya itu masalah pola pikir. Neng harus bersyukur dan bahagia biar bisa hidup dengan lebih tenang “ ucap Kang Adi

 

Aku tertegun.

Ucapan Kang Adi  ini membuatku sadar bahwa aku terlalu kaku dalam hidup ini sehingga aku lupa untuk bahagia.

Aku rasa susu jahe akan selalu jadi minuman favoritku.

 

Terimakasih Kang Adi.

2 disukai 771 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction