Petrichor dan Angin Rindu
Religi
Hari ini, suasana pondok terasa lebih ramai daripada biasanya. Bagaimana tidak? Hari ini sudah masuk jadwal penjengukan akbar. Tentu saja halaman pondok akan menjadi padat oleh lautan manusia.
Aku berjalan perlahan menyusuri lantai dua pondokku. Melihat keriuhan yang sejak tadi memenuhi halaman, bahkan sampai lapangan pondok. Mataku memicing tajam melihat pemandangan itu. Aku berdecih kesal, lalu mempercepat langkah kaki, membawa raga ini menuju kamar asramaku.
Sesampainya di kamar asramaku, aku langsung menarik sebuah kursi secara kasar. Duduk di samping jendela yang langsung menghadap ke hamparan sawah yang luas.
Aku memejamkan mataku perlahan. Mengambil nafas melalui hi...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Petrichor dan Angin Rindu
Athena Atlantia Muara
Novel
Metamorfosa
Imajinasiku
Novel
REEM
Mizan Publishing
Novel
Catatan merah Binar
Mentari sendja
Novel
Promise You
Elisa Fitria
Novel
Malaikat Bermata Hazel
iqbal syarifuddin muhammad
Novel
Bidadari Langit Pesantren
Moore
Novel
HIJRAH CINTA
Falcon Publishing
Novel
SETETES HIDAYAH
Jamaludin Rifai
Novel
Lelaki yang Dirindu Surga
Imajinasiku
Novel
Sinau Bareng Markesot (Daur VII)
Bentang Pustaka
Novel
Akuarium Rania
Muhammad Sapril
Novel
Ketika Nonmuslim Membaca Al-Quran
Bentang Pustaka
Novel
Selepas Hujan
Makrifatul Illah
Novel
Seindah Kayuhan Doa
Afyani29
Rekomendasi