Disukai
0
Dilihat
35
Penyair dari Pasar Gaib Senen
Romantis
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

"Pukul tiga pagi di peron lima. Jangan membawa logam, dan pastikan arlojimu berputar terbalik."

 

Nabila membaca kembali secarik kertas lusuh beraroma kemenyan dan melati kering di genggamannya. Di bawah pendar kuning lampu stasiun yang remang dan tebalnya napas malam Jakarta yang dingin, Nabila berdiri mematung di atas ubin dingin peron lima. Angin malam berembus kencang, menampar wajahnya yang pucat.

 

Sebagai seorang penulis muda yang baru saja kehilangan adik kandungnya akibat penyakit langka sebulan lalu, Nabila rela mempertaruhkan segalanya—termasuk akal sehat dan nyawanya—demi mencari keberadaan Pasar Gaib Senen. T...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi