Menembus Batas Realitas
Drama
Aku kembali menatap langit yang sunyi dan senyap tanpa kehadiran awan. Aku duduk di atas kursi kayu yang nyaris patah karena telah termakan usia. Aku sendirian hanya berbicara pada angin. Seperti inikah rasanya terisolasi. Dunia menjadi sempit dan sungkan berbicara. Hanya ada dunia 2x3 meter tempatku duduk seorang diri.
Ada dunia yang sangat luas di sekelilingku dan aku ingin berlari seperti kuda liar yang menikmati kebebasan. Berlari kesana kesini dengan bahagia tanpa ada rasa takut kepada malaikat maut yan...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Titik Elaborasi
Chika Manupada
Flash
Adi dan Abel
cimollll
Cerpen
Menembus Batas Realitas
Desynata Purnamasari
Novel
Benang Merah
leshdewika
Skrip Film
WHEN WE TALK WHAT A LOVE IS
Herman Trisuhandi
Cerpen
Kupu-kupu Sumbang
Yuli Harahap
Novel
SAMPAI NANTI SAATNYA TIBA
sbwjsnd
Novel
Kompleksitas [Sophisticated Novel Version]
Albert Stefanus
Novel
Holiday in Japan
Mizan Publishing
Komik
Sabtu Sore
Kamila
Flash
Badai Yang Terlewat
Anisah Ani06
Flash
Arah Ayah
Nuel Lubis
Novel
Suratan Takdir
Rita wedia
Novel
Kelana dalam Sangkar
Honeymenu
Skrip Film
Sayembara Man
revin palung
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Menembus Batas Realitas
Desynata Purnamasari
Cerpen
Bronze
Jeritan Ray
Desynata Purnamasari
Cerpen
Bronze
30
Desynata Purnamasari
Novel
Bronze
Pemindah Malam
Desynata Purnamasari
Cerpen
Bronze
Gunung Dempo Gerbang Para Maya
Desynata Purnamasari
Novel
Bronze
Rasa Yang Tak Kunjung Usai
Desynata Purnamasari