Disukai
0
Dilihat
41
KLUB INSOMNIA
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Ruang tengah jam dua pagi. Kunyalakan rokok kretekku. Percikan apinya membara di kegelapan. Suara kreteknya pelan menggelitik pekatnya malam.

"Adakah yang insom malam ini?" kutulis status itu di profil Whatsappku.

Insomnia memang penyakit membingungkan. Setidaknya itu yang aku rasakan setelah beberapa tahun terakhir ini aku bergulat dengannya. Selepas tengah malam, mataku terbuka dengan sendirinya dari tidurnya. Badan entah bagaimana terasa bugar, dan tempat tidur jadi serasa ranjang berpaku yang membuatku serba salah. Miring ke kiri tidak nyaman, ke kanan sama saja, berbaring terlentang terasa hampa, ketika tengkurap terasa sesak. Dalam keadaan insom, ranjang seolah memaksaku untuk bangkit darinya. Maka aku akan terduduk di tepi bed sambil termangu-mangu. Lalu mulailah kebingungan itu melanda sejak sekitar jam satu pagi sampai jam tiga lebih sedikit. Aku bingung harus bagaimana. Otakku terlalu lelah untuk membaca, dan seleraku terl...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi