Dua Puluh Dua Desember
Slice of Life
Malam semakin larut ketika Fitri memandang kalender di sudut meja. Angka 22 September terlihat mencolok di matanya. Hanya tinggal beberapa hari lagi ia harus membayar uang sekolah anaknya, Dinda, yang baru masuk sekolah dasar. Di sela-sela kekhawatirannya, telepon berdering.
“Bu Fitri, saya cuma ingin mengingatkan soal tunggakan sekolah Dinda. Mohon diselesaikan sebelum akhir bulan,” suara dari pihak sekolah terdengar.
Fitri menarik napas dalam, men...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Dua Puluh Dua Desember
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Staf Admin (gak) Support
Maya Suci Ramadhani
Cerpen
Mencari Cara Pulang
karyasmpitinsankamil
Cerpen
Musthofa
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Kepala Batu
Lusiana
Cerpen
Bintang Kecil di Jendela
Novita Ledo
Cerpen
DUDUK DAN TUNGGU
Magnific Studio
Cerpen
Duka dalam Tawa
Anggrek Handayani
Cerpen
Tak Sampai ke Long Jenew
Rifin Raditya
Cerpen
Mereka Bilang Aku Durhaka
Jasma Ryadi
Cerpen
Calla Lily
Reni Haerani Supriadi
Cerpen
Pilar yang Retak
Lala Dyu
Cerpen
DUA PULUH HARI YANG TERLEWAT
ibupertiwi
Cerpen
Mimpi yang Dikubur Hidup-Hidup
Muhaimin El Lawi
Cerpen
ANTIMA
glowedy
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Dua Puluh Dua Desember
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Bronze
Janji Kosong Nyaring Bunyinya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Toko Masa Depan
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Di Bawah Langit Para Hawa
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Neraca Uriping Manungsa
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Gema Dua Jiwa
Shinta Larasati Hardjono
Flash
THR UNTUK SIAPA
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Bintang Mariska Bulan Dua Belas
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Sungai Perak Di Langit
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Lenyap Namun Ada
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Senyum Macaron
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Antahsvara
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Bukan Lelaki Arimbi
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Langkah Terakhir
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Sepatuku Bukan Sepatumu, Sepatumu Bukan Sepatuku
Shinta Larasati Hardjono