Disukai
0
Dilihat
8
Donor Ingatan dari Pasien Kamar 404
Misteri
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

"Buka matamu, Naufal. Pelan-pelan saja."

Cahaya lampu neon di atap ruangan menusuk pupil mataku seperti ribuan jarum perak. Aku mengerang, merasakan denyut tajam di belakang tempurung kepala. Bau antiseptik yang menyengat memenuhi rongga hidungku.

"Di mana... ini?" suaraku parau, nyaris tak terdengar.

"Klinik Re-Memoria. Operasimu sukses," suara itu milik Dokter Aris. Ia berdiri di samping tempat tidurku, memegang sebuah tablet transparan yang memancarkan cahaya biru. "Bagaimana perasaanmu? Ada pusing yang hebat?"

"Kepalaku rasanya seperti dihantam palu godam," aku mencoba duduk, tapi dunia seolah berputar 360 derajat.

"Wajar. [Protokol Sinkronisasi Memori] memang berat untuk sistem saraf pusat. Kau baru saja menerima donor sebesar empat puluh gigabit data neural," jelas Aris sambil memeriksa grafik di layarnya.

Aku menyentuh perban yang melingkari kepalaku. Kecelakaan itu. Aku ingat mobil yang tergelincir, lampu depan yang menyilaukan, dan setelah itu—gelap. Amnesia retrograde total, kata mereka. Aku kehilangan lima tahun hidupku, termasuk kemampuanku sebaga...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Rekomendasi