Disukai
1
Dilihat
30
5 Kisah dari Desa Kami
Horor
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

5 Kisah dari Desa Kami.

 

PENGANTAR

Desa kami kecil. Mungkin terlalu kecil untuk disebut dalam peta. Tapi cukup besar untuk menyimpan cerita-cerita yang tak sepenuhnya ingin kami ceritakan pada siapa pun.

Ini bukan kisah horor dalam arti yang biasa kau dengar. Tak ada hantu terbang di malam hari, tak ada kuntilanak yang tertawa panjang. Yang ada hanyalah rumah-rumah yang tak pernah benar-benar kosong, jendela yang tak pernah ditutup, dan kursi yang selalu menyisakan tempat untuk seseorang yang sudah tiada.

Kami tumbuh dengan cerita-cerita ini. Bukan sebagai hiburan, tapi sebagai peringatan. Sebab di desa kami, batas antara yang hidup dan yang telah pergi tidaklah setajam yang kau bayangkan. Kadang, cukup dengan satu langkah yang salah, satu jendela yang tertutup, atau satu nama yang disebut di tempat yang salah—dan kau akan menemukan bahwa mereka tak pernah benar-benar pergi.

Mereka hanya menunggu.

Lima kisah berikut adalah yang paling sering diceritakan. Bukan karena paling menakutkan, tapi karena paling terjaga—sebab hingga hari ini, tempat-tempat itu masih ada. Jendelanya masih terbuka. Sumurnya masih menahan air. Jembatannya masih menambah papan.

Dan kami, penduduk desa ini, masih lewat dengan langkah lebih cepat setiap senja.

Selamat membaca.

Tapi ingat: tidak semua undangan boleh diterima.

 

—Rico Tsiau

Siak Sri Indrapura, 09 Februari 2026

 

—***—

 

 

—Desa Kami—

 

#1. JENDELA YANG TAK PERNAH DITUTUP

 

Desa k...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)