The Rising Legacies
9. ACT 2 - PART 7

83. INT. KERAJAAN-DEPAN RUANG LIGHTING-MALAM.

Setelah menyembunyikan penjaga, Lotus dan Denise kaget lampu lighting panggung menyala. Keduanya lari ke ruang lighting dan bertemu penjaga di sana.

PENJAGA KEAMANAN

Jadi ini ulah kalian? Kau kemanakan temanku! Kurang ajar!!!

Mereka saling serang. Lotus & Denise sedikit kewalahan karena penjaga yang ini lebih kuat.

DENISE

Sialan. Kuat juga penjaga ini.

PENJAGA KERAJAAN

Kalian rupanya bagian dari penjarah waktu itu. Dasar tengik! kalian tega bunuh teman-temanku!

LOTUS

Apa urusanmu? Ini semua karena kalian yang memulainya. Jika orang-orang kerajaan tak serakah dan merampas mata pencaharian kami, kami tak akan melakukannya.

PENJAGA KERAJAAN

Persetan kalian!!!

Mereka saling serang lagi, Denise tersungkur kesakitan. Lotus mengeluarkan pisau di balik roknya dan berhasil melumpuhkan penjaga itu. Keduanya turun membantu wanita gangster lainnya.

INTERCUT TO:

(KURSI PENONTON DAN AULA)

Pertarungan pun meledak. Wanita Gangster saling serang dengan pihak pengaman kerajaan dan tamu. Martin menahan serangan dan membuka topeng Alice.

MARTIN

Siapa kau? Kau kemanakan istri dan anakku? Dasar kau wanita jahat!

Alice tertawa sinis.

INTERCUT TO:

84. INT. RUMAH SALAH SATU PEJABAT-MALAM. 

MARY

Bagaimana jika ayah kenapa-kenapa?

Mary menangis.

MARY (CONT’D)

Meskipun akhir-akhir ini dia sering menyebalkan dan pergi dengan wanita lain. Aku tetap mencintainya. Aku tak bisa kehilangannya.

EVE

Tenang ibu. Kita berdoa saja.

CUT BACK TO:

(AULA)

Alice mengeluarkan pisau dalam roknya. Martin ketakutan.

ALICE (V.O.)

Apa kau pernah pikirkan istrimu saat kau bersenang-senang dengan pelacur itu? Hanya saat susah kau mencari mereka. Tetapi saat senang kau lupakan mereka. Terkutuk kau laki-laki biadab!!!

MARTIN

Itu bukan urusanmu wanita sialan!!!

WANITA GANGSTER

Tentu itu urusanku. Semua wanita tak pantas disakiti dan dikhianati.

Pisau Alice semakin dekat ke muka Martin. Martin ketakutan dan memejamkan mata. Alice berubah pikiran.

ALICE (V.O.)

Sial. Aku tak bisa membunuhmu. Keluargamu mungkin masih membutuhkanmu dan mau memaafkanmu. Dan juga… Anakmu sudah buat aku jadi cantik.

Alice meninju muka Martin hingga ia pingsan dan tak jadi menusuknya.

INTERCUT TO:

(STAGE)

Rossi baru menyadari ada huru-hara di tengah musik yang keras. Ia menghentikan pole dance nya. Ia takut dan panik kemudian menutup mata.                     

INTERCUT TO:

(KURSI VIP ATAS)

Para penonton di kursi VIP heran.

LILY

Kenapa Rosy berhenti menari?

Iris menengok ke bawah (kursi penonton bawah).

IRIS

Astagaaa. Kerusuhan apa itu? Semua jadi panik. Tiba-tiba…

WANITA GANGSTER 1

Menyerahlah kalian!!!

Beberapa wanita gangster datang menyerang penonton VIP. Wanita gangster 1, 25, bersiap menembak. Andrew menembak wanita itu dari belakang dan mati.

WANITA GANGSTER 2

Kau bunuh temanku! Kurang ajar!

Wanita gangster 2, 27, bertarung dengan Andrew. Wanita gangster 3, 26, melempar bom asap ke penonton VIP, banyak yang sesak nafas dan pingsan.

ANDREW

Kurang ajar kalian!

Andrew berhasil kalahkan kedua wanita gangster itu lalu menghampiri penonton VIP.

ANDREW

Apa kalian baik-baik saja? Ayo kita berlindung.

Ester marah.

ESTER

Apa-apaan ini??? Apa ini hasil kerjamu?

WILLIAM

Sudah-sudah. Ini keadaan genting. Berhenti menyalahkan. Turuti saja perintahnya.

Iris memohon.

IRIS

Tolong selamatkan Rosy. Tolong dia Andrew.

ANDREW

Iya Bu.

HENRY

Biar aku saja. 

Lily menahan tangan Henry. Iris sedikit kecewa.

ANDREW

Ayo kita bersembunyi.

Penonton VIP berhasil direlokasi. Andrew berlari menyelamatkan Rosy.

CUT TO:

(STAGE)

Wanita gangster 4, 28, melihat Andrew datang.

WANITA GANGSTER 4 (V.O.)

Ia tampil beda. Pasti dia pangeran.

Ia menghampiri Andrew.

WANITA GANGSTER 4

Baguslah, kau sudah tampakkan dirimu sendiri, Prince charming. Aku tak perlu susah-susah mencarimu.

Wanita gangster itu akan menusukkan pisau ke Andrew. Andrew menghindar. Mereka bertarung keras tapi wanita itu kalah dari Andrew dan tergeletak kesakitan. Andrew melihat ke Rosy.

INTERCUT TO:

(STAGE)

Rosy masih ketakutan dan menutup mata sambil gemetar. Andrew mengahampiri Rosy. 

ROSY (V.O)

Kau di mana Andrew? Tolong selamatkan aku Andrew. Tolong aku.

Andrew memegang kedua pundak Rosy.

ANDREW

Buka matamu.

Rosy membuka mata dan kaget Andrew benar-benar di depannya.

ANDREW (CONT’D)

Ayo kita berlindung.

ROSY (V.O)

Kau benar-benar selamatkanku.

Rosy teringat amarahnya ke Andrew. Rosy melepaskan tangan Andrew.

ROSY

Kenapa kau, pria jahat! Mana Henry? Aku ingin dia saja yang selamatkanku.

Andrew heran.

ANDREW

Lihatlah. Apa ini saatnya untuk memilih?

Rosy menengok ke kursi penonton.

INTERCUT TO:

(KURSI PENONTON DAN AULA)

Pertarungan wanita gangster dan penjaga serta tamu semakin sengit.

INTERCUT TO:

(STAGE)

Rosy menatap Andrew lagi. Keduanya terlibat pandangan mata yang dalam. Keduanya canggung. Andrew membuang muka ke kursi penonton.

INTERCUT TO:

(KURSI PENONTON)

Lotus bersiap melempar pisau ke Rosy.

INTERCUT TO:

(STAGE)

Andrew memeluk Rosy untuk melindunginya. Pisau Lotus menancap pada lengan Andrew tapi Andrew menahan rasa sakitnya. Keduanya terdiam sejenak dalam pelukan itu.

ROSY

Kenapa kau memelukku?

ANDREW

Aku melindungimu.

Rosy teringat amarahnya lagi pada Andrew.

ROSY

Kau tak hanya pria jahat, kau juga pria yang pintar mengambil kesempatan!

Rosy melepaskan pelukan Andrew dengan keras. Andrew kesakitan. Andrew membuang pisau yang menancap di lengannya. Rosy shock.

ROSY

Kau benar-benar terluka?

ANDREW

Kau selalu melukaiku.

(Beat).

ANDREW (CONT’D)

Sudahlah menurut saja.

Andrew menarik Rosy. Keduanya lari berlindung. Rosy terus memandangi Andrew dengan bingung, merasa bersalah, dan bercampur marah.

CUT TO:

(RUANG EVAKUASI)

Rosy memeluk ibunya dan bergabung dengan tamu yg diselamatkan. Banyak yang gemetar ketakutan.

ANDREW

Dasar wanita-wanita kejam. Awas kalian!

Andrew berlari kembali ke aula.

CUT TO:

(AULA)

Andrew dan bertemu Lotus dan bertarung dengan sengit.

Lotus berhasil melukai Andrew. Andrew berpikir.

ANDREW (V.O.)

Wanita itu lemah lembut dan suka menolong, tidak buas seperti wanita ini.

Andrew balas menyerang dan berhasil mengunci pergerakan Lotus (mereka berhadap-hadapan). Lotus berusaha melepaskan diri. Kali ini Andrew begitu kuat.

ANDREW

Bisa apa kau sekarang? Kalian buas dan licik! Dasar kecantikan palsu!

LOTUS

Kalian, orang Kerajaan lebih parah. Serakah dan semena-mena!

ANDREW

Apa maksudmu? Kami bahkan tak mengenal kalian.

(Beat).

Lotus mencoba berontak, Andrew menahannya. Keduanya semakin dekat dan merasakan getaran batin. 

ANDREW & LOTUS (V.O.)

Kenapa hatiku seperti bergetar?

Andrew tersadar.

ANDREW

Sebenarnya siapa dirimu?

Andrew berusaha membuka topeng Lotus.

  ROSY

Jangan harap kau tau siapa diriku!

Rosy menginjak kaki Andrew dan menendangnya. Lotus berhasil lepas dari Andrew. Lotus menengok ke wanita gangster lainnya.

LOTUS

Aku akan panggil pria-pria kita.

Lotus berlari ke luar gedung.

CUT TO:

85.  EXT. KERAJAAN-HALAMAN SAMPING-MALAM.

Rosy sampai diluar dan percaya diri melihat “pria gangster” yang sedang mengarahkan senjata di atas bukit. Andrew datang. Rosy berbalik.

ROSY

Menyerahlah. Pria-priaku akan membunuhmu!

Andrew tertawa sinis.

ANDREW

Justru kau yang harusnya menyerah wanita jahat!

Andrew menepuk kedua tangannya. Pria-pria di atas bukit menurunkan senjatanya. Lotus terkejut.

ROSY (V.O.)

Sial. Ke mana mereka?

INSERT:

(RUANG SEKAP)

Para gangster pengintai tersadar dengan tangan dan kaki terikat. Andrew sudah ada di depan mereka (duduk di kursi lebih tinggi).

PRIA GANGSTER 1

Lepaskan kami! Kenapa kau menyekap kami?

ANDREW

Harusnya aku yang tanya. Kenapa kalian mau menembak anak & istri pejabat itu? Apa kalian bagian dari penjarah itu?

Tak ada yang menjawab. Andrew mengambil senapan dan mengarahkan ke arah mereka. Ketiganya ketakutan.

GANGSTER 1

Eeeee. Kami berburu.

Tiba-tibaaaa…

GANGSTER 2

Ahhh. Sudah seperti ini kau masih bisa bohong?

GANGSTER 3

Iya. Mengaku saja.

Andrew bersiap menarik pelatuk. Gangster 2 histeris ketakutan.

GANGSTER 2

Aaaaaa. Mana mungkin aku menembak kekasihku.

Gangster 3 menengok ke gangster 1.

GANGSTER 3

Mana mungkin dia menembak adiknya sendiri?

Gangster 1 menatap tajam ke gangster 2 dan 3. Andrew menurunkan senjatanya dan berpikir.

ANDREW (V.O.)

Semua laki-laki di lingkungan itu hadir semua dalam rapat tadi. Berarti… 

Andrew berdiri.

ANDREW

Kau awasi mereka. Aku akan kembali nanti.

Andrew lari kencang ke Aula.

Note: Lanjutannya adalah Andrew lari kemudian lampu menyala dan Andrew mengetahui kursi penonton telah kacau diserang wanita gangster.                       

CUT BACK TO:

(LUAR ISTANA)

Andrew melanjutkan negosiasinya pada Lotus.

ANDREW (CONT’D)

Pilihanmu hanya menyerah, mati, atau lompat ke sungai dan akhirnya mati.

Andrew dan beberapa bawahannya semakin maju. Lotus terpojok dan lompat ke sungai. Andrew melihat ke sungai dan heran. Lotus sudah tak ada.

ANDREW

Wanita itu memang benar-benar gila.

Andrew dan bawahannya kembali ke aula. 

CUT TO:

86. EXT. SEBERANG SUNGAI KERAJAAN-MALAM.

Lotus berhasil selamat dan sampai ke daratan. Lotus tertawa sinis.

ROSY

Dalamnya sungai ini tak akan membinasakanku.

Lotus masuk ke hutan untuk kembali ke kampung gangster.

CUT TO:

87. EXT. KERAJAAN-DEPAN AULA-MALAM.                             

Rombongan Gangster datang dan menerobos gerbang. Beberapa bawahan gangster berjaga di depan dan sisanya ke aula.

CUT TO:

(AULA)

Jacob bertemu Denise.

JACOB

Mana Rosy?

DENISE

Ia keluar melawan pangeran tadi. 

JACOB

Kau. Ajak wanita kita perlahan mundur.

PRIA GANGSTER

Baik ketua. Aku akan cari kakakmu dan teman-temannya.

Denise heran dan khawatir.

DENISE

Kenapa mereka?

JACOB

Mereka ditahan.

DENISE

Aku ikut.

CUT TO:

(AULA)

Andrew dan beberapa bawahannya kembali dan langsung bertarung dengan gangster-gangster pria yang baru datang.

CUT TO:

(LORONG ISTANA)

Jacob dan Denise mencari-cari dengan susah payah.

DENISE

Sial. Istana ini punya ratusan ruang. Dasar serakah! Bagaimana kita bisa temukan mereka?

Seseorang lewat. Jacob dan Denise sembunyi di balik tembok.

JACOB

Ayo kita ke sana.

DENISE

Ayo.

Di tengah perjalanan Denise melihat gudang.

DENISE (CONT’D)

Sepertinya itu ruangannya.

JACOB

Ayo kita coba ke sana.

CUT TO:

(GUDANG PENYEKAPAN)

Gangster 1 mengintimidasi gangster 2 & 3 dengan tatapan tajam. Gangster 2 & 3 ketakutan. Denise membuka pintu.

PRIA GANGSTER 1, 2, 3

Denise???

DENISE

Hushhhhh.

Penjaga yang tertidur terbangun lalu terpana.

PENJAGA

Apa kau tersesat cantik?

DENISE

Iya. Di hatimu.

Penjaga itu tergoda. Tiga pria gangster yang disekap melongo.

PENJAGA

Ahhhhh. Kau bisa saja.

DENISE

Bisa kau tunjukkan jalan keluar?

Denise mendekat ke panjaga lalu menyemprotkan parfum biusnya. Penjaga itu langsung jatuh pingsan.

DENISE

Rasakan itu. Ketua masuklah.

Ketua masuk. Kakak Denise mendekatkan tangan terikatnya ke Denise.

PRIA GANGSTER 1

Terima kasih adikku.

Denise malah selamatkan kekasihnya duluan. Kakaknya marah.

PRIA GANGSTER 1

Heyyy. Aku kakakmu! Kenapa kau selamatkan dia dulu.

Denise berhasil melepas ikatan kekasihnya. Mereka berpelukan. Ikatan kakak gangster berhasil dilepaskan Jacob. Kakak Denise semakin meradang dan memukul pria gangster 2.

PRIA GANGSTER 2

Aduhhhh.

Denise langsung melindungi dan memeluk kekasihnya.

DENISE

Jangan sakiti dia. Aku mencintainya.

Semua melongo.

JACOB

Sudah sudahhhh. Lanjutkan masalah kalian nanti. Kita harus pergi dari sini.

Ada penjaga yang datang. Denise menendangnya 1 kali. Penjaga itu pingsan. Semuanya kemudian kembali ke Aula.

CUT TO:

(AULA)

Mereka bertemu Andrew dan bawahannya.

ANDREW

Mau ke mana kalian!

Jacob melemparkan bom asap. Andrew dan lainnya sesak nafas. Semua gangster berhasil keluar. Andrew menembaki rombongan Gangster yang meninggalkan Kerajaan tersebut tetapi gagal.

ANDREW

Ahhh. Sialan mereka berhasil kabur!

CUT TO:

(RUANG PERLINDUNGAN)

Andrew membuka pintu dengan terengah-engah.

ANDREW

Mereka sudah pergi. 

Semua lega. Tiba-tiba…

LILY

Dasar tidak becus!!!

Ester menampar Andrew. Andrew kesakitan dan memegang pipinya.

ESTER

Cucu menantuku dan kami semua hampir terbunuh. Apa kau memang sengaja, agar kau jadi satu-satunya calon Raja!

William mengahampiri.

WILLIAM

Sudah ibu. Bersyukur kita masih selamat.

LILY

Selalu saja kau membelanya!

ANDREW

Maaf ayah. Wanita-wanita itu sangat kuat dan terlatih. Aku benar-benar tak menduganya. Mereka menyamar jadi istri dan anak pejabat Kerajaan sahabat. Lain kali akan kuperbaiki kinerjaku Ayah.

WILLIAM

Baik, kali ini aku maklumi. Lain kali aku bisa saja mengganti posisimu.

Andrew mengangguk.

CUT TO:

88. EXT. KAMPUNG GANGSTER-LAPANGAN-MALAM.

Ayah Lotus, Matteo, 60, menggebrak meja dengan murka. Semua tertunduk.

JACOB

Memalukan! Penyerangan ini sudah terencana. Kenapa bisa kacau?

ALICE

Mereka ternyata juga kuat dan terlatih.

Lotus datang dengan basah kuyup dengan sisa darah masih menetes dari bajunya.

LOTUS

Setidaknya pesta itu hancur, dan aku juga berhasil lukai pangeran Kerajaan itu.

Matteo terkejut dan berdiri lalu menampar Lotus. Lotus kesakitan dan semua kasihan.

Lotus langsung pergi ke kamarnya. Jacob berusaha menenangkan.

JACOB

Pengaman-pengaman kerajaan itu memang terlatih. Sudahlah ayah. Aku juga tak menyangkanya. Aku jamin, mereka akan berusaha lebih maksimal di penyerangan selanjutnya.

CUT TO:

89.   INT. BALKON KAMAR ANDREW-MALAM.

Conor mengobati luka Andrew. Andrew kesakitan.

ANDREW

Aaaaahhh. Bisakah kau lebih lembut?

CONOR

Ternyata kau bisa rasakan sakit juga, Prince Andrew. Tapi kau sangat keren tadi saat selamatkan Rosy.

Andrew tertegun. Conor geleng-geleng.

CONOR

Wanita-wanita itu memang benar-benar gila. Awalnya kupikir bidadari, tapi ternyata mereka semua sundal.

(Beat).

CONOR (CONT’D)

Tapi kenapa mereka menyerang kita? Mereka selalu bilang kita serakah dan semena-mena. Padahal Kerajaan ini selalu perhatikan rakyat, bahkan rakyat kerajaan sahabat.

ANDREW

Iya. Setahuku ayahku juga tak punya musuh. Kita harus lebih waspada.

CONOR

Iya.

CUT TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar