The Rising Legacies
1. ACT 1 - PART 1

ACT 1

 1. MUSIK PEMBUKA DAN MENAMPILKAN JUDUL.

 “THE RISING LEGACIES”

Musik perlahan hilang dan judul perlahan memudar.

CUT TO:

 2. INT. KERAJAAN-DEPAN KAMAR RAJA & RATU-SIANG/SORE.

Gerbang kerajaan terbuka dan terus masuk ke dalam kerajaan yang megah.

Seorang pangeran berpenampilan khas bangsawan, Henry, 28, mengetuk pintu kamar Ibunya, Lily, 55. Lily membuka pintu dan tersenyum. Henry sangat bersemangat.

HENRY

Ibu, ayo kita berangkat.

LILY

Baiklah. Tunggu di bawah. Ibu akan bersiap-siap.

Lily menutup pintu dan menyandarkan badannya ke pintu.

Lily teringat sesuatu dan berlari ke jendela lalu melihat jalanan luar pagar istana (arah serong kanan).

CUT TO:

3. EXT. JALANAN-MOBIL-SIANG/SORE.

Andrew, 28, pria berpakaian sederhana dan lusuh serta memakai penutup muka sedang menyetir mobilnya dengan senang.

(SFX. Music orang kasmaran).

CUT TO:

4. INT. TOKO BUNGA-SIANG-SORE.

Andrew memasuki toko bunga dan mengagetkan sahabatnya, Lucas, 28, penjual bunga. Lucas kaget.

LUCAS

Tjih. Kau bilang akan pergi selamanya dari kota ini!

Andrew membuka penutup mukanya dan hanya tersenyum. Ia lalu celingukan mencari sesuatu.

ANDREW

Mana dia? Apa kau lupa kesukaanku?

LUCAS

Mana mungkin. Kau salah satu pelanggan setiaku selama ini.

Lucas menunjuk ke pojok belakang Andrew (sekumpulan bunga Rose dalam pot yang masih belum disiangi).

LUCAS

Tapi maaf…

ANDREW

Tak apa. Akan kurangkai sendiri. 

LUCAS

Salah sendiri tak memberitahuku.

Lucas menyemprot bunga-bunga lainnya.

LUCAS (CONT’D)

Apa kau tak bosan dengannya? Cobalah ambil yang lain.

Andrew berbalik ke pojok dan menatap Rosenya.

ANDREW

Tak ada bunga seindah Rose di dunia ini.

CUT TO:

5. INT. GEDUNG PERTUNJUKAN-RUANG WARDROBE-SIANG/SORE.

Rosy,27, penari pole dance ternama symbol kecantikan di seluruh negeri yang juga teman Andrew sedang menyempurnakan riasannya di depan kaca dan tersenyum percaya diri. 

Manajer Rosy, Erick, 35, menaruh mukanya di sela-sela korden.

ERICK

My honey Rosy. Bersiap-siaplah. Kau akan jadi pusat perhatian di seluruh negeri ini.

Rosy mengangguk dan tersenyum. Ia kemudian melakukan pemanasan dengan melenggak-lenggokkan badannya yang sexy.                  

CUT TO:

 6. INT. TOKO BUNGA-SIANG/SORE.

Andrew terlalu bersemangat mengambil Rose. Tangan Andrew tertusuk duri dan ia kesakitan. Lucas menengok dan menggeleng-gelengkan kepala.

LUCAS

Sudah kubilang. Yang lain juga indah. Dan yang paling penting mereka tak berduri.

Andrew belagak cool dan mengabaikan sakitnya.

ANDREW

Tenang saja. Sakit ini akan hilang hanya dengan menghirupnya.

Andrew menghirup Rose dan kembali bersemangat. Lucas heran.

LUCAS (V.O.)

Tjih. Dia memang sudah benar-benar gila.

Andrew mulai merangkai bunga.

LUCAS

Pertunjukan Rosy selalu habiskan persediaan Rose di seluruh kota ini. Beruntung kau adalah sahabatku. Kalau tidak, aku pasti akan jual semuanya ke semua pria penggemarnya tadi.

Andrew selesai merangkai bunga dan menghirupnya.

ANDREW

Rosy memang special.

Andrew merogoh uang di sakunya.

ANDREW

Baiklah. Terima kasih. Aku harus segera ke sana. Ini uangnya.

LUCAS

Hmmm. Iya. Taruh saja di kotak itu.

Saat Andrew keluar, bunga Lotus kecil di seberang toko sedang mekar sempurna tapi Andrew tidak menyadarinya.

Setelah itu ada satu pembeli laki-laki berjubah hitam dengan penutup muka dan tiga pembeli perempuan (terlihat mukanya) masuk ke toko Lucas.

CUT TO:

7.  EXT. SAMPING TOKO BUNGA LUCAS-MOBIL-SORE.

Andrew masuk mobil.

ANDREW

Semoga kau menyukainya, Rosy.

Andrew menghirup Rosenya dan menaruh di kursi samping. Andrew memakai penutup mukanya dan menjalankan mobilnya.

CUT TO:

                                                        

8. EXT. JALAN-SORE.

(MOBIL)

Mobil Andrew tiba-tiba mogok. Andrew melihat level bahan bakarnya dan menghela nafas kecewa.

ANDREW

Ahhhh. Conorrrrr. Awas kau! Lihat saja nanti.

Andrew keluar mobil dan mencari tumpangan.    

       

(PINGGIR JALAN)                                  

Sebuah mobil berisi pengemudi pria, 55, istrinya, 50, dan cucu mereka, 8, berhenti di depan Andrew setelah beberapa mobil hanya lewat.

Pengemudi membuka kaca depan dan belakang lalu tersenyum ramah pada Andrew.

ANDREW

Permisi. Bolehkah aku menumpang ke pusat kota?

PENGEMUDI

Kebetulan sekali, kami juga akan ke pusat kota.

ISTRI PENGEMUDI

Masuk saja nak.

ANDREW

Ahhh. Kalian baik sekali. Terima Kasih.

Andrew mengambil Rosenya dengan tergesa-gesa. Tiket Andrew ketinggalan di dashboard mobil. Andrew hendak membuka pintu depan mobil yang menumpanginya.

PENGEMUDI

Stop! Duduklah di belakang.

ANDREW

Ah. Iya. Maaf.

Andrew duduk di kursi belakang bersama istri dan cucu pengemudi.

CUT TO:

9. EXT. JALAN-MOBIL-SORE.

Note: Suasana dalam mobil sangat ceria karena tingkah lucu sang cucu.

Istri pengemudi tertarik pada Rose Andrew.

 ISTRI PENGEMUDI

Indah sekali bunga itu. Pasti untuk wanita yang kau cintai.

Andrew mengangguk dan tersenyum malu-malu.

ANDREW

Aku sendiri juga yang merangkainya.

ISTRI PENGEMUDI

Sungguh beruntung wanita itu. Tak semua wanita beruntung mendapatkan perhatian dan cinta tulus dari pria yang mencintainya.

Andrew tersenyum sambil menatap Rose yang dipegangnya.

CUT TO:

 10. INT. GEDUNG PERTUNJUKAN-RUANG WARDROBE-SORE.

Ibu Rosy, Iris, 55, dan teman-temannya menghampiri Rosy. 

TEMAN IRIS 1

Kau pasti bangga. Rosy sangat sempurna.

Iris mengarahkan muka Lotus untuk melihat kaca lalu mengelus-ngelus rambut anaknya.

IRIS

Seperti doaku pada saat mengandungnya. Semoga kelak dia jadi wanita dengan kesempurnaan ragawi serta bakat luar biasa, yang melekat pada dirinya. Dan ternyata, semesta menyetujuinya.

Teman Iris pura-pura batuk.

TEMAN IRIS 2

Oh iya. Apa pertunangan itu benar?

IRIS

Tentu. Takdir telah memilih mereka. Kelak Rosy akan jadi Ratu dan pendamping terbaik bagi Raja.

Manager Rosy datang.

ERICK

My darling Rosy, saatnya ke panggung.

ROSY

Okay.

Iris membisiki Rosy.

IRIS

Tampillah dengan sempurna anakku sayang.

Rosy mengangguk lalu tersenyum ke kaca.

CUT TO:

(LORONG)

Rosy, ibunya, dan teman-teman ibunya berjalan menuju panggung. Tiba-tiba Rosy memegang perutnya.

ROSY

Sebentar ibu.

IRIS

Baiklah. Jangan lama-lama. Pertunjukanmu segera dimulai.

Rosy lari ke samping. Iris dan teman-temannya lanjut berjalan ke panggung.

CUT TO:

11. INT. KEDAI SAMPING GEDUNG PERTUNJUKAN. SORE

Seorang wanita dengan jubah hitam dan penutup muka memasuki kedai. Wanita itu duduk di pojok dan mengangkat tangan. Pelayan menghampirinya.

CUT TO:

12. EXT. DEPAN GERBANG GEDUNG PERTUNJUKAN-SORE.

Mobil yang ditumpangi Andrew berhenti.

PENGEMUDI MOBIL

Maaf nak. Sepertinya kita hanya sampai di sini.

Kepala Andrew melihat keluar jendela. Mobil-mobil penonton sudah terparkir penuh sesak. Kepala Andrew masuk lagi.

ANDREW

Tak apa. Tumpangan ini sudah lebih dari cukup. Terima kasih.

Andrew turun dari mobil. Tiba-tiba hujan turun agak deras. Cucu pengemudi mobil sangat senang.

CUCU PENGEMUDI

Hujan turun kek, nek. Yeayyyy.

ISTRI PENGEMUDI

Maaf kami tak punya payung. Apa kau yakin akan berlari ke sana?

Andrew mengangguk dan berlari ke gedung pertunjukan sambil melindungi Rosenya. Istri Pengemudi menghela nafas dan tersenyum.

ISTRI PENGEMUDI

Sungguh beruntung wanita yang dicintainya. Ia laki-laki yang baik.

Ada anak-anak berpayung dan makan es krim lewat di samping mobil itu.

CUCU PENGEMUDI

Nek, aku mau es krim seperti mereka.

ISTRI PENGEMUDI

Sekarang musim hujan, kau bisa sakit. Pengemudi tersenyum.

PENGEMUDI

Biarlah, lagi pula dia jarang ke kota.

CUCU PENGEMUDI

Yeayyyy. Kakek selalu baik nek, tidak sepertimu.

Semua tertawa lalu Keluarga tersebut pergi ke kedai samping gedung pertunjukan Rosy.

CUT TO:

13. EXT.DEPAN GEDUNG PERTUNJUKAN-SORE.                                    

Andrew sampai di pemeriksaan tiket dengan basah kuyup. Security mengulurkan tangannya. Andrew merogoh sakunya.

ANDREW (V.O.)

Ah, mana tiketku?

SECURITY

Mana tiketmu? Lihatlah, mereka semua sudah menunggu. 

  

Andrew menoleh ke belakang. Antrian penonton sangat panjang dan semua membawa buket Rose yang sama dengannya. Andrew melongo.

ANDREW (V.O.)

Ternyata banyak juga penggemarmu Rosy.

Andrew menoleh ke Security lagi. 

ANDREW

Eeee. Maaf. Aku lupa membawanya. Tolong izinkan aku masuk kali ini.

Security tersenyum sinis.

SECURITY

Apa ini acara reuni keluargamu!!! Cepat minggir jika kau tak punya tiket!

CUT TO:

14. EXT. PARKIRAN DEPAN KEDAI-SORE.

Istri pengemudi mengikuti cucunya lari ke kedai. Pengemudi masih mengunci pintu mobil.

PENGEMUDI

Hey, Hati-hati.

Saat keduanya akan menyeberang ada mobil lewat melaju kencang. Pengemudi lari menyelamatkan mereka. Mereka selamat tapi terkena cipratan air.

Pengemudi itu lalu memeluk keduanya dengan erat lalu mencium kening keduanya.

PENGEMUDI

Lain kali hati-hati. Kalian sangat berarti bagiku.

Istri pengemudi dan cucunya mengangguk. Pengemudi memakaikan jaketnya ke istrinya.

PENGEMUDI

Kau tunggu di mobil saja. Biar aku yang mengantar cucu kita.

CUT TO:

(PARKIRAN-KURSI BELAKANG MOBIL)

Istri pengemudi memegelus-elus dan memeluk jaket suaminya yang ia pakai dengan bahagia sambil melihat suaminya berjalan menuju kedai dengan menggandeng cucunya.

ISTRI PENGEMUDI

Aku sangat beruntung memilikimu, Suamiku.

CUT TO:

15. INT. KEDAI SAMPING GEDUNG PERTUNJUKAN-SORE

Pengemudi membuka pintu kedai. Cucu pengemudi berlari mencari es krim.

PENGEMUDI

Hati-hati kau bisa jatuh. Beruntung kau dan nenekmu tadi selamat.

Pengemudi tersenyum melihat cucunya yang sangat senang.

CUT TO: 

16. EXT. DEPAN GEDUNG PERTUNJUKAN-SORE

(TERAS PINGGIR)

Andrew duduk jongkok dan melihat-lihat sekeliling.

ANDREW (V.O.)

Kenapa tak ada orang yang ku kenal? Satuuuu saja.

Andrew berpikir sejenak. (Beat). Andrew mendapatkan ide.

ANDREW (V.O)

Apa aku mengaku saja? ...

CUT TO:

(PEMERIKSAAN SECURITY)

Andrew lari menghampiri security dan membuka penutup mukanya.

ANDREW

Tolong dengarkan aku. Sebenarnya aku adalah anak kedua Raja William. Tak usah khawatir, akan kuganti uang tiketnya nanti. Tapi sekarang tolong izinkan aku masuk dulu.

Security melihat badan Andrew dari atas ke bawah lalu tertawa.

SECURITY

Pangeran? Gelandangan di sini saja masih sadar fashion.

Andrew melihat penampilannya sendiri dan ia kaget.

ANDREW (V.O.)

Ahhhh. Kenapa aku lupa ganti baju tadi.

SECURITY

Setahuku cuma Pangeran Henrylah anak Raja kami. Pergi kau dari sini!!!

Andrew menghela nafas.

ANDREW (V.O.)

Pantas saja mereka tak mengenaliku. Aku memang tak sepopuler Henry.

Andrew mencoba menerobos masuk. Security menghajarnya. Andrew jatuh tersungkur tetapi masih berusaha melindungi Rosenya.

ANDREW

Jangan pernah kau sentuh bunga ini!

SECURITY

Jangan pancing amarah kami lagi. Awas kau!!!

Andrew mencoba bangun dan membenarkan penutup mukanya. Antrian di belakangnya semakin tak sabaran.

ANTREAN BELAKANG ANDREW

Woooooy. Dasarrrrr. Minggir kau!!!

Andrew terpaksa menepi dan melihat pertunjukan Rosy dari layar besar luar gedung. Andrew sedikit kecewa.

ANDREW (V.O.)

Semoga pertunjukanmu sukses. Aku mendoakanmu dari sini Rosy.

CUT TO:

17. EXT. PINTU DEPAN KEDAI-MALAM.

Wanita berjubah hitam dengan penyamaran tadi membuka payung hitam lalu berjalan ke gedung pertunjukan Rosy.

CUT TO:

 18. INT. GEDUNG PERTUNJUKAN-MALAM.           

(STAGE)

Note: Tidak usah ditayangkan pole dancenya.

Rosy siap menampilkan pole dancenya.

MC

Hadirin sekalian. Mari kita saksikan, “The Enchanting Rosy”.

CUT TO:

Rosy selesai melakukan pertunjukan pole dance nya. Rosy membungkukkan badan dan tersenyum manis.

ROSY

Thank you. Thank you. Thank you. 

Penonton di dalam sangat terpukau dan bertepuk tangan meriah.

INTERCUT TO:

 19. EXT. LUAR GEDUNG PERTUNJUKAN-DEPAN LAYAR LEBAR-MALAM.

Penonton di luar gedung sangat terpukau dan bertepuk tangan meriah.

ANDREW (V.O.)

Aku sangat bangga padamu Rosy.

Andrew mencari celah kelengahan security. Andrew menyusup lewat pintu samping. 

CUT TO: 

20. INT. GEDUNG PERTUNJUKAN-DEPAN RUANG WARDROBE-MALAM 

Beberapa penonton laki-laki VIP berdiri dengan penuh harap sambil menggenggam buket Rose. Manager Rosy membuka pintu dan keluar. Andrew juga datang dan mendekat.

ERICK

Maaf. Rosy sangat kelelahan. Jadi lain kali saja ya.

Tamu-tamu VIP itu kecewa dan pergi. Pegangan Andrew sedikit longgar pada Rose yang dibawanya.

ANDREW (V.O.)

Mungkin kau memang lelah. Tak apa, semoga aku bisa menemuimu besok.

Andrew pergi duduk di kursi tunggu. Conor, sahabat Andrew, 28, mengagetkan Andrew dari belakang.

CONOR

Heyyy. Ke mana saja kau? Aku tak melihatmu tadi. Kau tahu, Rosy sangat luar biasa.

Andrew kesal pada Conor.

ANDREW

Semua gara-gara kau! Kenapa kau lupa isi bahan bakar mobilku? Aku jadi terlambat ke sini.

Conor menepuk dahinya sendiri.

CONOR

Aduhhhh. Maaf. Aku lupa mengisinya setelah mengantar ibuku periksa. Maaf ya kawan.

Andrew teringat ibunya dan tak jadi marah dengan Conor.

ANDREW

Jadi Ibumu sakit? Yasudah lah. Lagi pula aku tadi masih sempat melihatnya di layar besar.  Ayo kita pulang saja.

CONOR

Ayo!!!

Conor merangkul Andrew. Mereka berjalan pulang.

CUT TO:

21. EXT. KERAJAAN-PINTU GERBANG-SORE.

Keesokannya. Mobil Conor sampai di depan gerbang. Penjaga membukakan pagar. Conor memarkir mobilnya dan berkaca. Para penjaga bergosip.

PENJAGA 1

Kabarnya, Raja akan megangkat penggantinya. Ia sudah tua dan sering sakit-sakitan. Dan sepertinya... Pangeran Henrylah Raja selanjutnya.

PENJAGA 2

Iya. Mana mungkin Andrew. Ia hanya anak haram Raja dengan selingkuhannya.

 Conor pura-pura batuk. Kedua penjaga terdiam.

CUT TO:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar