Philophobia
Penulis: Sarni
Kategori
Religi
Bagian
20
Suka
0
Favorit
QR Code
Bagikan
Pengenalan
Daftar Bagian
Blurb
Kansa Aulia, seorang gadis yang kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat setelah dia terluka. Luka yang membuatnya terbelenggu dalam menjalani masa depannya. Membuat ia tak bisa jatuh cinta.

Ketika cinta mengejarnya, dia berlari menjauh.
Ketika cinta hadir dalam hatinya dia mencoba untuk mengingkari.

Hingga pada suatu hari Kansa berusaha melawan rasa sakit dan ketakutannya sendiri untuk dapat menerima cinta dan tak menyangkalnya lagi.
Premis
Masa lalu yang menghantui masa depan.
Cinta yang tulus bisa menyembuhkan luka.
Pengenalan Tokoh
1. Kansa Aulia :
cantik, lembut, anggun, dan baik hati. Namun, memiliki hati yang rapuh di tengah ketegarannya.

2. Muhammad Uwais Alqarni :
Tampan, cerdas, berwibawa, karismatik, dan mempunyai hati yang sangat lembut.

3. Adi Atmawijaya :
Tampan, cerdas, dingin, dan sangat obsesis pada hal yang ia sukai.
Sinopsis
Kansa Aulia, seorang wanita yang memiliki mimpi sederhana, yaitu menjadi istri yang baik. Namun, penghianatan ayahnya terhadap ibunya merubah segalanya. Karena penghianatan itu, Kansa harus kehilangan ibunya dengan jalan yang tragis. Di usianya yang masih remaja, ibunya memilih bunuh diri dengan cara gantung diri karena tidak bisa menahan rasa sakit penghianatan yang dilakukan oleh ayahnya.
Kondisi itu membuat Kansa sempat kehilangan pijakan, dan sempat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Tragedi yang akhirnya menyisakan luka tak terperih di dalam hatinya. Karena luka itu Kansa harus hidup dengan gangguan mental yang disebut philophobia, sebuah ketakutan akan ketertarikan emosional hingga takut berada dalam sebuah hubungan. Bahkan jatuh cinta.
Setelah kejadian itu, Kansa tidak pernah membuka hatinya untuk lelaki mana pun. Dia menutup rapat-rapat hatinya dari cinta. Hingga pada suatu hari terdapat seorang lelaki bernama Adi Atmawijaya, seorang CEO yang menyukainya dengan begitu obsesif dalam mengejar cintanya. Cinta yang membuat kehidupan Kansa semakin sulit dan melelahkan. Kansa menjadi sering merasakan panik dan ketakutan.
Di saat yang sama ternyata bukan hanya Adi yang mencintai dan mengharapkannya. Seorang dokter muda dan tampan bernama Muhammad Uwais Alqarni juga diam-diam jatuh cinta padanya karena tersentuh dan terbius setelah membaca diarinya yang tanpa sengaja Kansa tinggalkan di teras masjid yang kemudian ditemukan oleh Uwais.
Rasa cinta itu hadir di hati Uwais saat Uwais bahkan tidak mengenal dan tidak tahu seperti apa wajah Kansa. Hingga pada suatu hari kecelakaan menimpa Kansa dan membuatnya koma. Ternyata rumah sakit di mana Kansa dirawat merupakan tempat Uwais praktek. Keduaya akhirnya bertemu di sana.
Ketika Kansa sadar dan Uwais menyatakan cinta dan berniat meminangnya, Uwais mendapat penolakan dari Kansa. Uwais yang mengetahui Kansa mengidap philophobia menerima keputusan itu tanpa memaksa. Terus mencecar dan memaksanya hanya akan membuat Kansa menderita.
Tapi kemudian Kansa dalam masalah. Hatinya yang selama ini dia coba tutup rapat, kini mulai goyah oleh salah satu kalimat yang Uwais ucapkan dan menyentuh hatinya. Membuat rasa cinta tanpa sadar tumbuh di hatinya. Rasa cinta yang membuat Kansa semakin lelah. Perasaan takut dan panik menjadi sering muncul ketika Kansa tengah memikirkan bahwa ia jatuh cinta. Jantungnya akan spontan berdetak lebih cepat. Bahkan sampai berpeluh.
Angelica sahabatnya yang menyadari itu, mencoba menguatkan dan meminta Kansa untuk lebih berani melawan ketakutannya dan mau mengakui perasaannya. Dan juga mau menerima pinangan Uwais.
Adi yang tidak tahu penyakit Kansa, tanpa henti terus mencoba untuk mendekatinya. Penolakan demi penolakan dari Kansa tak membuatnya menyerah begitu saja. Bahkan Kansa yang agamis membuat Adi yang semula suka clubing mulai merubah kehidupannya. Intens belajar tentang Islam dan mulai belajar sholat, aktifitas yang sebelumya sudah lama tak ia lakukan meski dia seorang muslim.
Rara yang marah karena Adi membatalkan pertunangannya demi mengejar cinta Kansa berusaha menyingkirkan Kansa yang kemudian digagalkan oleh Adi.
Di tengah kebimbangannya, Kansa tidak menyadari ternyata tubuhnya tengah digerogoti sebuah penyakit yang menyerang ginjalnya. Sehingga penyakit itu membuat kondisinya memburuk.
Angelica tidak bisa membantunya karena ginjal dia tidak cocok.
Setelah mengetahui penyakit Kansa, Adi dan Uwais tidak tibggal diam. Meski Kansa menentang donor dari keduanya, namun tetap saja Adi dan Uwais bersikeras untuk mendonorkan ginjalnya. Ternyata ginjal Uwaislah yang cocok. Operasi pun segera dilakukan.
Ketulusan Uwais membuat Kansa merenung. Bahwa tidak semua laki-laki sama seperti ayahnya. Kansa berpikir, bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk dia harus berani melawan ketakutan yang selama ini bersemayam dan membelenggu hatinya. Kansa berpikir, sekarang dia harus mencobanya dan tidak lagi lari dan menghindar.
Kansa akhirnya membuka hati dan menerima pinangan Uwais yang sudah terabaikan selama berbulan-bulan.
Cinta yang tulus akhirnya menyembuhkan gangguan mental yang selama ini Kansa derita. Meski tidak lama kemudian luka baru muncul. Setelah menikah Kansa harus menerima kenyataan pahit. Uwais harus pergi meninggalkannya karena sebuah kecelakaan.
Walau cinta lain dari Adi datang menawarkan diri, namun Kansa tetap memilih menjaga cintanya pada Uwais untuk selamanya.
Rekomendasi