Tidur panjang

Ini bukan dongeng Putri Salju yang tertidur panjang, lalu terbangun oleh kecupan sang Pangeran kemudian hidup bahagia. Ini kisah saat terbangun dari tidur panjang, semuanya sudah terlambat.

"Ibu, aku mau hp baru. Pokoknya aku harus beli hp baru!" teriak sela pada ibunya saat duduk di ruang tamu rumah sederhananya.

"Tapi, Nak, saat ini Ibu tidak punya uang. Bahkan kita sudah tidak punya benda yang bisa kita jual lagi," ujar ibunya lembut.

"Sela tidak mau tahu. Pokoknya Sela harus beli hp baru!" Sela berdiri dari duduknya. Menatap ibunya dengan tatapan tajam.

"Sela malu, Bu, sama temen-temen. Hanya Sela yang hpnya jelek!" Sela masih menatap marah pada ibunya.

"Tapi, Nak," lanjut ibunya lirih seraya menatap pada Sela dengan tatapan putus asa.

Sela menghela nafas. Gusar.

"Pokoknya bagaimana pun caranya, Ibu harus belikan Sela hp baru!" ujarnya penuh tekanan.

Sela kemudian beranjak pergi keluar rumah dengan terlebih dulu tangannya menyambar fas bunga yang ada di meja hingga terjatuh dan pecah. Ibunya hanya bisa menghela nafas. Sedih.

Ketika mengingat itu, Sela hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Dia hanya bisa merutuki dirinya sendiri dalam hati. Sela tertidur panjang bersama kebodohannya hingga ia tidak bisa melihat betapa ibunya sangat menyayanginya. Saat ia tebangun dan menyadarinya semuanya sudah terlambat. Ibunya sudah meninggal.

Sekarang yang bisa Sela lakukan hanyalah selalu mendoakan ibunya seraya memohon ampun. Menyesalinya.

6 disukai 2 komentar 3.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Terimakasih atas sarannya. Maunya sih gitu, tapi takut kepanjangan. Bila dibuat cerita yang lebih detail, mungkin ibunya akan dibuat meninggal karena sakit. Sekali lagi terimakasih atas krisarnya 🙏 ma'lum penulis masih tahap belajar.
Ibunya ninggalnya kenapa? Sebenarnya, bisa dibuat lebih sedih banget ini ... Aku berharap ada ending yang nendang gitu
Saran Flash Fiction