PATRIOT
5. Bagian tanpa judul #5
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

ACT - 5

FADE IN

EXT - KEBUN - PAGI

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

beginilah kehidupan setelahnya. Aku tetap melakukan kegiatanku sebagai seorang pekebun (action lines: Ridwan Mantulangi sedang mencangkul lahan kosong) yang menghidupi keluargaku dari hasil sawah gunung dan huma (action lines: Ridwan Mantulangi memeriksa tanaman holtikultura miliknya)


CUT TO:

EXT - LAPANGAN KECIL DIBELAKANG RUMAH - SORE


RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

Kadang disela-sela itu, aku kembali melatih kecakapan silatku (action lines: Ridwan Mantulangi memperagakan gerakan-gerakan langga La'i dengan tubuh telanjang dada, mengenakan ikat kepala tradisional gorontalo dan celana hitam khas silat). bagaimanapun, ilmu warisan leluhur yang diajarkan padaku dan para generasi muda Suwawa tidak boleh luntur. Langga bukan sekedar seni mempertahankan diri, karena ketika Ju Panggola menciptakan seni ini, lebih menitikberatkan pada media pencari perdamaian dan penjalin persaudaraan. Langga menjadi simbol penyelesaian konflik yang lebih mengedepankan kebijaksanaan daripada pertumpahan darah.


CUT TO:

EXT - PUNCAK BUKIT - SORE

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

Ju Panggola tidak pernah memperkenankan para pendekar menggunakan jurus-jurus Langga untuk menyerang kecuali dalam keadaan yang sangat terdesak (action lines: Ridwan menjelajahi perbukitan) inti utama dari pertarungan adalah melumpuhkan tanpa harus membunuh lawan karena hakikatnya, kita wajib memberikan pilihan kepada lawan agar menyadari kekalahannya dan mengakhiri konflik secara damai, tanpa harus dicederai secara parah.


CUT TO:

EXT - LAPANGAN BELAKANG RUMAH - MALAM BULAN PURNAMA


RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

Setiap langkah dan gerakan Langga meniru gerak-gerik alam, yang mencerminkan filosofi hidup masyarakat setempat bahwa manusia harus selalu hidup harmonis dengan alam sekitarnya. Gerakannya menggabungkan unsur keindahan tari dan ketangkasan fisik yang seimbang (action lines: Ridwan Mantulangi memperagakan gerakan langga Buwa) itulah sebabnya, seluruh gerakan-gerakan dalam seni Langga bersifat reaktif


FADE OUT

CUT TO:

FADE IN:


INT - SERAMBI LEDA-LEDA[1] - PAGI

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(action line: Suhaib Mooduto duduk santai di teras Leda-leda, menikmati sajian sarapan ubi rebus dan lauk bungkil kelapa yang dicapur cacahan jantung pisang dan dibumbui khusus sebagai lalapan khusus ubi rebus itu) Suhaib Mooduto, adalah lelaki keturunan langsung Olongio lo Tuwawa, langsung dibawah galur Ratu Ayudugiya yang memerintah Suwawa pada abad ke-5. itulah sebabnya, dia berhak mendiami Leda-leda para raja Suwawa tanpa siapapun di Pinogu ini yang berhak menentangnya.


CUT TO:

INT - RUANGAN DALAM LEDA-LEDA - PAGI

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(action lines: Suhaib Mooduto duduk di dampar kursinya, menerima laporan-laporan dari warga Pinogu) Sejak Sultan Zainal Abidin Monoarfa meletakkan jabatannya sebagai penguasa Kesultanan Gorontalo pada Tahun 1878 dan penjajah Belanda membubarkan pemerintahan ini, para raja Suwawa tetap menjalankan fungsinya sebagai olongia, meskipun mengingkarinya dihadapan para penjajah itu dalam rangka menjaga martabat dan rakyatnya sendiri.


FADE OUT

CUT TO:

FADE IN


EXT - KEBUN DI TABULITI - SIANG


RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(Action lines: Memperlihatkan Mariyati Moloadu yang sedang menemani Ridwan Mantulangi makan siang di kebun) Aku menikahi anak bungsu Keluarga Moloadu yang merupakan kerabat dekat keluarga Mooduto. Kehidupan kami bahagia, meskipun kemarin dulu hidup sebagai bangsa terjajah dan tertekan oleh sistim heerendiensten yang membuatku harus menitipkan kebun kepada istriku dan mengikuti kerja rodi, membangun jalan utama Gorontalo-Suwawa.


CUT TO:

INT - KAMAR RUMAH KEDIAMAN MANTULANGI - MALAM


RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(Action lines: Ridwan Mantulangi dan Mariyati Moloadu saling bercumbu dan memeluk. Tetap berpakaian, tidak sampai telanjang. hanya percumbuan biasa, tidak mengarah ke aktifitas ranjang. saling bercanda) dengan sumpahku sebagai suaminya, aku senantiasa menjaganya dari apapun yang dapat memisahkan kami. Aku mencintainya, sebagaimana dia mencintaiku. Kami adalah sepasang ayam hutan yang bergerak bebas saat ini di belantara cinta kami yang tiada berbatas.


FADE OUT

CUT TO:

FADE IN


INT - RUANG KERJA RUMAH DINAS ASISTEN RESIDEN - PAGI JAM 10

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(Action Lines: Seluruh anggota Komite XII dipimpin Nani Wartabone sedang melakukan rapat) Tanggal 25 Januari 1942... menurut berita dari sahabatku, Suhaib... Pak Nani dan seluruh anggota Komite XII berkumpul untuk menyepakati terbentuknya Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo, disingkat menjadi PPPG. Organisasi ini berfungsi ganda sebagai dewan eksekutif sekaligus Badan Perwakilan Rakyat yang nantinya menampung berbagai aspirasi masyarakat Gorontalo untuk memajukan negerinya (Action Lines: Nani Wartabone membacakan hasil keputusan rapat)


CUT TO:

EXT - LAPANGAN TARUNA - SORE

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(Action Lines: Pagelaran pasukan yang dipimpin langsung oleh Nani Wartabone. Banyak warga berkumpul di lapangan Taruna, menonton pagelaran militer.) Abdullah... maksudku, Nani Wartabone menjadi pucuk pimpinan PPPG sekaligus bertindak sebagai kepala pemerintahan militer, sementara Raden Mas Kusno Danupoyo dilantik sebagai Kepala Pemerintahan Sipil Daerah. Pendang Kalengkongan menjadi panglima pertahanan sekaligus kepala kepolisian dan Standwacht[2] dipegang oleh Kapten Ibrahim Mohammad (Action Lines: tampilan close up Nani Wartabone, R.M. Kusno Danupoyo, Pendang Kalengkongan, dan Ibrahim Mohammad).


CUT TO:

EXT - PELABUHAN KOTA GORONTALO - SIANG

RIDWAN MANTULANGI (VOICE OVER)

(Action Lines: kegiatan di pelabuhan Kota Gorontalo dan lalu lintas utama Atinggola hingga ke Bolaang Mongondow) Wilayah pemerintahan ini membentang dari Gorontalo ke timur hingga ke daerah Kotamobagu dan Kaidipan, serta ke arah barat hingga mencakup Buol dan Toli-Toli (Action Lines: pemandangan pelabuhan Toli-toli) Pemerintahan mandiri ini berhasil berjalan selama kurang lebih lima bulan sebelum akhirnya diambil alih oleh Tentara Pendudukan Jepang. (Action Lines: Pemandangan Kota Gorontalo).

FADE OUT

CONTINUED


[1] rumah tradisional yang dijadikan istana para raja-raja Suwawa.

[2] Kepala pasukan keamanan.

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)