ACT-3
EXT - KANTOR POLISI (PUNCUR) - SUBUH
Pendang Kalengkongan tiba dengan sepedanya di Kantor Polisi. Lelaki itu memarkirkan sepedanya. Salah satu bintara dari Hoofdagent Staatspolitie mendekat.
HOOFDAGENT STAATSPOLITIE
(menggerutu lega) Jeetje! Waar was je nou?[1]
PENDANG KALENGKONGAN
(menengok kepada agen polisi itu sambil memarkir sepeda) Ik heb net patrouille gelopen (menatap tenang lalu mengamati malam) "Het lijkt erop dat de avond rustig wordt. Ontspan maar (menatap agen polisi lalu tersenyum, lalu melangkah santai menyeberangi lapangan depan menuju kantor)[2]
HOOFDAGENT STAATSPOLITIE
(heran) Rustig, zeg je? We moeten de bewaking verscherpen! (mengiringi Pendang Kalengkongan) Inspecteur Ruud heeft dat al bevolen, Tot morgenvroeg mag de stadswacht niet verslappen.[3]
PENDANG KALENGKONGAN
(tersenyum tanpa menoleh) Dat dacht ik al, dat hij dat zou zeggen (berhenti sejenak menatap agen polisi itu) Het lijkt erop dat meneer Lambert al zijn eigen plannen heeft.[4]
HOOFDAGENT STAATSPOLITIE
(terkejut) Meneer Lambert? Wat zeg je? Ik snap het niet.[5]
PENDANG KALENGKONGAN
(kembali melangkah memasuki kantor) Bereid je maar voor op een verrassing morgenochtend (pergi meninggalkan agen polisi yang termangu-mangu memikirkan perkataan Pendang kalengkongan)[6]
FADE OUT
CUT TO:
FADE IN
INT - RUMAH KECIL - SUBUH
Seluruh anggota Komite XII berkumpul. Oe. H. Baeloati sedang merapikan dokumen-dokumen bersama A. R. Ointoe dibantu oleh R.M. Danuwatiyo. sementara R.M. Kusno Danupoyo mondar-mandir di ruangan. Hasan Badjeber yang menatapnya sejenak tersenyum, menyesap asap rokok dan menghembuskannya.
HASAN BADJEBER
(menghembuskan asap rokok) Kamase, tenang sedikitlah... kalau Kamase mondar-mandir terus, yang ada malah bikin saya jadi gugup, ketularan gugupnya Kamase (tertawa lalu terbatuk-batuk)
R.M. DANUWATIYO
(menimpali) Ojo ganggu masmu, deweke lagi akeh pikiran (menatap R.M. Kusno Danupoyo) Lan panjenengan ugi sampun kathahe mondar-mandir, dadosipun piyambakipun malah sami mboten tentrem.
KUSNO DANUPOYO
(berhenti lalu menatap RM. Danuwatiyo setelah itu mendekat di kursi dan duduk disana, namun jemarinya berkali-kali saling mencengkeram dan wajahnya terlihat agak tegang)
HASAN BADJEBER
(menyodorkan rokok) nih, merokok dulu Kamase. Siapa tahu nanti jadi tenang.
KUSNO DANUPOYO
(menolak rokok yang disodorkan) kamu kan tahu sejak dulu, aku bukan perokok.
HASAN BADJEBER
Siapa tahu habis merokok, nanti tenang pikirannya? apakah Kamase ragu dengan aksi kita? (mencondongkan tubuhnya ke arah Kusno Danupoyo)
KUSNO DANUPOYO (VOICE OVER)
Aku terus terang memang tidak tenang. Apa bisa pasukan Hulu Maa yang dipimpin Abdullah[7] itu bisa menguasai sarana-sarana vital pemerintahan? Sejak siang kemarin, seluruh pasukan militer Hollandia sudah bersiaga dipelabuhan, Kantor Pos dan Kampung Belanda di Puncur (Action Lines: Seratus pemuda yang dipimpin Nani Wartabone bergerak menuju ke barat dengan arah Kantor Pos. Tidak ada pembicaraan saat itu. Semuanya senyap).
HASAN BADJEBER (VOICE OVER)
Jangan meragukan pribadi Pak Nani, Kamase. Sampeyan kan sudah tahu watak beliau sejak pulang dari Jawa? kan sampeyan sendiri yang menyaksikan betapa dia memaki-maki Asisten residen Korn dan mengancam untuk membunuhnya jika berani membakar gudang Kopra di Pelabuhan? (Action Lines: Mobil yang di kendarai Samsun Ilahudu yang membawa seratus pemuda tiba bagian barat kampung Biawao. Para pemuda turun dari mobil dan melakukan gerakan senyap. beberapa lainnya berhasil melumpuhkan kelompok peronda malam Belanda).
KUSNO DANUPOYO (VOICE OVER)
Kurasa, aku memang terlalu mengkuatirkannya. Semoga saja gerakan ini akan berjalan lancar tanpa hambatan (Action Lines: perahu-perahu yang ditumpangi seratus pemuda mendarat ditepian sungai Puncur dan mulai melakukan infiltrasi).
FADE OUT
CUT TO:
FADE IN
RIDWAN MANTULANGI (OFF SCREEN)
Kelihatannya, penjagaan Kantor Pos diperketat para polisi. (Action Lines: pemandangan kantor Pos yang dijagai para polisi bersenjata lengkap) apakah mereka sudah tahu rencana penyerbuan kita?
SUHAIB MOODUTO (OFF SCREEN)
Tidak mungkin. Mereka berjaga-jaga untuk kegiatan pagi nanti. (Action Lines: pemandangan kantor Pos yang dijagai para polisi bersenjata lengkap) karena besok pagi, seluruh gedung pemerintahan, kantor-kantor administrasi dan beberapa toko-toko akan diledakkan.
RIDWAN MANTULANGI (OFF SCREEN)
benarkah? kita harus mencegahnya sebelum terjadi (Action Lines: pemandangan kantor Pos yang dijagai para polisi bersenjata lengkap).
NANI WARTABONE
(menatap Ridwan dan Suhaib) kalian tenang saja. Pendang sudah mengakali para tentara itu supaya tidak bersikap waspada. Kurasa, dia sekarang berada di Kantor Polisi di Puncur, menunggu pasukan kita dari arah sungai Leato. Ayo, kita bergerak sekarang!
pasukan yang dipimpin Nani Wartabone mulai bergerak pelan menuju arah Kantor Pos.
FADE OUT
CUT TO:
FADE IN:
EXT. KAWASAN KANTOR DAGANG (BIAWAO) SUBUH
SAMSUN ILAHUDU
(menatap sepuluh rekan-rekannya) kalian berjaga disini (menatap dua orang polisi belanda yang pingsan) setelah mereka sadar nanti, suruh mereka buka kantor ini lalu penjarakan mereka disana. (menatap sepuluh rekan-rekannya lagi) sepuluh orang yang bersenjata api kuasai kantor ini! jangan lakukan gerakan apapun selain pengamanan! (menatap rekan-rekan lainnya dan mengajak mereka meninggalkan tempat itu)
EXT - KAWASAN KANTOR DAGANG MENUJU KE ARAH SELATAN - SUBUH
dua puluh orang pasukan yang dipimpin Samsun Ilahudu bergerak meninggalkan kantor jawatan dagang dan bergerak menuju selatan sambil melumpuhkan kelompok-kelompok patroli polisi belanda.
CUT TO:
INT - KANTOR POLISI (PUNCUR) - SUBUH
kegiatan di kantor polisi berlangsung tenang. Pendang Kalengkongan duduk santai di kursi sambil menikmati seduhan kopi hangat. dua orang agen polisi belanda menemaninya di ruangan itu. satunya bersandar di jendela mengamati pemandangan namun kepalanya terangguk-angguk karena mengantuk sedang satunya duduk diseberang pendang kalengkongan, membersihkan senapannya.
PENDANG KALENGKONGAN
(duduk santai sambil menikmati kopi) aaah... Een prachtige ochtend (menatap agen polisi 1) hei, Rust maar uit, je ogen zijn al rood van de slaap sinds een tijdje.[8]
AGEN POLISI 1
(mengerling sejenak kepada Pendang lalu kembali menatap pemandangan subuh dijendela dan kembali terantuk-antuk) Stop met me te bespotten.[9]
AGEN POLISI 2
(tertawa) yooo... Knikkebollen, Laat je niet uitschelden door meneer Ruud Couper![10] (tertawa kembali, mengejek) Hij kan je bevelen je uit te kleden.
PENDANG KALENGKONGAN
(ikut tertawa lalu mengejek agen polisi 1) Slaapkop!!!
AGEN POLISI 1
(mengomel) Een onderbroek eten!!! (menatap Pendang dan agen polisi 2)
tak lama kemudian terdengar keributan diluar. Tiba-tiba pintu yang tertutup ditendang hingga menguak dan beberapa pemuda bersenjata api muncul lalu membidik agen polisi 2 dan agen polisi 1
AGEN POLISI 2
(membentak) Klootzak!!! Wie zijn jullie?[11] (menatap Pendang) Jaag ze hier weg!
AGEN POLISI 1
(terkejut menoleh ke para pemuda yang menodongkan senapan ke arah mereka bertiga) Verdomme! Het zijn rebellen! (menatap Pendang) Arresteer ze![12]
PENDANG KALENGKONGAN
(bangkit dengan santai) Ze zijn geen rebellen (menatap kedua agen polisi belanda itu bergantian) Welkom in het nieuwe tijdperk (terkekeh lalu menatap para pemuda itu) Pak ze allebei op en gooi ze in de gevangenis!!![13]
AGEN POLISI 2
(menggeram marah kepada Pendang) Hufter!!! ij bent een verrader![14]
AGEN POLISI 1
(terkejut dan menatap tak percaya pada pendang)
PENDANG KALENGKONGAN
(tersenyum) yah... In liefde en oorlog is alles geoorloofd (mengembangkan kedua tangan lalu tertawa pelan)[15]
(CUT AND CONTINUED)
[1] Terjemahan: Astaga! dari mana saja kau?
[2] Terjemahan: aku baru saja habis patroli. Kelihatannya malam ini aman. Kita bisa santai.
[3] Terjemahan: santai katamu? kita harus memperketat penjagaan! tadi inspektur Ruud sudah bilang, sampai pagi, penjagaan kota tidak boleh kendur.
[4] Terjemahan: sudah kuduga. kelihatannya, Pak Lambert sudah punya rencana tersendiri.
[5] Terjemahan: Pak Lambert? apa maksudmu?
[6] Terjemahan: bersiap-siaplah untuk kejutan besok pagi.
[7] nama lengkap Nani Wartabone.
[8] Terjemahan: subuh yang indah. hei, beristirahatlah, kulihat matamu sudah merah menahan kantuk.
[9] Terjemahan: berhentilah mengejekku.
[10] Terjemahan: Hei tukang ngantuk. jangan sampai kau dimarahi Pak Ruud Couper, dasar tukang tidur.
[11] Terjemahan: brengsek! siapa kalian? usir mereka dari sini!
[12] Terjemahan: sialan! mereka ini pemberontak! tangkap mereka!
[13] Terjemahan: mereka bukan pemberontak. selamat datang di era baru. tangkap mereka!
[14] Terjemahan: bangsat! kau penghianat!
[15] Terjemahan: segalanya adil dalam sebuah perang.