Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Di tengah kerasnya kehidupan kampus, empat mahasiswa dari latar belakang ilmu yang berbeda dipersatukan oleh kepedulian terhadap kemanusiaan. Kaisara, mahasiswi psikologi yang penuh empati, bersama Kiara, mahasiswi psikiatri yang tegas dan berani, menjadi sosok utama dalam perjuangan melawan ketidakadilan. Di sisi mereka, ada Fiki dari jurusan sastra yang peka terhadap suara-suara yang terpinggirkan, serta Rayhan, mahasiswa hukum sekaligus ketua komunitas sosial "Sebar Kasih".
Suatu hari, komunitas "Sebar Kasih" menerima permintaan bantuan untuk mengusut kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus mereka sendiri. Kasus itu perlahan membuka banyak luka, ketakutan, dan kekuasaan yang selama ini disembunyikan.
Dengan keterbatasan dana dan risiko yang mengancam masa depan mereka, keempatnya berjuang menggunakan kemampuan di bidang masing-masing demi mencari kebenaran. Dari pendampingan psikologis, pengumpulan bukti, advokasi hukum, hingga menyuarakan keadilan melalui tulisan, mereka berusaha membuktikan bahwa kemanusiaan dan keberanian masih memiliki tempat di tengah dunia yang sering memilih diam.
Film ini menghadirkan kisah tentang persahabatan, keberanian, dan perjuangan generasi muda dalam menegakkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Suatu hari, komunitas "Sebar Kasih" menerima permintaan bantuan untuk mengusut kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus mereka sendiri. Kasus itu perlahan membuka banyak luka, ketakutan, dan kekuasaan yang selama ini disembunyikan.
Dengan keterbatasan dana dan risiko yang mengancam masa depan mereka, keempatnya berjuang menggunakan kemampuan di bidang masing-masing demi mencari kebenaran. Dari pendampingan psikologis, pengumpulan bukti, advokasi hukum, hingga menyuarakan keadilan melalui tulisan, mereka berusaha membuktikan bahwa kemanusiaan dan keberanian masih memiliki tempat di tengah dunia yang sering memilih diam.
Film ini menghadirkan kisah tentang persahabatan, keberanian, dan perjuangan generasi muda dalam menegakkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Premis
Mahasiswa dengan jiwa kemanusiaan yang tinggi bersatu menyelesaikan kasus pelecehan seksual dikampus mereka.
Pengenalan Tokoh
Film ini mengangkat kehidupan mahasiswa "kura-kura" — mahasiswa yang kesehariannya dipenuhi rutinitas kuliah dan rapat organisasi. Di tengah padatnya aktivitas kampus, Kaisara, mahasiswi Psikologi yang idealis, dan Kiara, mahasiswi Psikiatri yang ceria namun tegas, menjalani hari-hari mereka sebagai aktivis muda yang peduli terhadap isu kemanusiaan. Bersama mereka ada Fiki, mahasiswa Sastra yang puitis dan penuh empati, serta Rayhan, mahasiswa Hukum yang bijaksana sekaligus ketua komunitas sosial "Sebar Kasih".
Suatu hari, komunitas "Sebar Kasih" menerima permintaan bantuan untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus mereka. Kasus itu menjadi sorotan karena Vero, sosok yang dicurigai sebagai pelaku, tetap menjalani kehidupannya dengan santai dan penuh kebahagiaan, sementara korban justru terpuruk dalam trauma dan ketakutan.
Kesulitan mulai muncul ketika korban menolak untuk berbicara dan memilih menutup diri. Demi menemukan jalan keluar, Kiara mencoba pendekatan psikologis melalui hipnoterapi. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil, tetapi fakta yang terungkap justru mengejutkan: orang yang selama ini dianggap korban ternyata hanyalah saksi dari kejadian tersebut. Trauma yang dialaminya membuat ia tidak mampu membedakan rasa takut, rasa bersalah, dan kenyataan yang sebenarnya.
Menyadari kondisi psikologis sang saksi yang semakin memburuk, Kiara meminta bantuan Kaisara dan Fiki untuk melakukan psikodrama sebagai bagian dari proses penyembuhan sekaligus penggalian ingatan. Dari proses itulah, perlahan kebenaran mulai terungkap dan potongan-potongan fakta mulai tersusun.
Dengan keterbatasan dana, tekanan dari lingkungan kampus, serta risiko yang mengancam kehidupan akademik mereka, keempat mahasiswa ini berjuang menggunakan kemampuan di bidang masing-masing demi mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan. Ketulusan, keberanian, dan kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Vero dinyatakan bersalah atas kasus pelecehan seksual tersebut.
Film ini bukan hanya tentang mengungkap sebuah kasus, tetapi juga tentang persahabatan, keberanian untuk bersuara, dan perjuangan generasi muda dalam membela kemanusiaan di tengah dunia yang sering memilih untuk diam.
Suatu hari, komunitas "Sebar Kasih" menerima permintaan bantuan untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus mereka. Kasus itu menjadi sorotan karena Vero, sosok yang dicurigai sebagai pelaku, tetap menjalani kehidupannya dengan santai dan penuh kebahagiaan, sementara korban justru terpuruk dalam trauma dan ketakutan.
Kesulitan mulai muncul ketika korban menolak untuk berbicara dan memilih menutup diri. Demi menemukan jalan keluar, Kiara mencoba pendekatan psikologis melalui hipnoterapi. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil, tetapi fakta yang terungkap justru mengejutkan: orang yang selama ini dianggap korban ternyata hanyalah saksi dari kejadian tersebut. Trauma yang dialaminya membuat ia tidak mampu membedakan rasa takut, rasa bersalah, dan kenyataan yang sebenarnya.
Menyadari kondisi psikologis sang saksi yang semakin memburuk, Kiara meminta bantuan Kaisara dan Fiki untuk melakukan psikodrama sebagai bagian dari proses penyembuhan sekaligus penggalian ingatan. Dari proses itulah, perlahan kebenaran mulai terungkap dan potongan-potongan fakta mulai tersusun.
Dengan keterbatasan dana, tekanan dari lingkungan kampus, serta risiko yang mengancam kehidupan akademik mereka, keempat mahasiswa ini berjuang menggunakan kemampuan di bidang masing-masing demi mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan. Ketulusan, keberanian, dan kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Vero dinyatakan bersalah atas kasus pelecehan seksual tersebut.
Film ini bukan hanya tentang mengungkap sebuah kasus, tetapi juga tentang persahabatan, keberanian untuk bersuara, dan perjuangan generasi muda dalam membela kemanusiaan di tengah dunia yang sering memilih untuk diam.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
168
Tentang Penulis
Jia Aviena
Menjadi penulis itu tidak mudah butuh pengetahuan yang luas dan pengalaman menulis untuk bisa menghasilkan karya sastra yang indah. (Salam dari Penulis Hebat Masa Depan)
Bergabung sejak 2022-07-31
Telah diikuti oleh 103 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Humanisme
Jia Aviena
Novel
KADO
Riadhi
Novel
Diskoneksi
Lovaerina
Komik
Philophobia
Chyruszair
Flash
Namaku adalah Rumah
Bluerianzy
Flash
Kurir
Sulistiyo Suparno
Flash
Sandaran
FS Author
Flash
Hipokrit
pelantunkata
Cerpen
WANITA
Iman Siputra
Flash
Indah Pada Waktunya
Wilis Juharini
Novel
RelationSHIP
G. A. Puspagathy
Novel
Rumah Dalam Angan Perempuan
Yuisurma
Novel
Seekor Capung Di Tengah Savana
Deasy Wirastuti
Skrip Film
Sampai Nanti, Sampai Kita Bertemu Kembali
Webi Okto Satria
Cerpen
Pukulan Telak
Herumawan Prasetyo Adhie
Rekomendasi