1. Pengenalan Ketiga Tokoh Utama

FADE IN:

INT. KAMAR KEYKAN — NIGHT

Keykan tiba-tiba membuka matanya dengan penuh rasa takut, sebuah suara seperti retakan dinding terdengar di hampir seluruh penjuru rumahnya. Dengan piyama yang masih melekat, Keykan berjalan dalam gelap, mendekati gagang pintu kamarnya untuk menengok keadaan di luar. Dan dari belakang, Reyko tiba-tiba menepuk pundak istrinya yang terlihat berjalan ketakutan itu.

REYKO
Kamu mau kemana?
KEYKAN
Aaaaaaaaaa!

Keykan merunduk histeris. Reyko yang merasa khawatir dengan sikap istrinya lantas merangkul Keykan.

REYKO
Kamu kenapa sih sayang?
KEYKAN
Tsuuut!

Dengan nanar yang mengarahkan suaminya kepada sumber bunyi, Keykan memandu mata dan telinga Reyko untuk mengekplorasi sesuatu yang terjadi di dalam kesunyian itu.

KEYKAN
Kamu dengar?
REYKO
Maling?

Saat Keykan dan Reyko sedang sibuk menerka apa yang terjadi di luar kamar mereka, suara tangis bayi tiba-tiba terdengar. Sontak Keykan teringat dengan bayinya, dan berlarian menuju kamar baby Suisen.

CUT TO:

INT. KAMAR BABY SUISEN — NIGHT

Keykan memasuki kamar baby Suisen dengan terjatuh-jatuh menerobos gelap, dan menabrak berbagai perabotan yang jadi menimbulkan gaduh.

KEYKAN
Suisen?

Keykan mengangkat baby Suisen dari ranjang bayi, namun suara baby Suisen sudah tidak lagi terdengar, wajahnya bahkan terlihat pucat seperti mayat.

KEYKAN
Suisen sayang, nak? kamu kenapa nak? Suisen? Paaaah! Papa!! Suisen kenapa pah?!

Keykan yang tidak juga melihat kedatangan suaminya lantas berlari ke luar kamar sambil menggendong bayi Suisen, dan tepat di bibir pintu, jenazah Reyko terhuyung jatuh dengan mata yang terbelalak, seolah menatap Keykan. Keykan semakin histeris ketakutan.

KEYKAN
Aaaaaaaaaa!

CUT TO:

INT. KAMAR KEYKAN — NIGHT

Reyko terbangun dari tidurnya karena melihat Keyko lagi-lagi bermimpi buruk.

REYKO
Sayang, bangun sayang, kamu kenapa?

Keykan terbangun dan langsung memeluk Reyko sambil menangis.

KEYKAN
Pah... aku.. aku..
REYKO
Kamu mimpi buruk lagi ya?
KEYKAN
Aku takut!!
REYKO
Udah lebih dari seminggu kamu mimpi buruk gini, besok kita coba cek ke dokter ya.

Keykan tiba-tiba teringat baby Suisen.

KEYKAN
Suisen pah?!
REYKO
Hey, hey.. Tenang sayang. Itu Suisen. Dua hari yang lalukan kita sudah pindahin ranjang bayinya ke kamar ini. Kamu lupa?

Reyko menyalakan lampu, dan beranjak membawa Suisen kepada Keykan untuk menenangkan perasaan istrinya. Keykan pun memeluk baby Suisen dengan keringat yang masih bercucuran.

FADE IN:

INT. RUANG KONSULTASI DOKTER — DAY

Pagi hari Keykan dan Reyko berkunjung ke rumah sakit, baby Suisen menunggu di luar ruangan bersama seorang baby sitter yang biasa dipanggil 'Lusi'. Lusi adalah remaja berkerudung segiempat yang menjuntai polos, bersifat misterius dan pemurung. Ia bekerja untuk Keykan karena sebelumnya almh.ibunya Lusi adalah ART keluarga Keykan.

REYKO
Jadi kira-kira istri saya ini kenapa ya dok? Soalnya sudah lebih dari seminggu dia mimpi buruk sampai histeris begitu.
DOKTER
Apakah isi mimpinya selalu sama?

Keykan menatap ragu suaminya, lalu mulai menjawab dengan bekas trauma yang masih terpancar di mimik wajahnya.

KEYKAN
Alur mimpinya berbeda-beda, tapi inti pesannya selalu sama.
DOKTER
Begitu, kalau boleh tahu, apa pesannya?

Keykan mulai menangis, mengingat mimpi-mimpinya, lalu menjawab dengan gemetaran.

KEYKAN
Seperti memberi tanda... bahwa saya... saya mungkin... akan kehilangan Reyko dan Suisen.
DOKTER
Mbak Key ingat, kapan pertama kali mimpi itu terjadi? Atau hal apa yang kira-kira bisa membuat mbak memiliki kecemasan terhadap rasa kehilangan itu?

FLASHBACK:

MONTAGE:

  1. Keykan lahiran di rumah sakit (INSERT: Anya live instagram dan terekam sekilas dalam siaran itu wajah almh.ibunya Lusi yang pucat dan seperti menahan sakit)
  2. Tiga hari setelahnya, saat kembali ke rumah orang tua Keykan, ada bendera kuning karena ibunya Lusi meninggal dunia (INSERT: Lusi datang dari kampung dan menatap sinis baby Suisen)
  3. Ibu Keykan mengajari Lusi caranya mengurus bayi (INSERT: Lusi melirik Keykan yang sedang mengintip, dengan senyum yang mengerikan)
  4. Lusi pindah ke rumah Keykan, dan menetap di sana sebagai baby sitter (INSERT: Lusi menonjolkan sikap misteriusnya dengan selalu memalingkan wajah, dan menghindari kamera setiap kali Keykan sedang live instagram atau mendokumentasikan baby Suisen)

CUT TO:

REYKO
Sayang... hey..
KEYKAN
I..iya, maaf dok. Se,,sepertinya, saya mulai merasakan mimpi-mimpi buruk itu, sejak Suisen lahir
DOKTER
Begitu, berarti ada kemungkinan Mbak Key hanya sedang mengalami baby blues..
KEYKAN
Tapi dok, perasaan mengancam ini justru mulai hadir ketika...

CUT TO:

Keykan tercengang bisu saat melirik ke pintu dan ternyata ada Lusi yang sedang menatapnya tajam, sambil menggendong Suisen.

CUT TO BACK:

DOKTER
Ketika apa mbak?
LUSI
Permisi bu, maaf sepertinya sudah waktunya babysu minum asi

Keykan yang merasa sedang ditahan untuk bungkam oleh Lusi pun terpaksa menyudahi sesi konsultasi dan beranjak mengambil baby Suisen dari gendongan Lusi. Dan Lusi menutup pintu ruangan dokter dengan tatapan yang fokus ke dalam ruang konsultasi itu.

BLANK & MATCH CUT TO:

INT. KAMAR FARAH — DAY

(Farah berjalan menjauhi kamera dengan baju dinas dan kerudung senada warna pramuka) dan tiba-tiba membanting semua peralatan make up yang ada di meja riasnya, lalu menyungkurkan kepala di atas meja itu, sambil menatap kamera dengan tatapan kosong. Tiba-tiba Hastu (suami Farah), keluar dari kamar mandi, sambil membenarkan gesper celana dan merapihkan kemeja yang dikenakannya.

HASTU
Kamu kenapa lagi sih? Apa harus setiap ada masalah kamu banting-banting barang kayak gini?
FARAH
Kamu tahu apa yang sering diomongin ibu-ibu pejabat itu di belakang kita mas? Mereka selalu ngungkit-ngungkit soal Zein! Belum lagi kalau anak-anak mereka yang satu sekolah sama Aqlan ngadu tentang gimana buruknya sikap Aqlan di sekolah mas?!
HASTU
Kitakan sudah pernah bahas soal Zein berkali-kali, kamu sendiri yang bilang untuk menunda tindakan operasi sampai Zein cukup besarkan? Dan tentang Aqlan, seharusnya itu bisa jadi cermin diri dan motivasi supaya kamu bisa lebih bertanggungjawab sebagai seorang ibu. Anak nakalkan gak mungkin tanpa sebab. Tugas kamu untuk menjadikannya baik.
FARAH
Terus aja salahin aku! Aku capek mas, kenapa Allah gak kasih kita anak selucu Suisen?! Kenapa harus seorang bayi yang mengidap celebral palsy?! Yang bahkan untuk makan aja harus susah payah kayak gitu, ibu mana yang tega lihat bayinya menderita kayak gitu mas?! Sejak Zein lahir satu tahun lalu, aku gak bisa fokus ngurus Aqlan mas. Kamu paham gak sih posisiku?!

Hastu yang sibuk bermain handphone lalu mulai mendekati Farah, meletakkan handphonenya di atas meja dekat kepala Farah, dan mengusap tempurung kepala istrinya itu.

HASTU
Terus kamu maunya gimana?

Farah hanya mendanga, menatap suaminya dengan penuh kesedihan.

INTERCUT:

INT. DEPAN PINTU DI LUAR KAMAR FARAH — DAY

Seorang ajudan berjalan mendekati pintu kamar Farah, dan mengetuk pintu.

AJUDAN
Permisi Pak Hastu, mobil sudah siap

CUT BACK TO:

HASTU
Oh, ya. Sebentar lagi saya keluar.
AJUDAN
Baik pak.

Ajudan tersebut lalu pergi meninggalkan kamar Farah.

CUT TO:

FARAH
Kamu gak makan malam di rumah lagi nanti?
HASTU
Maaf, kamu tahu aku sibukkan?

CUT TO:

MONTAGE:

  1. Panggilan masuk di handphone Hastu, atas nama Cherry, dengan foto profil wanita cantik yang terpop-up di layar handphonenya.
  2. Farah melirik ke arah sumber bunyi.
  3. Hastu dengan cepat mengambil handphone itu, dan mengangkatnya sambil berjalan ke luar kamar, tanpa berpamitan kepada istrinya.

CUT TO:

EXT. MEJA CAFE OUTDOOR — DAY

Anya dan Keykan duduk di meja dengan beberapa hidangan makan siang yang sudah tersaji. Lusi juga datang, tapi dia duduk di meja dalam cafe, sambil mengurus baby Suisen. Keykan terlihat sibuk menelepon Farah, sementara Anya sedang asyik live instagram dengan mengeksplor keindahan kulit wajahnya.

ANYA
Kak, itu kulit bisa gak ada bruntusan di kening gitu gimana sih caranya? Hahaha, aduh, makasih ya untuk pertanyaannya. Sebenarnya jawabannya simple, kalian tinggal main aja ke klinik kecantikanku. Nanti hasilnya bisa kayak gini juga.

CUT TO:

Anya menyodorkan kamera handphonenya ke arah Keykan yang selalu terlihat muda dengan oversize stylenya, untuk memperlihatkan keindahan wajah sahabatnya itu dari jarak dekat.

ANYA
Key, look at me!
KEYKAN
Eh? ini pasti live IG ya? ahaha.
ANYA
Iya dong haha, ini dia guys wajah mulus dan cantik karya klinik kecantikan aku.
KEYKAN
Nah iya, bolehlah dicoba. Jangan lupa transfer ke gue biaya endorsenya ya!... Eh? Halo? Ya ampun Faraaah, lu kemana aja sih, gue telp dari tadi lho!

INTERCUT TO:

EXT. RUANG TENGAH RUMAH FARAH — DAY

Farah melirik handphone, lalu menyeka air matanya sambil memberikan Zein kepada baby sitternya setelah selesai diberi asi. Farah menghela napas, dan mulai menata notasi bicaranya agar terdengar seceria mungkin.

FARAH
Ya ampun, maaf, maaf. Gue baru selesai ngurusin Zein nih, you knowlah

CUT BACK TO:

KEYKAN
Iya santai, yang penting lu okaykan?
FARAH
I'm okay, in shaa allah sebentar lagi gue otw. Pesenan gue jangan lupa hehe.
KEYKAN
Syudah beeeeib!

CUT TO:

EXT. MEJA CAFE OUTDOOR — DAY

Anya memamerkan keindahan kulit tangannya sambil mencoba membandingkan putihnya kulit dia dengan cangkir kopi pesanannya.

ANYA
Nah, kelihatankan putihnya kulit hasil perawatan di klinik kecantikanku? Padahal cangkir ini tuh juga gak kalah mulus, putih, bersih, indah...

Tiba-tiba cangkir yang sedang dipegang Anya pecah menjadi berkeping-keping.

ANYA
Aaaaaaaa!

CUT TO:

Keykan yang berada agak sedikit jauh dari meja makan mereka, tiba-tiba menoleh ke arah Anya yang mulai mengalami pendarahan pada sekitar pergelangan tangan dan bahu depannya.

KEYKAN
Ya ampun Anya?!

CUT BACK TO:

FARAH
Anya kenapa?!
KEYKAN
Gue gak tahu, lu cepet deh ke sini.

CUT TO:

Keykan lalu memutus panggilan teleponnya dan bergegas menghampiri Anya yang mulai dikelilingi banyak orang.

INSERT:

  1. Lusi menatap Keykan dan Anya dari meja dalam cafe
  2. Farah melirik handphonenya yang satu lagi, yang sejak tadi sedang menyaksikan live instagramnya Anya, lalu tiba-tiba ada close up wajah Keykan sesaat sebelum menyudahi live intagramnya Anya.

Keykan mematikan live instagram di handphone Anya. Dan sibuk menghubungi ambulance sambil panik memperhatikan sekitar. Sedangkan Anya terus mengerang kesakitan.

Blank:













Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar