5. Hipotesa

FADE IN:

EXT. DI DALAM MOBIL DI PERJALANAN KE RUMAH SAKIT — NIGHT

Keykan mengendarai mobil mamanya, sementara Farah duduk di belakang,menemani Anya yang masih histeris karena suaranya hilang. Jalanan masih ramai, tapi suasana di dalam mobil terasa kalut dan mencekam. Keykan tiba-tiba membanting kemudi ke tepi jalan, sambil menginjak rem kuat-kuat.

INSERT:

  1. Ban mobilnya berhenti di sebuah lubang yang nanti akan membuat mobilnya susah bergerak.
FARAH
Astaghfirullah! Kenapa Key? Kok tiba-tiba berhenti?
KEYKAN
Sumpah ya, ini tuh udah keterlaluan banget!
FARAH
Siapa?
KEYKAN
Lusilah, siapa lagi?!
FARAH
Yaudah, kita bahas itu nanti. Yang penting Anya diperiksa dulu sekarang.
KEYKAN
Main dukun dimana sih tuh anak?! Lihat aja, besok pagi bakal gue seret tuh anak ke polisi. Gila apa dia?!

Anya tiba-tiba berhenti menangis. Dia hening. Farah dan Keykan pun menoleh ke arah Anya dan lalu ikut menghening. Melihat dari pergerakan bola mata Anya yang sepertinya sedang mengikuti sesuatu, Keykan dan Farah senggol-senggolan sambil berbisik.

FARAH
Kenapa lagi dia?
KEYKAN
Gak tahu, tapi gue jadi merinding nih!
FARAH
Nya? Anya? Are you okay?

Anya tidak menggubris, tatapannya tetap fokus ke suatu objek kasat mata yang sepertinya sedang mendekat.

FARAH
Key.. Key.. cabut Key.. cabut cabut!

Keykan berusaha menggerakkan mobilnya, namun posisi ban mobil yang terjebat dalam lubang membuat suara mesin semakin kisruh di tengah kepanikan. Hanya Anya yang tetap hening, namun matanya masih mengintai.

FARAH
Key ayo key! Makin gak beres nih kayaknya?! Ayo cepetan key! Ini kenapa lagi sih?!
KEYKAN
Shittt, ban mobilnya nyangkut, gak gerak sama sekali ini mobil!
FARAH
Hah? Terus gimana?
KEYKAN
Lu turun!
FARAH
Maksud lo?!
KEYKAN
Ya lu turun sekarang, terus bantu dorong mobilnya rah.
FARAH
Gila ya lu? Mana kuat gue?!
KEYKAN
Ya atau lu turun, terus cari bantuan sekitar gitu loh. Atau lu hadang mobil yg lagi lewat aja. Lu kan istri pejabat, pasti banyak yang kenalkan?!
FARAH
Gak sekalian lu aja yang turun? Lu kan artis?!

Keykan berhenti memaksa laju ban mobilnya dan lalu mematikan mesin mobi. Suasana mulai hening.

KEYKAN
Sumpah ya rah, kita tuh gak ada waktu buat debat.
FARAH
Yaudah, tapi sebentar, gue puterin bacaan quran dulu biar lu aman di dalam berdua Anya yang lagi begini.

CUT TO:

Sebelum turun, Farah mengambil ponsel dari dalam tasnya, sembari membuka youtube untuk menyetel ayat-ayat qursi atau semacamnya.

MONTAGE:

  1. Farah tergesa-gesa mengeluarkan handphone dari dalam tas.
  2. Ada pesan masuk dari nomor orang suruhannya tadi.
  3. Saat Farah membuka pesan ini dan terhening sesaat, Keykan memintanya kembali untuk segera turun.
  4. Farah yang gugup pun segera menutup pesan masuk itu dan langsung asal meng-klik video youtube yang muncul di beranda. INSERT: Video 'al matsurat petang'.
  5. Farah meninggalkan handphonenya di dalam mobil, dan lalu keluar untuk mencari bantuan.

CUT TO:

EXT. PINGGIR JALAN — NIGHT

Farah menyusuri pinggir jalan sambil menangis. Bukannya mencari bantuan, Farah justru duduk tersimpuh di tepian jalan yang sepi. Sebuah mobil lalu berhenti tidak jauh dari posisinya. Hastu turun dari mobil, dan menghampiri istrinya.

HASTU
Farah?
FARAH
Mas?
HASTU
Kamu ngapain di sini malam-malam? Mau bikin konten bareng satpol pp lagi?
FARAH
Mas, sumpah aku tuh semalam..
HASTU
Iya, aku udah tahu. Sore tadi aku udah dengar langsung kronologinya dari polisi yang bersangkutan.
FARAH
Maaf mas
HASTU
Aku yang minta maaf.

Farah ingin memeluk pinggul suaminya yang berdiri di sampingnya, tapi Hastu justru menghindar dan hanya mengusap kepala Farah dengan senyum yang terlihat serba-salah.

HASTU
O..oh iya, kamu ngapain di sini?
FARAH
Astaghfirullah, Anya?! Aku lupa mas.

Farah lalu menarik tangan Hastu, berlari menuju mobil mamanya Keykan yang bannya terjebak lubang.

CUT TO:

EXT. PINGGIR JALAN DI MOBIL MAMA KEYKAN — NIGHT

Farah dan Hastu tiba di mobil Mama Keykan dengan terengah-engah. Di dalam mobil Keykan dan Anya terlihat sedang berdialog. Mereka berdua kaget dengan kedatangan Farah dan Hastu. Suara Anya sudah kembali saat itu.

KEYKAN
Lho? Hastu? Lu nelepon suami lu rah?
FARAH
Enggak, kebetulan suami gue lewat situ tadi... Loh, nya, suara lu udah balik?
ANYA
Udah nih, tapi leher gue masih perih banget!
FARAH
Alhamdulillah, gimana ceritanya bisa balik?
ANYA
Entahlah, tahu-tahu muncul sendiri.
HASTU
Ada apa sih sebenarnya?
FARAH
Panjang ceritanya mas, gimana kalau mas ikut kita dulu? ... Oh, atau aku bareng mas aja ya. Gapapakan guys? Kita langsung ketemu di rumah sakit tempat Reyko dirawat aja!
HASTU
Reyko dirawat? Kenapa Key?
KEYKAN
Panjang ceritanya, nanti kita bahas di rumah sakit aja.
FARAH
Ayo mas!
HASTU
Eh? Emm, kamu bareng temen-temen kamu aja ya.
FARAH
Kenapa?
HASTU
Itu.. aku.. mm.. oh iya, aku masih harus ketemu orang dulu.
ANYA
Ketemu siapa malem-malem gini lu?
HASTU
Haha, urusan negara, biasalah. Yaudah aku nanti nyusul ya, kamu kirim aja nama rumah sakit dan nomor kamarnya Reyko!.. See you guys!
FARAH
Mas tunggu..
HASTU
Kenapa lagi?
FARAH
Ban mobilnya...
HASTU
Astaga, yaudah aku telepon supir dan ajudan untuk nyusul ke sini dulu. Kamu masuk mobil aja dulu, biar aku yang nunggu mereka di luar.

Hastu terlihat panik dan tidak nyaman dengan posisinya sendiri. Farah merasa curiga, tapi ia tetap berusaha untuk terlihat santai. Tidak lama setelah itu, supir dan ajudan Hastu datang, mobil mama Keykan pun bisa kembali jalan. Hastu pun lantas pergi, memisahkan diri dengan rombongan istrinya.

CUT TO:

INT. KAMAR RAWAT INAP VIP REYKO — NIGHT

Reyko masih terbaring di tempat tidurnya sambil mendengar kronologi kejadian tadi dari Keykan dan Farah. Sementara Anya sedang duduk di sofa kamar Reyko, menjalani penanganan pertama pada luka-luka di lehernya oleh seorang perawat, didampingi Gleo yang batal ke luar negeri karena mendadak demam tinggi dan flu berat.

KEYKAN
Pokoknya kita besok harus ke polisi, harus!
REYKO
Gak sesimple itu dong sayang, minimalkan kita harus bawa barang bukti ke sana.
FARAH
Reyko ada benarnya Key, kalau kita cuma datang dengan membawa bukti luka-luka yang dialami Anya dan Reyko, tapi tidak bisa memberikan bukti lain yang terkorelasi dengan dugaan tersangka kita, polisi mana bisa terimakan?!
ANYA
Masa sih gak bisa? Minimalkan bisalah polisi manggil Lusi buat diintrogasi!
GLEO
Uhuk uhuk.. Sebentar deh, kenapa sih kalian yakin banget kalau Lusi pelakunya?
FARAH
Aku sebenarnya justru belum yakin sih.
KEYKAN
Apanya lagi sih yang bikin ragu? Jelas-jelas dia ada di semua kejadian yang menimpa kitakan?!
ANYA
Setuju! Inget gak si lu pas tangan gue berdarah-darah di cafe karena gelas yang gue pegang tiba-tiba pecah?!
KEYKAN
Nahkan?! Pas kamu hampir ketabrak motor juga diakan di sana sayang! Belum lagi kejadian di rumah mama tadi!!!
GLEO
Tapi gimana sama teror yang kita alamin pulang dinner itu honey? Di rumah itukan gak ada Lusi. Uhuk.. uhuk
REYKO
Mimpi-mimpi buruk kamu juga gimana? Masa sih Lusi bisa ngendaliin mimpi?!

Hastu tiba-tiba masuk dengan pakaian lengkap dinasnya, tanpa didampingi ajudan.

HASTU
Ada teror apa sih?
REYKO
Weeyyooo pakgub, long time no see!
GLEO
Gila gila gila, pejabat negara kita jam segini masih berjas aja. Uang lembur aman bro? Hahaha Uhuk.. uhuk..
HASTU
Hahaha, lumayanlah buat modal touring ke luar pulau!
GLEO
Niceeee, style boleh tua, tapi orientasi hidup tetap mudalah ya! uhuk.. uhuk..
REYKO
Hahaha, mantaplah pakgub!

Hastu lalu duduk di sofa bersama Gleo dan Anya. Perawat keluar karena sudah selesai memerban luka di leher Anya. Sementara Farah dan Keykan tetap duduk di kursi yang lebih dekat ke arah ranjang.

HASTU
Jadi sebenarnya ibu-ibu sosialita ini ada masalah apa sih gerangan?

Farah hanya terdiam, ia mulai merasa canggung dengan suaminya sendiri.

KEYKAN
Lu tahu baby sitter yang kerja sama gue tu?
HASTU
Tahu, tapi lupa mukanya.
KEYKAN
Dia main dukun tu! Dan parahnya lagi, dia neror kita bertiga pakai sihir-sihir gitu!
HASTU
Bertiga? Kamu juga diteror?

Hastu menunjukkan kekhawatirannya kepada Farah, sekaligus menunjukkan ketidakperhatiannya terhadap istri dan keluarga selama ini.

ANYA
Seriously lu gak tahu kalau istri lu di teror?
KEYKAN
Sumpah sih couple goalsnya netizen bisa semiscom ini? Lu kemana aja tu?!
GLEO
Gue sama Anya bahkan udah ngalamin sendiri loh betapa horrornya teror itu, uhuk.. uhuk..
REYKO
Maklumlah, Farahkan nomer dua sekarang, nomer satunya negara! haha

Hastu tertawa, tapi wajahnya asam, antara tersinggung dan malu sendiri dengan keburukan sikapnya terhadap keluarga. Farah lalu menyela, berjalan mendekati Hastu untuk melindungi image suaminya.

FARAH
Suami gue bercanda guys! Dia sebenarnya tahu masalah-masalah gue, cuma emang gue gak pernah ngaitin masalah itu ke hal-hal ghaib gini, makanya kita selalu diskusiin itu sebagai masalah biasa. Yang semalam kita diskusiin itu lho mas.
HASTU
O..oh.. oh iya, kalau yang soal semalam aku ingat. Tapi emang itu ada kaitannya ya sama hal-hal mistis gini?
KEYKAN
Emang kalian bahas apa semalam?
FARAH
Mmm, itu.. mm.. soal Zein.
KEYKAN
Hah? Kenapa sama Zein? Masa Lusi ngincer Suisen dan Zein juga sih? Psikopat ya tuh orang?!
ANYA
Tungu tunggu tunggu.. Jangan-jangan Zein kecil-kecil gitu bisa autis karena kerjaannya Lusi juga ya? Anak lu berduakan lahirannya deketan. Timingnya mirip-mirip sama kedatangan Lusi di hidup kita gak sih?!

Farah sedang menahan emosinya, ia paling tidak suka autisnya Zein dijadikan perbincangan. Sementara itu Gleo yang menyadari perubahan mimik wajah Farah pun langsung menyenggol Anya agar berhenti. Hastu menatap Farah yang kini duduk di sampingnya. Farah lalu meneteskan air mata, menatap dalam Anya sepintas, lalu pergi ke luar.

HASTU
Farah? Rah? Farah kamu mau kemana? ... Guys sorry gue duluan ya!

Reyko menepuk jidatnya, Keykan melempar gumpalan tisue ke arah Anya, Anya menggigit jari, sementara Gleo bersandar ke sofa seolah demam dan flu yang sempat hilang tadi pun kembali datang dan dengan gejala yang lebih hebat. Semua hening, kecuali dentum jarum jam.

CUT TO:

INT. LORONG RUMAH SAKIT — NIGHT

Hastu berhasil menyusul Farah yang berlarian sambil menangis.

HASTU
Farah.. Hei.. Farah stop!

Hastu menarik tangan Farah dengan suara yang tidak seketus biasanya.

HASTU
Kamu kenapa? Itukan teman-teman kamu sendiri? Kenapa kamu harus sesensitif ini sama ucapan mereka?!

Farah masih tidak mau menjawab, dia hanya memeluk suaminya sambil sesekali memukul pelan dada Hastu yang didekapnya.

HASTU
Kamu mau sampai kapan kayak gini?
FARAH
Aku gak suka penyakit Zein diungkit-ungkit mas! Kenapa juga teror yang mereka alamin harus dikait-kaitin sama Zein?!

Hastu mulai melepaskan diri dari pelukan Farah, lalu dengan cemas Hastu menatap mata Farah.

HASTU
Teror apa sih yang sebenarnya terjadi? Kamu diteror apa? Kenapa kamu gak pernah cerita?!
FARAH
Emang kamu pernah kasih aku waktu buat cerita? Semenjak kamu jadi bupati, kamu tuh berubah mas! Kamu mana pernah peduli sama keluarga?! Udah setahun sejak Zein lahir, setahun juga sejak kamu pertama kali menjabat jadi bupati, dan setahun juga sejak terakhir kali Aqlan gak naik kelas. Coba sekarang kamu sebutin satu aja perkembangan apa yang kamu tahu tentang Zein dan Aqlan selama setahun ini mas?!

Hastu yang semula cair, kini mulai kembali geram dengan ucapan Farah. Hastu melepaskan bahu Farah dari genggamannya, dan mulai kembali bersikap arogan.

HASTU
Kamu bisa gak sih stop jadi drama queen?! Kamu pikir kamu doang yang berjuang selama ini?! Kita ini suami dan istri, kita punya jobdes yang berbeda. Kamu harus paham dong dengan itu, jangan mau dianggap paling berjasa terus!!! Kamu pikir, kamu ada di posisi sekarang dan bisa bergaul sama cewek-cewek sosialitas seperti Anya dan Keykan itu karena siapa?!
FARAH
Terserah ya mas, susah kalau ngomong sama orang yang gak mau instropeksi diri!

Farah lalu pergi meninggalkan Hastu. Kali ini Hastu tidak mengejar. Dia memilih diam di tempat untuk meluapkan kekesalannya. Sambil sibuk menonjoki tiang; Hastu menyempatkan diri untuk menelepon ajudannya.

INTERCUT:

EXT. PARKIRAN MOBIL DI RUMAH SAKIT — NIGHT

Ajudan dan driver yang menunggu di parkiran mobil sedang asik berbincang di luar mobil. Tiba-tiba panggilan masuk Hastu terdengar dari handphone ajudan.

AJUDAN
Halo pak

CUT TO:

INT. LORONG RUMAH SAKIT — NIGHT

Hastu berkomunikasi di telepon sambil membuka jas dan dasinya, ia sibuk merenggangkan kancing yang melingkar di lehernya.

HASTU
Tolong antar istri saya pulang, dia lagi jalan menuju parkiran. Cegat dan paksa dia agar mau kalian antar. Tapi ingat, jangan berbuat kasar dan jangan sampai menimbulkan keributan.

CUT TO BACK:

EXT. PARKIRAN MOBIL DI RUMAH SAKIT — NIGHT

AJUDAN
Bapak bagaimana?
HASTU
Lakukan saja yang saya minta. Jangan lupa pindahkan koper yang ada di kursi belakang ke bagasi mobil!
AJUDAN
Siap laksanakan pak.

CUT TO:

INT. LORONG RUMAH SAKIT — NIGHT

Hastu duduk terpuruk dengan pakaian yang semakin berantakan. Suasana lorong sepi dan hanya ada dia sendiri, berbicara dengan dirinya sendiri.

HASTU
Mungkin emang harusnya dari awal aku gak terima tawaran ini. Cita-cita aku yang pengen ngelayakin hidup kamu malah justru jadi ngehancurin kamu sehancur ini!

BLANK:

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar