2. Peringatan Pertama!

FADE IN:

INT. RUANG RAWAT INAP VIP — NIGHT

JUMP CUT TO:

  1. Jam dinding rumah sakit yang terus berdentum.
  2. Gleo, suami Anya tertidur di samping ranjang pasien tempat Anya berbaring.
  3. Anya sibuk berselancar di media sosial dan membaca satu persatu berita terupdate tentangnya.
  4. Judul berita 1; 'Dokter Kecantikan Mendapat Serangan Mistis'
  5. Judul berita 2; 'Detik-detik Anya Levitamara Terkena Sihir'
  6. Judul berita 3; 'Siapa Dalang Di Balik Serangan Ghaib Yang Menimpa Anya?'
  7. Judul berita 4; 'Anya Diincar Makhluk Halus'
  8. Judul berita 5; 'Kebangkitan Setan Dalam Dunia Entertainment'
  9. Anya melirik jam dan jam masih berputar setelah lebih dari tiga puluh menit Anya memandangi layar handphonenya.
  10. Gleo masih tertidur di samping ranjang pasien Anya.
  11. Anya mulai berkeringat takut, imajinasinya muncul, matanya terus terbelalak membaca setiap judul berita yang memadati notifikasi instagramnya.

CUT TO:

Knop pintu kamar Anya bergerak cepat, dan dengan perlahan-lahan mulai terbuka. Menimbulkan bunyi dernyit yang agak mistis. Tapi kemudian, Farah dan Keykan masuk, mereka datang membawa snack pesanan Anya.

CUT TO:

Anya ketakutan, ia mulai parno karena tersugesti hal-hal mistis yang diberitakan tentangnya.

ANYA
Aaaaaaa!

Gleo terbangun kaget. Farah dan Keykan ikut kaget, lalu bergegas masuk dan mendekati Anya.

GLEO
Hi beb? Are you okay? What happened?
FARAH
Astaghfirullah nya, lu kenapa? Lu lihat apa?
KEYKAN
Anya? Heeey? Tenang nya, ada kita di sini.

Anya lalu tersadar dari imajinasinya, dan mulai tenang. Anya lalu memeluk Gleo.

GLEO
Are you okay?
ANYA
I hate this!

Anya menyodorkan handphonenya yang menampilkan beberapa judul berita mengerikan tentang dirinya. Gleo, Farah, dan Anya tertegun sesaat setelah membacanya.

GLEO
No, it's okay. Please don't think about that honey! Mereka cuma cari sensasi.
KEYKAN
Benar nya, lagian apaan sih ini?! Sampah banget beritanya! Insiden tadi siang itukan bisa aja cuma gara-gara kopi kamu yang terlalu panas.
FARAH
Iya nya, in shaa allah apa yang lu takutin saat ini tuh cuma halusinasi aja kok. Tadi siang mungkin cuma kebetulan. Pasti ada penjelasan ilmiahnya.
ANYA
Enggak, bukan gitu! Honey, please tell them how you got this wound!

Anya menunjuk perban di pelipis Gleo.

GLEO
No honey...
ANYA
Please!
KEYKAN
Hi both, what's up?!

FLASHBACK:

INT. RUANG TENGAH RUMAH ANYA — NIGHT

Anya dan Gleo baru pulang dinner, Anya memasuki rumah sambil live instagram, Gleo berjalan membuntut di belakang Anya sambil sesekali in frame.

GLEO (O.S)
Gue gak yakin apa yang terjadi malam itu, kejadiannya tiga hari yang lalu. Kita baru banget sampai rumah, pulang dinner. Dan waktu itu...
ANYA
Thank you for candlelit dinnernya sayaaaang! Sini dong in frame.
GLEO
Hahaha, my pleasure dear.
ANYA
Kebahagiaan itu selalu datang di waktu yang tepat ya guys! Jadi gue pesen banget buat kalian yang belum nikah meskipun udah berumur; just enjoy your life. Look at me, saking sibuknya gue kerja, ngejalanin bisnis kecantikan gue, ngerintis klik yang sekarang mayoritas pelanggannya udah artis-artis dan pejabat papan atas... gue sampai baru sempet nikah tahun lalu, di usia gue yang ke 35 tahun. And you know how many questions i got about 'kapan nikah?', but in the end, everyone will find their own happy ending. Like me, and i got the perfect husband!

Di tengah tangga menuju lantai dua, Gleo mendadak kesulitan bernapas, Anya sempat mematikan live instagramnya sebelum sempat terlihat panik oleh publik.

GLEO (O.S)
Tiba-tiba gue susah nafas, padahal gue gak punya riwayat asma, and it's different from a heart attact, it's feel like something mysterious.

Beberapa bingkai piagam penghargaan bisnis Anya yang terpasang di lantai satu seketika berjatuhan, dan menimbulkan gaduh bunyi pecahan beling. Anya reflek membopoh Gleo ke lantai dua dengan penuh rasa panik dan takut, namun di tengah langkah keduanya, Anya tiba-tiba bersikap di luar kendali, ia melepaskan genggaman Gleo yang sedang bertumpu padanya, lalu meringkuk histeris, dan menangis tanpa sebab.

GLEO (O.S)
Waktu Anya ngelepasin pegangannya dari gue dan mendadak jongkok, terus nangis histeris, ya gue jatuh. Terguling-guling ke dasar lantai satu. Dan semuanya mendadak tenang. Mungkin karena gue yang pingsan? Atau Anya yang pingsan? I'm not sure because everything happened so fast.

CUT TO:

INT. RUANG RAWAT INAP VIP — NIGHT

Farah dan Keykan tertegun mendengar cerita Gleo. Keykan menarik kursi ke samping ranjang, lalu duduk dan mulai bercerita dengan suara pelan, seperti berbisik.

KEYKAN
Sumpah ya, gue belakangan ini juga ngalamin gangguan mistis sih sebenarnya..
FARAH & ANYA
Serius?
KEYKAN
Iya, dan kalau ternyata kita bertiga ngalamin hal yang sama. Itu berarti, mungkin ada kaitannya sama konten reels kita yang sempet jadi trending topic. Kalian inget gak sih? Itu kontenkan kita buat sebelum gue lahiran.
FARAH
Oh, yang 'seharian buang uang buat triple date bareng bestie' itu ya?
KEYKAN
Benar! Itu reels mendadak booming bangetkan?! Dan habis itu followers kita langsung melejit drastis gak sih?! Banyak orang yang ngejadiin persahabatan kita tuh trend center, kita bahkan dijulukin couple goals sama suami-suami kitakan?!

Anya, Farah, dan Keykan mulai mengingat ulang isi konten reels mereka saat itu.

CUT TO:

MONTAGE:

  1. Anya, Farah, dan Keykan beserta suami mereka masing-masing, perawatan di salon Anya.
  2. Lalu mereka bersama-sama pergi ke butik, membeli baju baru yang langsung dipakai untuk kencan hari itu.
  3. Mereka menyewa bioskop untuk triple date.
  4. Lunch bareng di restoran mewah.
  5. Sewa pesawat pribadi keliling bali.
  6. Menimkati senja di pinggir pantai sambil candlelit dinner dengan alunan musik yang dimainkan para pemusik.

CUT TO:

GLEO
And then?
ANYA
Oh My Godness, honey!
GLEO
What?

Anya, Farah, dan Keykan saling bertatapan, seolah sepemikiran. Keykan lalu celingak-celinguk, dan mulai berbisik.

KEYKAN
Ada kemungkinan, kalau dalang di balik serangan ghaib kita ini adalah salah satu di antara followers kita!
FARAH
Aku juga mikir gitu sih... Astaghfirullahaladzim, zaman sekarang masih aja ya ada yang main dukun gitu..
ANYA
Oke fixed, nanti begitu gue sembuh. Kita mulai buat laporan ke polisi! Gila kali ya! Kriminalitas nih! Pokoknya, kita harus buat pelakunya dapet hukum pidana yang setimpal!

Farah memalingkan pandangannya ke arah jam dinding, dan mulai terlihat gelisah. Farah tidak terlihat semenggebu-gebu Anya dan Keykan.

GLEO
By the way, serangan mistis yang lu alamin emangnya kayak apa rah?
FARAH
Hah? Gue? Ba..ba..banyak!
KEYKAN
Lu dimimpiin buruk juga gak kayak gue? Gue sampai takut tidur gila! Karena setiap gue tidur, gue pasti mimpi buruk!
FARAH
O..ooh.. a..ahhh, iya, sama! E..eh, ngomong-ngomong, lu gimana bisa sembuh dari sesek napas malam itu O?
GLEO
Oh ituu, i don't know. Seinget gue, malam itu Anya cuma kasih gue minum, itupun pakai air minum bekas gelas dia, yang emang ada di atas meja rias, yang paling deket dari dia. Gue tahu dia juga pasti takut banget ke dapur pada saat itukan. Jadi yaudah, gue gak banyak protes. Tapi habis itu, gak sampai semenit, sesek napas gue entah kenapa emang langsung hilang juga sih.
KEYKAN
Hahaha kocak

Suasana mulai mencair, rasa tegang perlahan pudar seiring dengan dialog mereka yang out off the topic.

ANYA
Hahaha, seriously, guekan takut ya. Apalagi habis piagam dan sertifikat yang gue pajang di lantai satu pada jatuh gitukan, ya gak mungkin juga gue turun ke dapur dong!

Semua tertawa dengan lepas, kecuali Farah. Ia terlihat ingin segera meninggalkan rumah sakit itu untuk menyelesaikan urusannya yang lain. Farah terus mengamati perputaran jarum jam dengan napas yang semakin terdengar berat.

CUT TO:

EXT. DI PERJALANAN PULANG DI DALAM MOBIL KEYKAN — NIGHT

Farah dan Keykan akhirnya meninggalkan RS. Keykan mengemudi mobilnya sendiri, dan akan mengantarkan Farah pulang dengan mobil barunya itu.

KEYKAN
Far, menurut lu firasat gue bener gak sih soal hal-hal mistis yang menimpa kita hampir berbarengan ini?

CUT TO:

Farah terlihat sibuk membaca pesan masuk di handphonenya.

INSERT:

  1. Layar ponsel yang menampakkan nama 'Sri Baby Sitter'.
  2. Isi percakapannya dimulai dari Farah yang menanyakan apakah suaminya sudah pulang, sebanyak dua kali (saat masih di RS, dan beberapa menit lalu), dan Sri masih dengan jawaban yang sama 'belum pulang bu'.
  3. Lock screen menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

CUT TO:

Keykan mulai terlihat cemas dengan sikap Farah yang murung.

KEYKAN
Rah? Are you okay?
FARAH
Hah? Apa Key?
KEYKAN
Lu lagi ada masalah?
FARAH
Enggak, suami gue cuma belum pulang. Gue jadi agak kepikiran aja.
KEYKAN
Oalah, santai Rah. Gue tahu ini mungkin hal yang baru bagi lu. Tapi menurut gue itu wajar kok, apalagi suami lu kan emang belum lama dilantik jadi wakil bupati, jadi pasti masih banyak banget hal yang harus dipelajarin. Mungkin juga harus penyesuaian diri sama circle habbitnyakan?

Farah tidk merasa puas dengan jawaban Keykan, tapi dia berusaha menahan dirinya dari menceritakan kecurigaannya terhadap suami. Farah mulai mengalihkan pembicaraan dengan pura-pura mengangguk setuju.

FARAH
Eh by the way, ini mobil baru lu yaaaa?
KEYKAN
Hahaha, apaan sih, netizen banget.

Farah mulai memperhatikan dengan jeli, setiap sudut dari mobil Keykan, dengan wajah bahagia.

FARAH
Wahhh, ini sih fixed suami lu so sweet banget. Tahu aja selera istrinya... Tapi sumpah loh, ini nyaman banget mobilnya. Keren keren keren, couple goals banget emanglah kalian ini!
KEYKAN
Hahaha, suami lu juga....

CUT TO:

Belum selesai Keykan berbicara, tiba-tiba salah satu ban mobil Keykan meledak. Farah dan Keykan menjerit kaget. Mobil mereka terpaksa terhenti di suatu jalan yang sepi dan gelap.

CUT TO:

Sambil ketakutan, Farah dan Keykan ragu-ragu untuk turun dan memeriksa ban mobil.

KEYKAN
Rah... apaan lagi sih ini?
FARAH
Astaghfirullah'adzim, gue gak tahu Key..
KEYKAN
Kayaknya ban mobil gue pecah.
FARAH
Serius? Terus kita gimana?
KEYKAN
Turunkah?

CUT TO:

Langkah kaki seseorang yang berlari, lalu mendadak terhenti di pertigaan, dan berbelok mendekati mobil.

CUT TO:

Keykan dan Farah mendengar suara langkah kaki itu sambil saling bertatapan. Mereka tidak berani menoleh ke jendela mobil, dan hanya berbicara sambil berbisik.

FARAH
Baca ayat qursi.. baca ayat qursi!
KEYKAN
Gue gak hafaaaal!
FARAH
Ikutin gue.. ikutin gue! Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim

CUT TO:

Sosok siluet yang terlihat sudah berada di samping kursi penemudi. Dia diam berdiri sesaat, lalu perlahan mulai mendekatkan wajahnya ke arah jendela, untuk mencuri pandang sesuatu yang ada di dalam mobil.

CUT TO:

Farah yang menghadap ke arah Keykan pun menyadari siluet yang ada di belakang Keykan. Tapi karena suasana yang gelap, wajah dari siluet itu tidak terlihat. Sambil terus membaca ayat qursi, Farah mulai terlihat panik, sambil memberi kode kepada Keykan tentang sosok itu.

CUT TO:

Siluet ini lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Sebuah senter yang dalam kegelapan terlihat seperti sebuah senjata tumpul. Dan tiba-tiba, polisi yang sedang berpatroli itu menyenteri bagian dalam mobil sambil menggedor kaca jendela.

POLISI
Hei! Ayo keluar! Ngapain kalian malam-malam di sini?! Ayo ayo keluar!

CUT TO:

Keykan dan Farah yang sempat terkaget histeris dengan suara pak polisi ini, perlahan mulai sadar dan menatap polisi itu dari dalam mobil. Dengan ragu Keykan membuka jendela mobilnya.

KEYKAN
A..aa..anda polisi?
POLISI
Ya, kalian sedang apa di sini?

Polisi tersebut mengenali wajah Farah dan langsung memberi hormat.

POLISI
Lho, ibu Farah?
FARAH
Iya pak.
POLISI
Maaf tadi saya membentak. Saya dan tim sedang patroli di sekitar daerah ini. Tadi kami sedang mengejar segerombolan anak muda yang sepertinya mengoplos minuman. Dan tiba-tiba saya melihat mobil ini berhenti di pinggir jalan yang gelap ini. Saya kira ada apa-apa. Sekali lagi saya minta maaf.
FARAH
Iya, tidak apa pak. Kami justru berterima kasih bapak datang. Sejujurnya ban mobil kami mendadak pecah. Dan belakangan, ada teror yang mengusik kami. Jadi tadi kami sempat ketakutan untuk keluar mobil dan mencari bantuan.
POLISI
Teror? Apa Hastu tahu soal ini bu?

Farah sejenak terdiam, dia ragu untuk menjawabnya, karena sebenarnya ia merasa belum pernah mendapatkan teror apapun dari seseorang. Lagipula hubungannya dengan suami sedang buruk.

FARAH
Saya belum cerita.
POLISI
Baik, izin saya memanggil pasukan untuk mengantar ibu dan rekan ibu ke rumah dengan selamat.
FARAH
Silahkan.

Polisi tersebut menggunakan HTnya untuk memberi instruksi kepada pasukannya agar segera membawa mobil patroli ke lokasi. Mobil pun datang dan mereka dibawa dengan mobil patroli tersebut.

CUT TO:

Seseorang mengambil gambar video saat Farah dan Keykan memasuki mobil patroli, seperti sedang diringkus aparat.

BLANK:



Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar