Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Menaklukan Anak Susah Makan dengan 4 Langkah Jitu

Menaklukan Anak Susah Makan dengan 4 Langkah Jitu

INDOZONE.ID - Aksi mogok makan yang dilakukan si kecil membuat ibu pusing dan kewalahan. Meski menggemaskan, ini menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu agar si kecil mau makan. Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak adalah perilaku tutup mulut anak usia dini yang terjadi pada periode makan di kesehariannya. 

GTM juga memiliki makna yang sama seperti picky eating yang termasuk feeding disorder atau gangguan makan.

Berdasarkan sebuah riset, pemberian makan pada anak sering menjadi tantangan bagi setiap orang tua. Masalah makan pada balita dan anak usia dini terjadi setidaknya 26,9 persen dan 15 persen diantaranya karena anak-anak ini sangat selektif dalam memilih asupan makanan. 

Berikut tips untuk orang tua menghadapi masa-masa 'susah makan' pada si kecil.

1. Melakukan konsultasi pada pakar gizi guna mengetahui takaran asupan makanan

Ilustrasi pakar giziIlustrasi pakar gizi (Pixabay/LinkedIn Sales Navigator)

Orang tua bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pakar atau ahli gizi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang penanggulangan GTM anak.

Misalnya, bagaimana sikap orang tua saat anak sudah makan, menu apa saja yang harus diberikan, berapa jumlah makanannya, kapan waktu yang tepat untuk memberi makan anak dan masih banyak lainnya yang bisa ditanyakan.

2. Percaya diri dengan semua yang telah dilakukan

Ilustrasi percaya diriIlustrasi percaya diri (Pexels/Visionpic)

Stop membanding-bandingkan kemampuan diri sendiri dengan orang lain. Saat anak GTM, orang tua nggak perlu merasa gagal karena belum memberikan yang terbaik pada si kecil. Tumbuhkan kepercayaan diri, agar kamu tidak dikuasai oleh stres.

Buatlah diri nyaman dan bahagia, karena itu merupakan kunci mengatasi GTM pada anak. Bahagiakan dulu orang tuanya dengan begitu anak juga ikut bahagia.

3. Mengatur waktu dengan baik

Ilustrasi anak makanIlustrasi anak makan (Pixabay/amsw photography)

Sesibuk apapun, orang tua harus bisa membagi waktu antara memerhatikan anak dengan aktivitas pekerjaan di rumah maupun di luar rumah. Kalau sudah sesuai dengan porsinya, maka perhatian untuk mengatasi GTM anak bisa terselesaikan.

4. Butuh perasaan senang? Istirahat yang cukup

Ilustrasi relaxingIlustrasi relaxing (Pexels/Elly Fairytale)

Luangkan waktu 15-30 menit untuk melakukan aktivitas agar tubuh bergerak, misalnya senam, jogging atau yoga. Kemudian, beri kesempatan pada tubuh untuk istirahat sejenak. Kesiapan tubuh yang prima sanggup menghadapi tantangan pada masa GTM anak.

"Perlu diingat, makan merupakan kegiatan belajar yang harus diiringi dengan perasaan senang. Oleh sebab itu, penting bagi anak untuk merasa nyaman dan senang saat melakukan kegiatan makan bersama orangtua," kata Carmelia Riyadhni S.Psi, Expert Partner Sahabat Ibu Pintar kepada Indozone di Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Komentar