Indahhikma Menulis artikel
@indahhikma

30 Orang Tim Medis Bakal Dampingi Observasi Kesehatan ABK World Dream

30 Orang Tim Medis Bakal Dampingi Observasi Kesehatan ABK World Dream

INDOZONE.ID - Sebanyak 188 WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) akan menjalani masa observasi kesehatan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Mereka direncanakan tiba di pulau tersebut, Jumat (28/2/2020) mendatang. Selama menjalani observasi, mereka didampingi oleh tim kesehatan.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Achmad Yurianto menerangkan total tim kesehatan yang mendampingi para WNI adalah 30 orang. Mereka terbagi menjadi beberapa subteam. Ada subteam pemantauan suhu, subteam kesehatan lingkungan, subteam surveilans, dan subteam layanan medis.



"Subteam pemantauan akan mengukur pemantauan suhu, polanya sama dengan observasi di Natuna, pagi dan sore. Lalu subteam kesehatan lingkungan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan, pengelolaan sampah, termasuk pengawasan dapur dan kualitas bahan makanan," ujar Yurianto melalui telekonferensi, Selasa (25/2/2020) di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan.

Selanjutnya untuk subteam surveilans akan bertugas melakukan pencatatan, pengukuran, dan pengolahan data yang akan digunakan sebagai bahan kebijakan berikutnya.

Ads in here

Lalu subteam layanan medis terdiri dari satu orang dokter spesialis paru, satu orang dokter penyakit dalam, dan beberapa orang perawat. Rencananya Rabu siang para tim akan dikirimkan ke Pulau Sebaru.



"Mereka di lokasi akan melakukan pengecekan keseluruhan. Perhitungannya adalah WNI tiba Jumat dini hari, estimasinya pukul 03.00 WIB KRI Soeharso sudah sampai dan akan menurunkan penumpang. Mereka (tim kesehatan) atur penempatan dan memulai masa observasi," ujar Yurianto.

Sementara itu, KRI Soeharso tidak akan merapat terlalu dekat dengan pulau. Hal ini dikarenakan ukuran kapal yang terlalu besar. Kapal akan melepas jangkar dan kemudian para WNI dibawa menggunakan sekoci menuju tempat observasi.



"Kapal kemudian difungsikan sebagai rumah sakit atau fasilitas rujukan manakala dibutuhkan layanan kesehatan yang lebih intensif," pungkas Yurianto.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Yang mungkin kamu suka
Komentar