Beginilah Famadihana, Ritual Dansa Ramai-Ramai dengan Mayat di Madagaskar

Beginilah Famadihana  Ritual Dansa Ramai-Ramai dengan Mayat di Madagaskar - I D Pran suku,merina,yang,tinggal,madagaskar,rupanya,punya,tradisi,unik,sedikit,menyeramkan,yaitu,berdansa,dengan,mayat,seperti,ceritanya,mari,simak,bersama
Suku Merina yang tinggal di Madagaskar rupanya punya tradisi unik dan sedikit menyeramkan, yaitu berdansa dengan mayat. Seperti apa ceritanya? Mari simak bersama.
Sumber foto header: sevenponds.com

Di Madagaskar, terpatnya di dataran tinggi agak pedalaman, terdapat sebuah suku yang bernama Merina. Suku ini, secara turun-temurun memiliki tradisi yang mereka sebut sebagai Pembalikan Tulang. Mengapa demikian? Karena mayat yang sebelumnya dikubur akan diangkat dan dimakamkan kembali dengan posisi terbalik. Namun, mengapa sampai disebut juga sebagai Dancing With the Dead di Dunia Barat? Ternyata ritual ini memang tidak hanya sekadar mengubah posisi mayat di dalam makam, tetapi juga dimeriahkan dengan ramainya pesta dansa dan arak-arakkan.

1. Prosesi Ritual Famadihana di Madagaskar
Prosesi Ritual Famadihana di Madagaskar
look4ward.co.uk
Untuk melakukan ritual ini, keluarga yang masih hidup akan membongkar makam leluhur lalu membawa mayatnya ke luar. Setelah itu, mayat akan dibuka kain kafannya dan diganti dengan kain kafan sutra yang baru. Setelah itu, pelayat, kerabat dan semua keluarga akan minum-minum, saling mengobrol, dan bahkan menari di sekitar jasad. Tidak lupa pula diiringi merdunya suara musik. Mirip seperti pesta.

Seorang antropolog bernama Dr. Miora Mamphionona mengatakan bahwa mereka akan membungkus tubuh mayat yang sudah busuk dan menari bersama mayat tersebut.

Hal ini, karena suku Merina mempercayai bahwa roh dari leluhur mereka akan kembali ke dunia ketika jasad mereka sudah terurai, alis sudah membusuh atau bahkan menjadi tulang-belulang. Selain itu, roh leluhur juga dianggap memiliki peran sebagai perantara kepada Tuhan dan berpengaruh besar pada hal-hal yang tejadi di Bumi.

Usai semua perayaan itu, sebelum matahari tenggelam, mayat akan dikubur kembali ke pemakaman dalam kondisi terbalik. Mayat tersebut biasanya dikubur di ruang bawah tanah, yang akan ditutup ketika proses selesai dan akan dibuka lagi setelah lima sampai tujuh tahun berlalu dari perayaan yang sekarang.

2. Fakta-Fakta Menakutkan pada Ritual Famadihana
Fakta-Fakta Menakutkan pada Ritual Famadihana
http://thefairytaletraveler.com
Berdansa dengan mayat saja sudah termasuk hal yang tidak umum di masyarakat, tetapi sebenarnya ritual Famadihana memiliki fakta yang lebih dari itu.

Fakta pertama, keluarga bahkan mau memakan kain bekas membungkus mayat leluhur. Dipercaya jika wanita yang mandul akan bisa memiliki keturunan jika mengambil sobekan kain pembungkus mayat dan meletakkannya di bawah bantal. Lebih ekstrem lagi, mereka bahkan mau memakannya.

Ritual Famadihana juga bukanlah sesuatu yang murah, tetapi masyarakat suku Merina rela hidup miskin demi mengadakan ritual ini. Tidak heran jika hanya keluarga berkecukupan saja yang diwajibkan untuk menyelenggarakan pesta Famadihana.

Lanjut membaca lebih mudah dengan mengunduh Aplikasi Kwikku
1 tahun 6 bulan lalu
0
Boost!
Bagikan


SARAN DARI DISCOVER
16 Fakta Menarik tentang Sosok Google Doodle Hari Ini, Virginia Woolf!
Inilah Legenda Putri Duyung dari Berbagai Penjuru Dunia, Ada yang Baik Hati sampai yang Jahat
5 Firaun Wanita Penguasa Mesir Kuno Ini Dikenal Paling Hebat dan Cantik
Pesan Gus Dur Untuk Indonesia, "Gitu aja kok repot"
Tanda-Tanda Nyata dan Mainstream Menjelang Ramadhan, Nomor 6 Paling Berfaedah !
Ngintip Lukisan-Lukisan Ustadz Sholeh Pati yang Seremnya Kebangetan
Inilah Gol-Gol Tercepat Sepanjang Masa di Liga Premier Inggris. Ada yang Cuma 9 Detik
5 Paranormal Ini Paling Populer di Dunia. Ada yang dari Indonesia, Loh
7 Label Produk Paling Absurd, Bikin Tepuk Jidat
Sudah Tahu? Ini Loh 5 Tempat di Indramayu yang Dikenal Mistis nan Angker
Tidak Hanya Punya Bollywood, India juga Miliki Urban Legend yang Cukup Unik
Deretan Lukisan Paling Mahal Sepanjang Sejarah, Harganya Bikin Tercengang