I.D.Pran Menulis artikel
@ipranastiti

Serrial Killer, Miyuki Ishikawa sang Bidan Penghilang Nyawa Ratusan Bayi dari Jepang

Serrial Killer Miyuki Ishikawa sang Bidan Penghilang Nyawa Ratusan Bayi dari Jepang
Apa jadinya jika seorang bidan yang seharusnya membantu pasien dalam melahirkan bayi, adalah penyebab utama bayi-bayi yang terlahir langsung kehilangan nyawanya?
Ketika mendengar kata bidan, kamu pasti akan terpikirkan seseorang dengan pekerjaan mulia karena jasanya membantu kelahiran bayi-bayi. Akan tetapi, seorang bidan dari Jepang bernama Miyuki Ishikawa, telah mencoreng nama baik pekerjaan seorang bidan. Bukannya membantu merawat bayi-bayi yang sudah dilahirkan para ibu dengan susah payah, dia malah menghabisi nyawa bayi-bayi tersebut demi mendapatkan pundi-pundi uang. Seperti apa kisah lengkapnya? Berikut ini ceritanya.

1. Latar Belakang Miyuki Ishikawa

Kwikku, Latar Belakang Miyuki Ishikawa
Sumber: boombastis.com
Miyuki Ishikawa lahir di Knitomi prefektur Miyazaki pada tahun 1897. dia juga merupakan lulusan dari Universitas Tokyo dan menjabat sebagai kepala bagian di rumah sakit Kotobuki. Di rumah sakit tempatnya bekerja, banyak sekali bayi yang lahir sedangkan orang tua mereka mengalami kesulitan ekonomi. Hal ini tentu membuat bayi yang baru dilahirkan dikhawatirkan tidak akan mendapat asupan gizi yang tepat.

2. Menurut Miyuki, Kematian merupakan Jalan Keluar Terbaik untuk Si Bayi maupun Keluarganya

Kwikku, Menurut Miyuki Kematian merupakan Jalan Keluar Terbaik untuk Si Bayi maupun Keluarganya
Sumber: boombastis.com
Disebabkan karena alasan kekurangan gizi dan himpitan ekonomi tadi, Miyuki pun memutuskan untuk menelantarkan saja bayi yang baru lahir. Hingga akhirnya banyak dari bayi-bayi tersebut yang meninggal. Jumlah yang diperkirakan bahkan mencapai 103 bayi. Tentu ini jumlah yang sangat banyak.

3. Miyuki Menjadikan Aksi Membunuh Bayi Sebagai Bisnis

Kwikku, Miyuki Menjadikan Aksi Membunuh Bayi Sebagai Bisnis
Sumber: boombastis.com
Melihat peluang yang menjanjikan, Miyuki bersama suaminya pun melakukan bisnis jahanam, yaitu menghabisi nyawa bayi yang baru dilahirkan. Hal ini karena praktik aborsi di masa itu masih sangat ilegal, sehingga bayi yang ada di dalam perut perlu dilahirkan terlebih dulu. Dia juga meyakinkan para orang tua bahwa biaya menghabisi nyawa bayi lebih murah daripada merawat si bayi sampai dewasa. Akhirya, dibantu dokter Shiro Nakayama yang ahli dalam memalsukan sertifikat kematian, bisnis Miyuki pun lancar.

4. Hukuman yang Terlalu Ringan untuk Miyuki dan Rekan Bisnisnya

Kwikku, Hukuman yang Terlalu Ringan untuk Miyuki dan Rekan Bisnisnya
Sumber: boombastis.com
Saat ditangkap di tahun 1948 Miyuki hanya dihukum selama 8 tahun penjara, sedangkan sang suami dan dokter Shiro hanya ditahan empat tahun. Belum lagi saat itu pengajuan banding mereka diterima, sehingga hukuman penjara Miyuki hanya separuh dari yang sudah ditetapkan. Padahal, ada ratusan bayi yang sudah melayang di tangannya.

Ada lebih dari 40 jasad bayi yang diletakkan di rumah jenazah, sedangkan 30 lainnya ada di kuil. Sisanya tidak diketahui. Namun, sisi positifnya adalah berkat kejadian ini, pemerintah jepang melegalkan praktik aborsi dengan alasan ekonomi. Undang-undang tersebut diresmikan di bulan Juni, tangal 24, tahun 1949.

0
0 none
Komentar