I.D.Pran Menulis artikel
@ipranastiti

Suka Anime? Kamu Sudah Masuk Level yang Mana? Cek, Yuk!

Suka Anime Kamu Sudah Masuk Level yang Mana Cek Yuk
Bukan hanya sekolah, mencintai sesuatu pun ada tingkatannya. Termasuk kecintaan terhadap anime.
Selama ini, kamu yang menggemari anime biasanya selalu dicap sebagai otaku oleh orang-orang sekitar. Ada juga yang selalu mengolok kamu sebagai seorang vvibu. Maklum, karena di masyarakat pada umumnya, orang yang menyukai anime cenderung dibilang unik atau bahkan berlebihan. Namun, terkadang kamu sendiri pun memberi cap otaku pada diri sendiri. Lalu, apakah dalam mencintai anime ada tingkatannya? Tidak, karena menyukai sesuatu adalah hak setiap orang, sehingga kamu boleh mencintai sesuatu tersebut sesuka hatimu, sesuai kehendakmu.

Namun, untuk bersenang-senang, bolehlah kita memberi level pada seberapa besar kecintaan dan pengabdian kita pada anime. Seperti level pecinta anime berikut ini


1. Newbie

Kwikku, Newbie
Sumber: sakuranime.com
Tingkat pertama penggemar anime adalah newbie, yakni mereka yang baru di dunia anime. Mereka yang dikatakan newbie biasanya hanya suka anime sekadarnya. Misalnya, hanya melihat anime di televisi atau mengikuti anime yang sedang rame. Namun mereka tidak sampai membeli komik maupun dvd asli hanya untuk menonton anime. Istilahnya, kalau ada yang ditonton, kalau tidak ada ya sudah. Bahkan kamu yang hanya mengunduh anime lewat situs gratisan pun bisa dikatakan di tingkat ini, karena pada dasarnya kamu hanya ingin menikmati anime tanpa menguras isi dompet sama sekali.


2. Anime Lovers

Kwikku, Anime Lovers
Sumber: sakuranime.com
Tingkatan yang lebih tinggi dari sekadar newbie adalah Anime Lovers. Di tingkat ini, kamu berarti sudah lama mencintai anime. Tak terhitung berapa anime yang sudah kamu tonton, begitu juga manga yang kamu baca. Bahkan supaya tidak ketinggalan info, kamu suka mengikuti grup dan situs-situs yang membahas anime. Setiap hari kerjaan kamu hanya menonton anime dan membaca manga, sampai pengetahuan animemu rasanya tidak terbatas. Pada tingkat ini, kamu biasanya ada kecenderungan untuk naik level, tapi mungkin karena kendala satu dua hal, kamu akhirnya hanya bertahan sebagai Anime Lovers.


3. Otaku

Kwikku, Otaku
Sumber: sakuranime.com
Satu tingkat lagi lebih tinggi adalah mereka yang disebut otaku. Secara pengertian, otaku sebenarnya ditujukan untuk mereka yang menggemari sesuatu secara totalitas. Totalitas di sini adalah selain menonton juga mengoleksi barang-barang yang berhubungan dengan apa yang disukai. Untuk otaku anime, berarti mereka yang menyukai anime sampai tahap yang cukup ekstrem karena juga hingga mengoleksi pernak-pernik anime, memasang poster, membeli vcd atau dvd asli, membeli komik, datang ke acara-acara anime dan lain sebagainya. 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, hidup mereka hanya untuk anime.


4. Nijikon

Kwikku, Nijikon
Sumber: sakuranime.com
Level selanjutnya adalah nijikon. Pada tahap ini sebenarnya bisa dibilang kecintaan kamu pada anime sudah berlebihan. Kamu bahkan memberikan cinta dan perhatian yang seharusnya untuk manusia, hanya kepada anime. Biasanya, para nijikon menyukai sebuah atau lebih karakter anime. Mereka mengaku-aku bahwa karakter tersebut adalah pacar, istri atau suami. Rasa cinta mereka sama seperti rasa cintamu pada kekasihmu, seperti laki-laki kepada perempuan atau sebaliknya. Intinya, perbedaan dimensi bukanlah penghalang kisah cinta mereka.


5. Hikkikomori

Kwikku, Hikkikomori
Sumber: sakuranime.com
Level yang paling ekstrem dari keseluran pecinta anime adalah Hikkikomori. Istilah ini sendiri sebenarnya ditujukan pada mereka yang menarik diri dari dunia luar. Hikkikomori tidak pernah bersosialisasi dan hanya mengurung diri di kamar. Namun, seiring perkembangan zaman, para hikkikomori ini banyak yang kedapatan mencintai anime, sehingga orang-orang sering menghubungkan bahwa hikkikomori adalah pecinta anime.

Mencintai sesuatu memang hak setiap individu, tapi alangkah baiknya jika kecintaanmu pada sesuatu tidak mengganggu orang lain dan bahkan sampai melalaikan kewajiban, entah sebagai seorang anak, murid, istri maupun suami. Sesuatu yang berlebihan biasanya tidak sehat untuk jiwa maupun raga, yang sedang-sedang saja tentu lebih nikmat dan bahkan bermanfaat.


0
0 none
Re-Kwik
Bagikan
Komentar