Daftar isi
#1
Surat
#2
Kerajaan Berlan
#3
Prolog
#4
Chapter 01: A Butterfly from Kingdom of Berlandia
#5
Chapter 02: Welcoming Day
#6
Chapter 03 - Pengepungan Rusunawa
#7
Chapter 04: The ‘My Lady" Incident
#8
Chapter 05 - Awal Kebencian
#9
Chapter 06: KRL to Death
#10
Chapter 07: In the Rooftop's Embrace
#11
Chapter 08 - Energi di Bawah Rusunawa?
#12
Chapter 09: A Cry of Promises
#13
Chapter 10 - Akankah Berdamai?
#14
Chapter 11: Uno Reverse Card
#15
Chapter 12: Little Lucien Mortensen
#16
Chapter 13: This is William Knightley
#17
Chapter 14 - Kelopak Jari
#18
Chapter 15: The High Court's Sentence
#19
Chapter 16 - Gerald Beraksi
#20
Chapter 17: Good Evening, Darling
#21
Chapter 18 - Sialan Dia
#22
Chapter 19: Whose Life Carries the Higher Price?
#23
Chapter 20: Gracing Us with A Visit, Your Majesty?
#24
Chapter 21 - Ulah Sutisno
#25
Chapter 22 - Lord Sialan
#26
Chapter 23 - Pintu Dua!
#27
Chapter 24: Behold! The King of Berlan Stands Before You!
#28
Chapter 25: Lucien!
#29
Chapter 26 - Runtuh
#30
Chapter 27: The Final Judgement
#31
Chapter 28 - Menara Berlan
#32
EPILOG: Beneath The Moon in The Skies of Berlan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#15
Chapter 12: Little Lucien Mortensen
Bagikan Chapter
64 Maafkan saya, Yang Mulia Ratu. Saya menyelinap hanya karena penasaran.
65 Berdirilah, Nak. Aku akan mengobatimu.
66 Siapa namamu, anak manis?
67 Apakah kamu datang kemari seorang diri? Begitu pemberani.
68 Aku selalu ingin tahu tentang segala hal di Kerajaan Berlan!
69 Sekarang, beritahu aku, Anakku, apa yang barusan kamu lihat?
70 Seorang anak lelaki.
71 Anak lelaki? Yang bersama Bunda tadi?
72 Sudah selesai, Nak.
73 Sekarang, mari kuantar pulang.
74 Tentang kunjungan Lucien hari, tolong dirahasiakan, ya?
75 Penyusup! Kejar! Kejar! Dia seorang iblis! Waspada!
76 Lepaskan! Lepaskan! Aku ingin bicara kepada Yang Mulia! Aku telah mengirim surat! Beliau tahu aku!
77 Omong kosong! Diamlah!
78 Cukup. Bawa dia ke hadapan singgasanaku. Dia boleh bicara.
79 Terima kasih banyak, yang Mulia. Saya, Lucien Mortensen, suatu kehormatan untuk dapat bertemu dengan Anda.
80 Tuan Lucien Mortensen, Kesatria Pelindung Sang Putri dari Kerajaan Berlan
81 Yang Mulia Raja sedang berusaha untuk menghindari kemungkinan buruk sebisa mungkin. Namun, beliau juga meminta kami untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal buruk memang bisa saja terjadi kapan pun, cepat atau lambat. Namun, kumohon, Anda tak perlu terlalu khawatir, Your Highness. Tetap nikmatilah kehidupan sekolah Anda di sini—itulah pesan yang Raja titipkan.
65 Berdirilah, Nak. Aku akan mengobatimu.
66 Siapa namamu, anak manis?
67 Apakah kamu datang kemari seorang diri? Begitu pemberani.
68 Aku selalu ingin tahu tentang segala hal di Kerajaan Berlan!
69 Sekarang, beritahu aku, Anakku, apa yang barusan kamu lihat?
70 Seorang anak lelaki.
71 Anak lelaki? Yang bersama Bunda tadi?
72 Sudah selesai, Nak.
73 Sekarang, mari kuantar pulang.
74 Tentang kunjungan Lucien hari, tolong dirahasiakan, ya?
75 Penyusup! Kejar! Kejar! Dia seorang iblis! Waspada!
76 Lepaskan! Lepaskan! Aku ingin bicara kepada Yang Mulia! Aku telah mengirim surat! Beliau tahu aku!
77 Omong kosong! Diamlah!
78 Cukup. Bawa dia ke hadapan singgasanaku. Dia boleh bicara.
79 Terima kasih banyak, yang Mulia. Saya, Lucien Mortensen, suatu kehormatan untuk dapat bertemu dengan Anda.
80 Tuan Lucien Mortensen, Kesatria Pelindung Sang Putri dari Kerajaan Berlan
81 Yang Mulia Raja sedang berusaha untuk menghindari kemungkinan buruk sebisa mungkin. Namun, beliau juga meminta kami untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal buruk memang bisa saja terjadi kapan pun, cepat atau lambat. Namun, kumohon, Anda tak perlu terlalu khawatir, Your Highness. Tetap nikmatilah kehidupan sekolah Anda di sini—itulah pesan yang Raja titipkan.
Chapter Sebelumnya
Chapter 14
Chapter 11: Uno Reverse Card
Chapter Selanjutnya
Chapter 16
Chapter 13: This is William Knightley
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Flash
Sang Komedian Runtuh
Cerpen
Tumbal Keempat
Cerpen
sebelum garis dimensi menutup
Novel
TUK-TUK
Novel
Crenshaw
Novel
Perempuan Gagal
Cerpen
Rumah Itu, Keluarga.
Novel
Rumah Jati Baru
Novel
SUNSHINE
Cerpen
Aku Dalam Cermin
Cerpen
Kekurangan adalah kelebihan yang indah
Cerpen
WARISAN KETIGA
Flash
Percakapan di Atas Gedung
Cerpen
Dering Telepon Tua
Novel
Lily Kacamata
Novel
Kenangan tentang Kita
Cerpen
Kelam
Flash
teman teman
Novel
Selepas Hilang
Cerpen
Gadis di Seberang