Daftar isi
#1
Surat
#2
Kerajaan Berlan
#3
Prolog
#4
Chapter 01: A Butterfly from Kingdom of Berlandia
#5
Chapter 02: Welcoming Day
#6
Chapter 03 - Pengepungan Rusunawa
#7
Chapter 04: The ‘My Lady" Incident
#8
Chapter 05 - Awal Kebencian
#9
Chapter 06: KRL to Death
#10
Chapter 07: In the Rooftop's Embrace
#11
Chapter 08 - Energi di Bawah Rusunawa?
#12
Chapter 09: A Cry of Promises
#13
Chapter 10 - Akankah Berdamai?
#14
Chapter 11: Uno Reverse Card
#15
Chapter 12: Little Lucien Mortensen
#16
Chapter 13: This is William Knightley
#17
Chapter 14 - Kelopak Jari
#18
Chapter 15: The High Court's Sentence
#19
Chapter 16 - Gerald Beraksi
#20
Chapter 17: Good Evening, Darling
#21
Chapter 18 - Sialan Dia
#22
Chapter 19: Whose Life Carries the Higher Price?
#23
Chapter 20: Gracing Us with A Visit, Your Majesty?
#24
Chapter 21 - Ulah Sutisno
#25
Chapter 22 - Lord Sialan
#26
Chapter 23 - Pintu Dua!
#27
Chapter 24: Behold! The King of Berlan Stands Before You!
#28
Chapter 25: Lucien!
#29
Chapter 26 - Runtuh
#30
Chapter 27: The Final Judgement
#31
Chapter 28 - Menara Berlan
#32
EPILOG: Beneath The Moon in The Skies of Berlan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#12
Chapter 09: A Cry of Promises
Bagikan Chapter
49 Tunggu—
50 Yang Mulia harus selalu ada di sisiku!
51 Saya memohon ampun.
52 Anda tidak merespons permintaan maafku tadi. Apa aku. . . sungguh tidak dimaafkan?
53 Diam. Jangan manja.
54 Lucien Mortensen, putra bungsu Walikota Grande. Iblis keturunan pejabat, meminta untuk menjadi kesatria yang menjaga putriku? Tahukah kau seberapa besar kekacauan yang pernah diakibatkan oleh bangsamu di kerajaan ini? Menjebak dan menculik para manusia, menghancurkan lahan, berulang kali upaya sabotase terhadap sistem kerajaan. Kita semua tahu bahwa karena itulah, muncul aturan budaya dalam Kerajaan Berlan sejak ratusan tahun, iblis dilarang menginjakkan kaki di tanah para manusia. Katakan, bagaimana aku bisa yakin bahwa kau bukanlah pion yang berpura-pura suci?
55 Jiwa saya memang terlahir berdarah-darah. Saya bukanlah makhluk suci seperti para bangsawan Berlan. Namun, Paduka Yang Mulia Ratu Giselle telah mengajarkan saya berbagai hal: kebaikan, ketulusan, kasih sayang. Oleh karena itu, saya ingin membalas budi. Jadi, saya mohon, Paduka Yang Mulia.
56 Apa kamu percaya anak muda ini, Putri Kesayanganku?
57 Baiklah.
58 Lucien Mortensen, kuberi kau satu kesempatan. Satu kali pengkhianatan, maka semuanya berakhir. Hari pengucapan sumpahmu adalah besok.
59 Bukan bermaksud lancang, tetapi saya mohon. . . rahasiakan kisah masa kecil saya dari mereka, Tuan Putri.
50 Yang Mulia harus selalu ada di sisiku!
51 Saya memohon ampun.
52 Anda tidak merespons permintaan maafku tadi. Apa aku. . . sungguh tidak dimaafkan?
53 Diam. Jangan manja.
54 Lucien Mortensen, putra bungsu Walikota Grande. Iblis keturunan pejabat, meminta untuk menjadi kesatria yang menjaga putriku? Tahukah kau seberapa besar kekacauan yang pernah diakibatkan oleh bangsamu di kerajaan ini? Menjebak dan menculik para manusia, menghancurkan lahan, berulang kali upaya sabotase terhadap sistem kerajaan. Kita semua tahu bahwa karena itulah, muncul aturan budaya dalam Kerajaan Berlan sejak ratusan tahun, iblis dilarang menginjakkan kaki di tanah para manusia. Katakan, bagaimana aku bisa yakin bahwa kau bukanlah pion yang berpura-pura suci?
55 Jiwa saya memang terlahir berdarah-darah. Saya bukanlah makhluk suci seperti para bangsawan Berlan. Namun, Paduka Yang Mulia Ratu Giselle telah mengajarkan saya berbagai hal: kebaikan, ketulusan, kasih sayang. Oleh karena itu, saya ingin membalas budi. Jadi, saya mohon, Paduka Yang Mulia.
56 Apa kamu percaya anak muda ini, Putri Kesayanganku?
57 Baiklah.
58 Lucien Mortensen, kuberi kau satu kesempatan. Satu kali pengkhianatan, maka semuanya berakhir. Hari pengucapan sumpahmu adalah besok.
59 Bukan bermaksud lancang, tetapi saya mohon. . . rahasiakan kisah masa kecil saya dari mereka, Tuan Putri.
Chapter Sebelumnya
Chapter 11
Chapter 08 - Energi di Bawah Rusunawa?
Chapter Selanjutnya
Chapter 13
Chapter 10 - Akankah Berdamai?
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Chika Si Budak Cinta
Flash
Masalah Jiwa
Novel
Night Flights
Novel
Gadis Pelarian
Novel
A Month With Margo
Cerpen
Sebatang kara
Novel
Kartini (Movie Tie-In)
Cerpen
Cermin Di Kamar Kost
Flash
SCANDAL CAT
Novel
Crush On You
Flash
Atlantis Hanya Endapan
Novel
Faceless Girl
Novel
Honestly Hurt
Novel
Alexandra Prasastia
Flash
Jendela belakang
Novel
Aruna & Musim Terakhirnya
Novel
Cinta Yang Hilang Di Era Reformasi
Flash
Hal yang melegakan di hari yang berat
Flash
Tuan Pembawa Sial dan Bunga Merah Ribuan Tahun
Flash
Berusaha untuk Tidak Mati