Daftar isi
#1
Surat
#2
Kerajaan Berlan
#3
Prolog
#4
Chapter 01: A Butterfly from Kingdom of Berlandia
#5
Chapter 02: Welcoming Day
#6
Chapter 03 - Pengepungan Rusunawa
#7
Chapter 04: The ‘My Lady" Incident
#8
Chapter 05 - Awal Kebencian
#9
Chapter 06: KRL to Death
#10
Chapter 07: In the Rooftop's Embrace
#11
Chapter 08 - Energi di Bawah Rusunawa?
#12
Chapter 09: A Cry of Promises
#13
Chapter 10 - Akankah Berdamai?
#14
Chapter 11: Uno Reverse Card
#15
Chapter 12: Little Lucien Mortensen
#16
Chapter 13: This is William Knightley
#17
Chapter 14 - Kelopak Jari
#18
Chapter 15: The High Court's Sentence
#19
Chapter 16 - Gerald Beraksi
#20
Chapter 17: Good Evening, Darling
#21
Chapter 18 - Sialan Dia
#22
Chapter 19: Whose Life Carries the Higher Price?
#23
Chapter 20: Gracing Us with A Visit, Your Majesty?
#24
Chapter 21 - Ulah Sutisno
#25
Chapter 22 - Lord Sialan
#26
Chapter 23 - Pintu Dua!
#27
Chapter 24: Behold! The King of Berlan Stands Before You!
#28
Chapter 25: Lucien!
#29
Chapter 26 - Runtuh
#30
Chapter 27: The Final Judgement
#31
Chapter 28 - Menara Berlan
#32
EPILOG: Beneath The Moon in The Skies of Berlan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#4
Chapter 01: A Butterfly from Kingdom of Berlandia
Bagikan Chapter
6 Tanpa bermaksud tidak sopan. Tunggulah saya sebentar, saya hanya memiliki dua kaki dan dua tangan, sementara saya harus mendorong koper saya dan milik Anda yang beratnya bukan main.
7 Sayangnya, tidak.
8 Ampuni saya. . . .
9 Aku akan selalu menjaga Anda
10 Suatu kehormatan bagi saya
11 Siapkan kamarku.
12 Mohon berkenan menunggu sejenak. Saya akan segera kembali.
13 Baik, sekarang saya akan menyiapkan ruangan Anda
14 Akhirnya, kita telah berada di sini juga, Tuan Putri. Semoga tempat ini membawa Anda lebih dekat pada impian yang telah lama Anda dambakan.
15 Aku ingin mempelajari tentang negara lain dan merasakan seperti apa kehidupan di sana
16 Memang inilah langkah yang terbaik.
17 Saran saya, hal pertama yang bisa Anda mulai untuk hidup seperti orang-orang di Indonesia adalah mengerjakan segala hal secara mandiri—tanpa bantuan saya.
18 Nanti juga aku akan belajar pelan-pelan.
19 Dasar manja.
20 Diamlah sebelum aku memulangkanmu ke Berlan Manor!
7 Sayangnya, tidak.
8 Ampuni saya. . . .
9 Aku akan selalu menjaga Anda
10 Suatu kehormatan bagi saya
11 Siapkan kamarku.
12 Mohon berkenan menunggu sejenak. Saya akan segera kembali.
13 Baik, sekarang saya akan menyiapkan ruangan Anda
14 Akhirnya, kita telah berada di sini juga, Tuan Putri. Semoga tempat ini membawa Anda lebih dekat pada impian yang telah lama Anda dambakan.
15 Aku ingin mempelajari tentang negara lain dan merasakan seperti apa kehidupan di sana
16 Memang inilah langkah yang terbaik.
17 Saran saya, hal pertama yang bisa Anda mulai untuk hidup seperti orang-orang di Indonesia adalah mengerjakan segala hal secara mandiri—tanpa bantuan saya.
18 Nanti juga aku akan belajar pelan-pelan.
19 Dasar manja.
20 Diamlah sebelum aku memulangkanmu ke Berlan Manor!
Chapter Sebelumnya
Chapter 3
Prolog
Chapter Selanjutnya
Chapter 5
Chapter 02: Welcoming Day
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Tiga Rangkai Hujan
Novel
Warna Sunyi
Novel
Kelana Warna
Cerpen
Tangisan Ibu Terhenti
Novel
The Naked Traveler 8: The Farewell
Novel
SIMFONI DI BALIK BOTOL KACA.
Cerpen
Rindu Suara Azan
Flash
Tragedi Jeruk Nipis
Flash
Jalan, Yuk!
Novel
I Love Cooking
Novel
ISTILAH PADI ILALANG
Novel
From Angel to Devil
Cerpen
Musim Hujan di Bulan Ramadhan
Novel
Ini aku, bukan dia
Cerpen
Telepon
Cerpen
Melodi Desiran Ombak
Flash
Dreaming
Flash
SAKSI YANG TERLUPAKAN
Novel
Di Dunia Batas
Novel
Tempurung Kaca