Daftar isi
#1
Surat
#2
Kerajaan Berlan
#3
Prolog
#4
Chapter 01: A Butterfly from Kingdom of Berlandia
#5
Chapter 02: Welcoming Day
#6
Chapter 03 - Pengepungan Rusunawa
#7
Chapter 04: The ‘My Lady" Incident
#8
Chapter 05 - Awal Kebencian
#9
Chapter 06: KRL to Death
#10
Chapter 07: In the Rooftop's Embrace
#11
Chapter 08 - Energi di Bawah Rusunawa?
#12
Chapter 09: A Cry of Promises
#13
Chapter 10 - Akankah Berdamai?
#14
Chapter 11: Uno Reverse Card
#15
Chapter 12: Little Lucien Mortensen
#16
Chapter 13: This is William Knightley
#17
Chapter 14 - Kelopak Jari
#18
Chapter 15: The High Court's Sentence
#19
Chapter 16 - Gerald Beraksi
#20
Chapter 17: Good Evening, Darling
#21
Chapter 18 - Sialan Dia
#22
Chapter 19: Whose Life Carries the Higher Price?
#23
Chapter 20: Gracing Us with A Visit, Your Majesty?
#24
Chapter 21 - Ulah Sutisno
#25
Chapter 22 - Lord Sialan
#26
Chapter 23 - Pintu Dua!
#27
Chapter 24: Behold! The King of Berlan Stands Before You!
#28
Chapter 25: Lucien!
#29
Chapter 26 - Runtuh
#30
Chapter 27: The Final Judgement
#31
Chapter 28 - Menara Berlan
#32
EPILOG: Beneath The Moon in The Skies of Berlan
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#30
Chapter 27: The Final Judgement
Bagikan Chapter
107 Sampai jumpa di neraka
108 Saya, Lucien Mortensen, berdiri di hadapan Yang Mulia Paduka Putri Mahkota Carlotta Marianne Berlandrean dari Kerajaan Berlan, bersumpah dengan sungguh-sungguh: untuk mengabdi dan melindungi Yang Mulia dengan seluruh kehidupan dan kekuatan pedang saya, tanpa keraguan, tanpa gentar; untuk mempertaruhkan nyawa, menghadapi segala ujian, dan berdiri melawan siapa pun yang mengancam kedamaian Anda, selama napas masih bersemayam dalam raga saya. Sumpah ini saya ikrarkan atas hati, jiwa yang berdarah, dan pedang saya—sebagai Kesatria Pelindung Sang Putri, Wahai Yang Mulia.
109 Lucien Mortensen, aku terima sumpahmu dan dengan ini mengikatmu sebagai Kesatria Pelindung-ku. Berdirilah di sisiku, lindungilah aku, dan bawalah kehormatan janji ini sampai akhir hayatmu. Mulai hari ini, kesetiaanmu dan jiwamu yang penuh darah menjadi milikku—sebagaimana pedangku kini menjadi milikmu.
110 Tuan Lucien Mortensen, Kesatria Pelindung Sang Putri dari Kerajaan Berlan.
108 Saya, Lucien Mortensen, berdiri di hadapan Yang Mulia Paduka Putri Mahkota Carlotta Marianne Berlandrean dari Kerajaan Berlan, bersumpah dengan sungguh-sungguh: untuk mengabdi dan melindungi Yang Mulia dengan seluruh kehidupan dan kekuatan pedang saya, tanpa keraguan, tanpa gentar; untuk mempertaruhkan nyawa, menghadapi segala ujian, dan berdiri melawan siapa pun yang mengancam kedamaian Anda, selama napas masih bersemayam dalam raga saya. Sumpah ini saya ikrarkan atas hati, jiwa yang berdarah, dan pedang saya—sebagai Kesatria Pelindung Sang Putri, Wahai Yang Mulia.
109 Lucien Mortensen, aku terima sumpahmu dan dengan ini mengikatmu sebagai Kesatria Pelindung-ku. Berdirilah di sisiku, lindungilah aku, dan bawalah kehormatan janji ini sampai akhir hayatmu. Mulai hari ini, kesetiaanmu dan jiwamu yang penuh darah menjadi milikku—sebagaimana pedangku kini menjadi milikmu.
110 Tuan Lucien Mortensen, Kesatria Pelindung Sang Putri dari Kerajaan Berlan.
Chapter Sebelumnya
Chapter 29
Chapter 26 - Runtuh
Chapter Selanjutnya
Chapter 31
Chapter 28 - Menara Berlan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Chika Si Budak Cinta
Flash
Masalah Jiwa
Novel
Night Flights
Novel
Gadis Pelarian
Novel
A Month With Margo
Cerpen
Sebatang kara
Novel
Kartini (Movie Tie-In)
Cerpen
Cermin Di Kamar Kost
Flash
SCANDAL CAT
Novel
Crush On You
Flash
Atlantis Hanya Endapan
Novel
Faceless Girl
Novel
Honestly Hurt
Novel
Alexandra Prasastia
Flash
Jendela belakang
Novel
Aruna & Musim Terakhirnya
Novel
Cinta Yang Hilang Di Era Reformasi
Flash
Hal yang melegakan di hari yang berat
Flash
Tuan Pembawa Sial dan Bunga Merah Ribuan Tahun
Flash
Berusaha untuk Tidak Mati