Tuhan Izinkan Aku Selingkuh
#42
Radit Mencoba Menulis Surat
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Dingin yang Dia Bangun Sendiri Lampu kamar redup Mesin oksigen berdengung pelan di sudut ruangan bukan karena Radit membutuhkannya sepanjang waktu tapi karena dokter menyarankannya sesekali untuk terapi pasca-luka parunya dulu Di atas meja kecil segelas air mineral belum disentuh Dan di kursi rodanya Radit hanya duduk diam menatap ke luar jendela rumah Pondok Indah yang sunyi Jam dinding menunjukkan pukul 2145 Alya belum naik ke kamar Biasanya pukul 9 lewat istrinya sudah masuk
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp2.000
atau 2 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp40.000
atau 40 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 41
Alya Sujud di Kamar
Chapter Selanjutnya
Chapter 43
Alya ke Rumah Reza Malam Hari
Sedang Dibicarakan