Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Acara akad nikah Arif dan Hana yang sejatinya berlangsung khidmat mendadak menjadi riuh. Secara tiba-tiba mempelai pria pingsan saat mengucapkan beberapa kata dari kalimat ijab kabul.
Upaya penyelamatan telah dilakukan. Menunggu sekian lama dan waktu baik segera habis, sedangkan pengantin pria belum ada tanda-tanda akan siuman. Sebagai orang tua, Budi memutuskan menikahkan Hana dengan Ahmad.
Keputusan ini ditolak mentah-mentah. Budi beralasan pernikahan tetap harus terjadi demi nama baik semua pihak. Lagi pula, Ahamd kakak kandung Arif, jadi dia yang paling tepat untuk menggantikannya.
Perdebatan dua keluarga tak terelakkan dan Ahmad tidak bisa berkelit lagi. Mau-tidak mau dia harus menikahi Hana, meskipun mendapat penolakan dari gadis itu.
Hana merasa dikorbankan dan diperlakukan semena-mena. Hari bahagia yang dinanti selama ini dalam sekejap menjadi penuh kesialan karena dinikahi pria yang sama sekali tidak masuk kreterianya. Bayangan hari-hari suram menanti dan menari di pelupuk matanya.
Ijab kabul telah usai. Hana menolak berjabat tangan dengan Ahmad. Tanpa sepatah kata, dia meninggalkan tempat itu.
Ahmad hanya menghela napas. Dia menatap punggung istrinya yang menjauh, sebelum akhirnya juga pergi.
Seperti apa rumah tangganya dengan Hana, Ahmad juga tidak tahu. Hanya saja, sejak detik ini hidupnya berubah seiring status baru sebagai suami dari Hana.
Upaya penyelamatan telah dilakukan. Menunggu sekian lama dan waktu baik segera habis, sedangkan pengantin pria belum ada tanda-tanda akan siuman. Sebagai orang tua, Budi memutuskan menikahkan Hana dengan Ahmad.
Keputusan ini ditolak mentah-mentah. Budi beralasan pernikahan tetap harus terjadi demi nama baik semua pihak. Lagi pula, Ahamd kakak kandung Arif, jadi dia yang paling tepat untuk menggantikannya.
Perdebatan dua keluarga tak terelakkan dan Ahmad tidak bisa berkelit lagi. Mau-tidak mau dia harus menikahi Hana, meskipun mendapat penolakan dari gadis itu.
Hana merasa dikorbankan dan diperlakukan semena-mena. Hari bahagia yang dinanti selama ini dalam sekejap menjadi penuh kesialan karena dinikahi pria yang sama sekali tidak masuk kreterianya. Bayangan hari-hari suram menanti dan menari di pelupuk matanya.
Ijab kabul telah usai. Hana menolak berjabat tangan dengan Ahmad. Tanpa sepatah kata, dia meninggalkan tempat itu.
Ahmad hanya menghela napas. Dia menatap punggung istrinya yang menjauh, sebelum akhirnya juga pergi.
Seperti apa rumah tangganya dengan Hana, Ahmad juga tidak tahu. Hanya saja, sejak detik ini hidupnya berubah seiring status baru sebagai suami dari Hana.
Tokoh Utama
Ahmad
Hana
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
6
Tentang Penulis
El Isra Lee
penikmat kopi tubruk
Bergabung sejak 2023-11-08
Telah diikuti oleh 39 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 1,014 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Simpul Mati Dua Hati
El Isra Lee
Novel
Kosokbali
Asep Subhan
Komik
Cabe Super
Kocheng oren 12
Novel
KKPK Liontin Amery
Mizan Publishing
Novel
My Gabriel
Mrs. TM
Novel
Qodrat Merancang Tuhan Karyawala
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Harmoni, Disharmoni
Susi Idris
Skrip Film
Surat Cinta yang Terbaca
Imajinasiku
Cerpen
Aku Waria, Aku Juga Manusia
Abdi Husairi Nasution
Novel
KPR (Kapan Pindah Rumah?)
Annisa Diandari Putri
Novel
Thantophobia : Rasa Takut Kehilangan Orang yang Dicintai
ahmad dicka hudzaifi
Skrip Film
Fireworks
Ade Pramoedya Ananta
Novel
Letters of a Liar
Yoga Arif Rahmansyah
Novel
Rectify
Cloverbean
Novel
Mengunjungi Heri
Heri Winarko
Rekomendasi