Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Kehidupan remajaku yang tenang dan biasa-biasa saja menjadi mimpi buruk ketika kerusuhan Poso tahun 2000 pecah.
Aku dipaksa meninggalkan rumah, tempat paling nyaman di seluruh dunia. Mendengar teriakan manusia yang membuat tubuh gemetar. Memilih untuk tidak tidur saat malam datang. Melihat kaca-kaca rumah dihancurkah, bahkan dibakar. Ketakutan setengah mati saat mendengar kabar kematian. Kemudian aku tersadar, yang paling sakit dari semua itu adalah aku harus berpisah dari teman kecilku. Aku bisa sembuh dari segala trauma, tapi tidak dengan rasa kehilangan.
Setelah dua puluh empat tahun berlalu, aku kembali menghidupkan semua kenangan satu per satu.
Catatan Penting: Cerita ini tidak bermaksud kembali menggali luka lama para korban kerusuhan Poso (1998-2000) dan tidak ada sedikit pun niat memprovokasi untuk membenci salah satu golongan. Kisah ini dituliskan murni dari pengalaman dan sudut pandang korban. Salam damai!
Aku dipaksa meninggalkan rumah, tempat paling nyaman di seluruh dunia. Mendengar teriakan manusia yang membuat tubuh gemetar. Memilih untuk tidak tidur saat malam datang. Melihat kaca-kaca rumah dihancurkah, bahkan dibakar. Ketakutan setengah mati saat mendengar kabar kematian. Kemudian aku tersadar, yang paling sakit dari semua itu adalah aku harus berpisah dari teman kecilku. Aku bisa sembuh dari segala trauma, tapi tidak dengan rasa kehilangan.
Setelah dua puluh empat tahun berlalu, aku kembali menghidupkan semua kenangan satu per satu.
Catatan Penting: Cerita ini tidak bermaksud kembali menggali luka lama para korban kerusuhan Poso (1998-2000) dan tidak ada sedikit pun niat memprovokasi untuk membenci salah satu golongan. Kisah ini dituliskan murni dari pengalaman dan sudut pandang korban. Salam damai!
Tokoh Utama
Fara
Kafa
Cakra
Liya
Maria
#1
Prolog
#2
Rumah Kami dan Tetangga.
#3
Empat Serangkai.
#4
Kain Oranye Maria.
#5
Kebun di Bukit.
#6
Nomor Urut Empat.
#7
Ulang Tahun Liya.
#8
Memancing di Hari Minggu.
#9
Kabar Burung.
#10
Arisan di Rumah Kafa.
#11
Dua Puluh Tiga Mei Dua Ribu.
#12
Tempat Tinggal Baru.
#13
Tempat Persembunyian dan Hujan.
#14
Hari kelam.
#15
Tempat Tinggal Baru lagi.
#16
Malam Penantian.
#17
Hari itu.
#18
Kehidupan di Pengungsian.
#19
Rumahku Sayang, Rumahku Malang.
#20
Rencana Pergi.
#21
Selamat Tinggal.
#22
Epilog.
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
23
Dibaca
7.2k
Tentang Penulis
Arianti Pratiwi Mustar
-
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 255 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 154,559 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Sepincuk Pecel Semanggi
Yulistya Yoo
Novel
Rumah Tak Berwujud
Arianti Pratiwi Mustar
Flash
MENDADAK TERKENAL
DENI WIJAYA
Novel
ENDORFIN
Aga Lesmana
Flash
Di Balik Jari-jari
Martha Z. ElKutuby
Flash
Luka
AlifatulM
Cerpen
Distraksi
Anisah Ani06
Flash
1 2 3 ... 10
iam_light.blue
Flash
Seuncang Beras
Foggy FF
Novel
LOCKDOWN
Lilis Setyowati
Novel
Gema Terakhir di Lantai Rumah
Sy. Ghina Alifatunnisa
Novel
Sumki Berkedok Pseudo-Jeruk
Rana Permatasari
Novel
Bait Berondong
Sirius Pen
Skrip Film
Aku Wanita
zae_suk
Flash
Blackbird
Adhy Musaad
Rekomendasi