Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Di Rumah Batu, dindingnya keras dan hati penghuninya pun sama. Cinta tak diungkapkan dengan pelukan, melainkan bentakan dan tatapan dingin. Kami semua membatu.
Hingga muncul Paman Erlan, sosok nyeleneh nan bijak yang menjadi semen penyambung retakan hati kami. Takdir pun bergulir, meruntuhkan dinding beton dan memaksa kami pindah ke sebuah gubuk reyot.
Ironisnya, justru di tempat sederhana inilah kami menemukan kedamaian. Aku akhirnya sadar, rumah yang kokoh bukan dibangun dari batu, melainkan dari hati yang mau melunak dan hidup dalam kejujuran.
Hingga muncul Paman Erlan, sosok nyeleneh nan bijak yang menjadi semen penyambung retakan hati kami. Takdir pun bergulir, meruntuhkan dinding beton dan memaksa kami pindah ke sebuah gubuk reyot.
Ironisnya, justru di tempat sederhana inilah kami menemukan kedamaian. Aku akhirnya sadar, rumah yang kokoh bukan dibangun dari batu, melainkan dari hati yang mau melunak dan hidup dalam kejujuran.
Tokoh Utama
Hilman
Paman Erlan
#1
Prolog
#2
Menghitung Retakan
#3
Meja Makan yang Membatu
#4
Tamu Berbadan Gembul
#5
Logika Batu Kali
#6
Suara di Balik Dinding
#7
Harga Sebuah Kesalahan
#8
Paman Erlan dan Semut Berbaris
#9
Mimpi yang Tidak Diizinkan
#10
Serangan Kata-Kata
#11
Semen yang Mulai Mengering
#12
Barisan Gigi Hiu
#13
Si Paling Benar
#14
Menjadi Pasir yang Terinjak
#15
Kenapa Batu Harus Keras?
#16
Luka di Bawah Keramik Tua
#17
Badai di Bawah Atap
#18
Sandiwara Depan Tetangga
#19
Kursi Kosong Paman Erlan
#20
Pemberontakan Rara
#21
Puncak Gunung Es
#22
Dingin yang Menusuk Tulang
#23
Pertaruhan Harga Diri
#24
Rahasia yang Mulai Terkelupas
#25
Mencari Pintu Keluar
#26
Malam Paling Berisik Dalam Sunyi
#27
Rahasia Lidah Ibu
#28
Sisi Rapuh Ayah
#29
Ketika Tembok Pertahanan Runtuh
#30
Bukan Gelas yang Pecah
#31
Pidato yang Menyengat
#32
Mengumpulkan Puing-Puing Perasaan
#33
Darah Lebih Kental daripada Gengsi
#34
Penyesalan yang terlambat
#35
Menghancurkan Karang Masa Lalu
#36
Cahaya di Sela-Sela Retakan
#37
Semen Baru untuk Hati yang Retak
#38
Menanam Harapan di Tanah Berbatu
#39
Paman Erlan, Senja dan Batu Kali
#40
Pulang ke Rumah Batu
#41
Epilog
#42
Catatan Penulis
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Iya Mas Zaeni. Saya juga ngerasain hal yang sama, makanya ceritanya jadi gini. Makasih banyak sudah membaca dan meluangkan waktu 🙏
Pda bab meja makan yng mmbatu, gela nostlgia bgt. Ini prnah aku alami bgt. Pas waktu makan bukannya cria malah kek film horor. Aplagi pas makn ditanya kerjaan sma keluarga. Aduh pusing. Apakh penulisnya sma kek aku ya?
Disukai
10
Dibaca
2.4k
Tentang Penulis
ANTON SYAHRONI
-
Bergabung sejak 2026-04-17
Telah diikuti oleh 53 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 89,845 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
A [ Aku, Benci & Cinta ]
Coconut Books
Novel
Rumah Batu
ANTON SYAHRONI
Flash
Langit Permen Kapas
eko s
Flash
Laki-laki juga boleh menangis, Nara. . . .
AlifatulM
Novel
Limerence
tatiana
Novel
Lentera
silvi budiyanti
Novel
Teratai di Atas Bukit
Justang Zealotous
Novel
Dukkha dan Renjana
Diana Tri Hartati
Novel
Tak Sambat
Nuel Lubis
Flash
Menebus Rasa
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Holiday in Japan
Mizan Publishing
Novel
Hujan di Tanah Utara
Irvinia Margaretha Nauli
Cerpen
Sonata Bahari
Kaysan Kareem
Novel
Rambutanholic
Mizan Publishing
Skrip Film
Rock 'n Roll Ballerina
Ahmad Ikhwanul Muslimin
Rekomendasi