Daftar isi
#1
PRAKATA
#2
PROLOG
#3
Pada Awalnya
#4
Surat Ratu Marliana
#5
Si penabrak Misterius
#6
Perjalanan
#7
Selamat Datang Yang Mulia!
#8
Topeng Palsu
#9
Wisteria Arch
#10
Brigadoon
#11
Laut Champagne
#12
Papan Catur
#13
Pesta Internal
#14
Kabut Lavender
#15
Tulip Merah
#16
Heinrich Bell
#17
Pelajaran Kedua
#18
ORMOVIDA
#19
Champagne Problems
#20
Out of the Woods
#21
Roseworth
#22
Tim Cenderawasih
#23
Golden Hour
#24
Aurora
#25
Vigilante
#26
Midnight
#27
Set Back
#28
Commo-tag
#29
Dalli's Dinner
#30
Kraken's Keep
#31
Zalatwic
#32
Silence War
#33
Kebangkitan
#34
That's My Girl!
#35
Luden
#36
Hari Penobatan
#37
Second Revival
#38
Checkmate!
#39
The Great War
#40
Blackbird
#41
Baldwin
#42
Epiphany
#43
Lover
#44
Anti-hero
#45
Epilog
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#6
Perjalanan
Bagikan Chapter
[1] Brigadoon, nama perisai tipis dan kuat yang melindungi Ormovida agar tak tampak dari dunia luar. Terbuat dari graphelle, yaitu karbon dari pembakaran sampah yang diproses sedemikian rupa hingga membentuk materi ringan dan kuat. Brigadoon adalah nama yang diusulkan oleh Haji Mochtar Salim, Menteri Dalam Negeri generasi pertama. Bersama sahabatnya, Phillip Wright asal London yang membantu mendukung pendirian Kerajaan Ormovida. Haji Mochtar Salim adalah penggemar budaya pop, khususnya teori-teori konspirasi. Dia sendiri adalah anggota dari Beatlemania—nama penggemar band asal Inggris, The Beatles.
Chapter Sebelumnya
Chapter 5
Si penabrak Misterius
Chapter Selanjutnya
Chapter 7
Selamat Datang Yang Mulia!
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Rela
Flash
Pokoknya Ikuti Saja!
Flash
Putri Tidur dan Pangeran Kodok
Novel
Fina
Flash
Ridho Ibu
Cerpen
Bahasa Bunga Untukmu
Cerpen
Life After Break Up
Novel
True Colour
Flash
Senjata Terakhir
Flash
Cerita Tentang Hujan
Novel
MISTERI SERUNI
Novel
PERTARUNGAN RINDU
Novel
The Strange Case of Milan and Madrid
Cerpen
KADES YANG TEWAS KARENA SEGALON AIR LIMBAH
Flash
Jiwa Dalam Kegelapan
Flash
Teduh Terang
Cerpen
A beautiful girl and the painting of her
Cerpen
Kill to Love
Cerpen
Letting Go
Novel
SALWA-AZIS