Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
"Sayang kamu kok bisa bonyok kaya gini?" Tanya Darren pada Alexa, gadis yang resmi menjadi kekasihnya satu minggu yang lalu.
Terlihat beberapa siswa menahan tawanya. Sedangkan Given lagi-lagi mendengus melihat tingkah sahabatnya.
Ayolah, anak TK saja tau kalau Darren sedang berakting, lihat saja raut cemasnya sangat jelas sekali jika itu dibuat - buat.
"Astaga aku aja jadi merinding liat penampilan kamu yang amburadul kaya gini sayang."Lanjut Darren lagi.
"K-ka--kamu gimana sih!
B-bu--kannya nenangin aku, malah nge--ledek. Gak punya hati banget jadi pacar!" Ujar Alexa terbata-bata.
Ia sungguh malu saat ini. Awalnya Ia berniat untuk mempermalukan gadis yang berani mendekati kekasihnya.
Tapi malah sekarang Ia yang malu sendiri karena ternyata tidak mudah untuk mem-bully gadis ini, tidak seperti gadis lain yang mudah sekali Ia perlakuan sesuka hati.
"Kalo aku gak punya hati, kamu udah aku tinggalin sayang" ujar Darren lembut disertai senyum tipisnya.
"Ya udah sana!" Alexa memalingkan wajahnya dari Darren.
"Ya udah,bye" ujar Darren lalu memutar tubuhnya meninggalkan kelas Xl MIA 2 yang telah sesak oleh penonton itu.
"Darren! Ihh nyebelin banget sih!"
Darren tak menanggapi, ia hanya tersenyum bahagia.
Hah, akhirnya Ia bisa dengan mudah mendekati 'gadis itu' sekarang.
~Darren Kevano Aditama
•••
"Shit!" Umpat seorang gadis yang menatap bayangannya di cermin.
"Ah pedes banget lagi, awas aja tuh medusa! Gue sumpahin jodoh ama aki-aki lu!"
Lagi-lagi Ia menyumpahi tiga orang gadis yang tadi tiba-tiba saja menggebrak meja belajarnya.
Awalnya ia masih bertindak hormat karena mereka kakak kelasnya.
Tapi lama-kelamaan tindakan mereka semakin brutal hingga Ia tak mampu menahan emosinya.
"Sabar napa Far, gak puas emang kamu udah buat penampilan mereka jadi acak - acakan kaya gitu?" Ujar Irene lalu tertawa terbahak-bahak.
"Aku gak bisa bayangin sesakit apa pelintiran kamu Far. Kak Alexa kesakitan ampe manggil-manggil Mamanya" sambung Irene disertai tawa yang semakin kencang.
"Biarin, emang selama ini gue belajar silat buat apa coba kalau bukan untuk membela diri"
~Farasya Cherrina Adinata
Terlihat beberapa siswa menahan tawanya. Sedangkan Given lagi-lagi mendengus melihat tingkah sahabatnya.
Ayolah, anak TK saja tau kalau Darren sedang berakting, lihat saja raut cemasnya sangat jelas sekali jika itu dibuat - buat.
"Astaga aku aja jadi merinding liat penampilan kamu yang amburadul kaya gini sayang."Lanjut Darren lagi.
"K-ka--kamu gimana sih!
B-bu--kannya nenangin aku, malah nge--ledek. Gak punya hati banget jadi pacar!" Ujar Alexa terbata-bata.
Ia sungguh malu saat ini. Awalnya Ia berniat untuk mempermalukan gadis yang berani mendekati kekasihnya.
Tapi malah sekarang Ia yang malu sendiri karena ternyata tidak mudah untuk mem-bully gadis ini, tidak seperti gadis lain yang mudah sekali Ia perlakuan sesuka hati.
"Kalo aku gak punya hati, kamu udah aku tinggalin sayang" ujar Darren lembut disertai senyum tipisnya.
"Ya udah sana!" Alexa memalingkan wajahnya dari Darren.
"Ya udah,bye" ujar Darren lalu memutar tubuhnya meninggalkan kelas Xl MIA 2 yang telah sesak oleh penonton itu.
"Darren! Ihh nyebelin banget sih!"
Darren tak menanggapi, ia hanya tersenyum bahagia.
Hah, akhirnya Ia bisa dengan mudah mendekati 'gadis itu' sekarang.
~Darren Kevano Aditama
•••
"Shit!" Umpat seorang gadis yang menatap bayangannya di cermin.
"Ah pedes banget lagi, awas aja tuh medusa! Gue sumpahin jodoh ama aki-aki lu!"
Lagi-lagi Ia menyumpahi tiga orang gadis yang tadi tiba-tiba saja menggebrak meja belajarnya.
Awalnya ia masih bertindak hormat karena mereka kakak kelasnya.
Tapi lama-kelamaan tindakan mereka semakin brutal hingga Ia tak mampu menahan emosinya.
"Sabar napa Far, gak puas emang kamu udah buat penampilan mereka jadi acak - acakan kaya gitu?" Ujar Irene lalu tertawa terbahak-bahak.
"Aku gak bisa bayangin sesakit apa pelintiran kamu Far. Kak Alexa kesakitan ampe manggil-manggil Mamanya" sambung Irene disertai tawa yang semakin kencang.
"Biarin, emang selama ini gue belajar silat buat apa coba kalau bukan untuk membela diri"
~Farasya Cherrina Adinata
Tokoh Utama
Farasya Cherrina Adinata
Darren Kevano Aditama
Irene Starla Radonna
#1
1. Dia
#2
2. Manis
#3
3. Guguk
#4
4. Celaka
#5
#5 Bunda
#6
#6 Apasih?!
#7
#7 Vs
#8
#8 Bye
#9
#9 Lari
#10
#10 Botol Minum
#11
#11 Bingung
#12
#12 Perasaan Sebenarnya
#13
#13 Kantin
#14
#14 Toko Buku
#15
#15 Sisi Berbeda
#16
#16 Ada Aku
#17
#17 Cemburu
#18
#18 Tak Lebih
#19
#19 Obat Merah
#20
#20 Obat Merah 2
#21
#21 Cowok Bertas Pink
#22
#22 Bantu Gue
#23
#23 Aku Cinta
#24
#24 Tempat Yang Salah
#25
#25 Andaikan
#26
#26 Never Same
#27
#27 Aku Juga Cinta
#28
#28 Masih Bisa
#29
#29 Akhir Dari Semuanya [end]
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
24
Dibaca
9k
Tentang Penulis
Sabelia
Bergabung pada 17Mei2020
\'\'Effort makes you. You will regret someday if you don\'t do your best now. Don\'t think it\'s too late to keep working on it\'\' - Jk
Bergabung sejak 2020-05-17
Telah diikuti oleh 5 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 27,348 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Never Same
Sabelia
Skrip Film
Bahagia Untuk April
Yennie Soekanta
Flash
Sembilan Ribu Bintang
Yovinus
Novel
AKU DIANTARA KALIAN
mahes.varaa
Komik
g punk
Jefrianto
Komik
Sebuah Warna
Muucing
Skrip Film
Okuni
Joshua Vincentius
Novel
Thin Is My Love
Diena Mzr
Novel
RelationSHIP
Gusty Ayu Puspagathy
Novel
Surya
AndikaP
Flash
TERBANG-TERBANG
Deasy Wirastuti
Flash
Bahagia di atas 80 Tahun
Shabrina Farha Nisa
Novel
Arwah Cinta Van der Ham
Ikhwanus Sobirin
Novel
ADAKAH TEMPAT TERNYAMAN?
RF96
Skrip Film
TATANAN (Diantara Takdir dan Kesalahan)
Sherly
Rekomendasi