Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Nadia, mantan wanita karier, mengira kepindahannya ke pinggiran kota Purwokerto akan menjadi healing efektif selama mendampingi dinas lapangan suaminya, Bram, seorang arkeolog. Demi mendapatkan rumah dengan halaman luas yang dekat dengan jalur penelitian Bram, mereka menyewa sebuah paviliun peninggalan pejabat kawedanan.
Keganjilan bermula dari lantai tegel kuning di kolong ranjang mereka yang terus-menerus merembeskan genangan air berbau aneh, bersamaan dengan raga pasutri muda ini yang dihantam teror psikologis-biologis: lonjakan gairah seksual yang teramat liar dan rentetan mimpi gaib Nadia yang bersambung.
Alibi sains Bram bahwa rembesan air itu akibat kerusakan instalasi pipa ledeng besi tahun 1924 patah total, seiring bau aneh yang lambat laun berubah pekat mirip aroma keju kedaluarsa dan muntahan kering.
Melalui mimpi itu, Nadia terlempar ke tahun 1966. Menyaksikan kisah asmara suci seorang guru SD dengan gadis cantik anak carik desa yang dirampas paksa oleh tangan besi kekuasaan sang wedana untuk dijadikan selir, hingga akhirnya mereka dieksekusi senyap karena kedapatan berselingkuh.
Rahasia berdarah puluhan tahun yang dipendam rapat oleh Pak Slamet, mantan abdi dalem wedana, perlahan terbongkar. Lembaran sketsa milik Nadia memaksa masa lalu bangkit menuntut keadilan. Ketika lantai tegel kuning kolong ranjang kemudian amblas, Bram dan timnya terpaksa melakukan ekskavasi. Bukan untuk mencari artefak kuno, melainkan mengangkat sepasang jasad yang menolak membusuk— tertanam di bawah lantai paviliun selama 60 tahun.
Keganjilan bermula dari lantai tegel kuning di kolong ranjang mereka yang terus-menerus merembeskan genangan air berbau aneh, bersamaan dengan raga pasutri muda ini yang dihantam teror psikologis-biologis: lonjakan gairah seksual yang teramat liar dan rentetan mimpi gaib Nadia yang bersambung.
Alibi sains Bram bahwa rembesan air itu akibat kerusakan instalasi pipa ledeng besi tahun 1924 patah total, seiring bau aneh yang lambat laun berubah pekat mirip aroma keju kedaluarsa dan muntahan kering.
Melalui mimpi itu, Nadia terlempar ke tahun 1966. Menyaksikan kisah asmara suci seorang guru SD dengan gadis cantik anak carik desa yang dirampas paksa oleh tangan besi kekuasaan sang wedana untuk dijadikan selir, hingga akhirnya mereka dieksekusi senyap karena kedapatan berselingkuh.
Rahasia berdarah puluhan tahun yang dipendam rapat oleh Pak Slamet, mantan abdi dalem wedana, perlahan terbongkar. Lembaran sketsa milik Nadia memaksa masa lalu bangkit menuntut keadilan. Ketika lantai tegel kuning kolong ranjang kemudian amblas, Bram dan timnya terpaksa melakukan ekskavasi. Bukan untuk mencari artefak kuno, melainkan mengangkat sepasang jasad yang menolak membusuk— tertanam di bawah lantai paviliun selama 60 tahun.
Tokoh Utama
Nadia Bramantyo Slamet Wulan
#1
MENINGGALKAN HUTAN BETON
#2
BISIK-BISIK DI WARUNG RAMESAN
#3
BELANJA PAGI DAN RAHASIA YANG TERTAHAN
#4
PLESIRAN KE BATURRADEN
#5
RAHASIA DI KOLONG RANJANG
#6
SKETSA WAJAH DARI MASA LALU
#7
MIMPI EROTIS YANG MENYESAKKAN DADA
#8
PERTEMUAN DUA IMAJINASI
#9
KEANEHAN DI KOLONG RANJANG
#10
ESKALASI BAU ANEH DI KOLONG RANJANG
#11
BERWISATA KE GUCI, TEGAL
#12
MIMPI KEDUA DI MALAM JAHANAM
#13
BAU ANEH YANG MAKIN MENGUAT
#14
MENUNGGU KEPULANGAN SUAMI TERCINTA
#15
RAHASIA MIMPI YANG TERSENSOR
#16
JALAN-JALAN KE PUSAT KOTA
#17
TAKTIK PENGALIH PERHATIAN
#18
DORONGAN BERAHI YANG GANJIL
#19
KEPULANGAN YANG MENDADAK
#20
KEMBALI KE KESIBUKAN KERJA
#21
SKETSA PINTU KECIL DI SAMPING DAPUR
#22
FAKTA SEBENARNYA TENTANG MAHASISWA KKN.
#23
MIMPI SEPERTI NYATA YANG BERULANG
#24
JAMUAN DI RUMAH CAMAT
#25
MENU ISTIMEWA UNTUK SUAMI
#26
ARGUMENTASI DI WARUNG RAMESAN
#27
KECEPLOSAN BICARA SANG PENJAGA TUA
#28
KETENANGAN DI BERANDA
#29
GORESAN PENSIL YANG BERBICARA
#30
GENANGAN AIR BERBAU MENTEGA TENGIK
#31
TEGEL KUNING YANG AMBLAS
#32
PEMBONGKARAN TEGEL KOLONG RANJANG
#33
RUMAH JOGLO DAN CERITA YANG TERTUNDA
#34
REKONSTRUKSI LAPISAN SAPONIFIKASI DAN KAFAN TERAKHIR
#35
AIR MATA DI TANAH WAKAF
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
1k
Tentang Penulis
Heru Sanjaya
-
Bergabung sejak 2026-07-10
Telah diikuti oleh 10 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 195,939 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
MISTERI PAVILIUN KAWEDANAN
Heru Sanjaya
Cerpen
Festival Terakhir
Nabilla Shafira
Flash
Pis Bolong
Bksai
Novel
REMPANG-GALANG NIGHTMARE
Je Yatmoko
Novel
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK
Triboy Mustiqa
Novel
Ada Penampakan di Pesantren
Hargo Trapsilo
Flash
NYI DARSIH DEMIT TANAH JAWA UNIVERSE
Okhie vellino erianto
Flash
The Ghost
mahes.varaa
Flash
Kuyang
Rina F Ryanie
Komik
TOLONG KAMI
Andrianto
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Novel
Pesantren Dan Kutukan
Kamalsyah Indra
Cerpen
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Novel
Fantasteen Double R
Mizan Publishing
Novel
TUSELAK
Marion D'rossi
Rekomendasi