Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Setelah badai di rumah kontrakan Jakarta berlalu dan Bapak telah berpulang dengan damai, Rania memilih menetap di rumah restorasi kampung halaman di Yogyakarta. Di rumah tua yang penuh kenangan itu, Rania berjuang membangun kariernya sebagai seorang novelis independen.
Namun, jalan yang ditempuhnya tidak pernah mudah. Ia harus berhadapan dengan tembok tebal dunia industri kreatif dan lingkungan sosial yang masih memandang sebelah mata penulis perempuan—menganggap karya perempuan hanya sebatas "bacaan picisan" dan perempuan tidak akan pernah mampu menghasilkan karya yang sehebat atau secerdas pria.
Di tengah perjuangannya melawan stigma tersebut, Rania bertemu dengan Damar, seorang pelukis kontemporer yang idealis dan pendiam. Berbeda dengan pria-pria di industri yang pernah dijumpai Rania, Damar adalah sosok yang sangat menghargai perempuan dan memandang Rania sebagai seorang seniman yang utuh dan setara.
Di antara aroma cat minyak, denting ketik mesin ketik tua, dan diskusi panjang di sudut galeri seni, benih-benih perasaan perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, luka masa lalu, ketakutan akan kegagalan, serta prinsip untuk tidak mengorbankan impian masing-masing membuat tak satu pun dari mereka berani mengutarakan rasa.
Hubungan mereka bergerak halus, manis, namun menyusut secara perlahan dalam kesenyapan—meninggalkan sebuah rasa penasaran abadi yang tak pernah terucap.
Ini adalah novel sekuel dari Sisa Waktu di Rumah Kita.
Namun, jalan yang ditempuhnya tidak pernah mudah. Ia harus berhadapan dengan tembok tebal dunia industri kreatif dan lingkungan sosial yang masih memandang sebelah mata penulis perempuan—menganggap karya perempuan hanya sebatas "bacaan picisan" dan perempuan tidak akan pernah mampu menghasilkan karya yang sehebat atau secerdas pria.
Di tengah perjuangannya melawan stigma tersebut, Rania bertemu dengan Damar, seorang pelukis kontemporer yang idealis dan pendiam. Berbeda dengan pria-pria di industri yang pernah dijumpai Rania, Damar adalah sosok yang sangat menghargai perempuan dan memandang Rania sebagai seorang seniman yang utuh dan setara.
Di antara aroma cat minyak, denting ketik mesin ketik tua, dan diskusi panjang di sudut galeri seni, benih-benih perasaan perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, luka masa lalu, ketakutan akan kegagalan, serta prinsip untuk tidak mengorbankan impian masing-masing membuat tak satu pun dari mereka berani mengutarakan rasa.
Hubungan mereka bergerak halus, manis, namun menyusut secara perlahan dalam kesenyapan—meninggalkan sebuah rasa penasaran abadi yang tak pernah terucap.
Ini adalah novel sekuel dari Sisa Waktu di Rumah Kita.
Tokoh Utama
Rania
Damar
Karya yang Terhubung
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Rating
5
1
0
0
0
0
Total 1
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Novel ini baru saja rilis 3 bab teman-teman, silakan dibaca dan berikan ulasan mengenai novel ini ya 🤗
Disukai
3
Dibaca
6
Tentang Penulis
Sutan Azis
Silakan dibaca koleksi karya saya sepuasnya, jika kalian suka mohon dibantu like, comment, dan share ya teman-teman 😊
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 149 pengguna
Sudah memublikasikan 12 karya
Menulis lebih dari 75,681 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
Melawan Arus: Jejak Rania
Sutan Azis
Novel
KISAHKU: LUNA
Deviannistia Suyonoputri
Novel
Ciuman Gila untuk Sang Paman Mantan
Titah Kesumawardani
Novel
Takdir william dari kehilangan ke pelukan Baru
Budi Muhammad Nurrakhmanto
Flash
Salah - Benar?
Drew Andre A. Martin
Novel
PELANGI SENJA ARZINARA
Kandil Sukma Ayu
Flash
Sebuah Persembahan
Afri Meldam
Novel
Di Balik Gerbang
Bentang Pustaka
Cerpen
LARUNG SESAJI
Kagura Lian
Novel
Anak Gandhok
Erna Surya
Novel
WAR GAME
Hermawan
Novel
Hati yang Tak Seharusnya Singgah
Risti Windri Pabendan
Novel
40 Days Before goodbye
ARINDA NOVALITA
Novel
Keluarga Zhang
Rico Sumitomo
Flash
Cap Jempol dari Kartasura
Penulis N
Rekomendasi