Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
⚠️ PERINGATAN PEMBACA (TRIGGER WARNING)
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, adegan pertempuran, trauma masa lalu, dan konflik emosional yang mendalam. Disarankan untuk pembaca yang berusia 18 tahun ke atas. Bijaklah dalam menyikapi setiap adegan yang ada di dalam cerita ini.
Dendam, Darah, dan Sepasang Mata yang Menenangkan.
Arkan Rizky Al-Fayed.
Seorang penguasa dunia bawah tanah yang ditakuti dari ujung Eropa hingga Timur Tengah. Berdarah campuran Indonesia, Italia, dan Arab, namanya menjadi simbol kematian dan kekejaman. Bagi semua orang, dia adalah monster tanpa hati yang hidup di antara tumpukan mayat dan uang haram.
Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik kekejamannya itu, tersembunyi luka batin yang membusuk sejak kecil. Trauma akibat siksaan ibunya sendiri membuat Arkan tumbuh membenci seluruh kaum wanita di dunia. Baginya, wanita hanyalah sumber rasa sakit, dan cinta hanyalah sebuah kelemahan yang tidak pantas dimiliki oleh orang sepertinya. Hati dan jiwanya sudah tertutup rapat oleh dinding kebencian yang kokoh selama puluhan tahun.
Sampai takdir membawanya ke tanah Palestina yang sedang berdarah-darah.
Sebuah misi berbahaya membuat Arkan terkapar sekarat di tengah gurun, nyawanya melayang di ujung tanduk. Di saat itulah, dia ditemukan oleh Rania Almira Syakira, seorang dokter muda berdarah Indonesia-Arab yang lahir dan besar di Palestina. Wanita yang selalu menutup wajahnya dengan cadar itu memiliki ketenangan yang tidak wajar di tengah kekacauan perang.
Tanpa mengetahui siapa sosok berbahaya yang sedang ia rawat, Rania menyelamatkan nyawa Arkan. Di balik kain cadarnya, sepasang mata milik Rania memancarkan keteduhan, iman yang teguh, dan ketulusan yang belum pernah Arkan temui seumur hidupnya.
Hanya dengan satu tatapan, dinding kebencian yang dibangun Arkan bertahun-tahun runtuh seketika.
Rania tidak hanya menyembuhkan luka tusuk dan tembak di tubuhnya, tapi perlahan mulai menembus kegelapan dan menyentuh jiwanya yang sudah lama hancur. Arkan yang dulu siap membunuh wanita mana pun yang mendekat, kini mendapati dirinya tidak berani menyakiti atau sekadar menatap tajam wanita bercadar itu.
Bisakah ketulusan hati dan kekuatan iman seorang dokter meluluhkan hati beku sang penguasa mafia? Akankah Arkan rela meninggalkan dunia gelapnya hanya demi satu-satunya cahaya yang pernah datang dalam hidupnya?
"Karena terkadang, peluru tidak bisa menembus hati yang keras, namun sepasang mata yang penuh ketulusan mampu meluluhkannya hingga ke dasar jiwa."
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, adegan pertempuran, trauma masa lalu, dan konflik emosional yang mendalam. Disarankan untuk pembaca yang berusia 18 tahun ke atas. Bijaklah dalam menyikapi setiap adegan yang ada di dalam cerita ini.
Dendam, Darah, dan Sepasang Mata yang Menenangkan.
Arkan Rizky Al-Fayed.
Seorang penguasa dunia bawah tanah yang ditakuti dari ujung Eropa hingga Timur Tengah. Berdarah campuran Indonesia, Italia, dan Arab, namanya menjadi simbol kematian dan kekejaman. Bagi semua orang, dia adalah monster tanpa hati yang hidup di antara tumpukan mayat dan uang haram.
Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik kekejamannya itu, tersembunyi luka batin yang membusuk sejak kecil. Trauma akibat siksaan ibunya sendiri membuat Arkan tumbuh membenci seluruh kaum wanita di dunia. Baginya, wanita hanyalah sumber rasa sakit, dan cinta hanyalah sebuah kelemahan yang tidak pantas dimiliki oleh orang sepertinya. Hati dan jiwanya sudah tertutup rapat oleh dinding kebencian yang kokoh selama puluhan tahun.
Sampai takdir membawanya ke tanah Palestina yang sedang berdarah-darah.
Sebuah misi berbahaya membuat Arkan terkapar sekarat di tengah gurun, nyawanya melayang di ujung tanduk. Di saat itulah, dia ditemukan oleh Rania Almira Syakira, seorang dokter muda berdarah Indonesia-Arab yang lahir dan besar di Palestina. Wanita yang selalu menutup wajahnya dengan cadar itu memiliki ketenangan yang tidak wajar di tengah kekacauan perang.
Tanpa mengetahui siapa sosok berbahaya yang sedang ia rawat, Rania menyelamatkan nyawa Arkan. Di balik kain cadarnya, sepasang mata milik Rania memancarkan keteduhan, iman yang teguh, dan ketulusan yang belum pernah Arkan temui seumur hidupnya.
Hanya dengan satu tatapan, dinding kebencian yang dibangun Arkan bertahun-tahun runtuh seketika.
Rania tidak hanya menyembuhkan luka tusuk dan tembak di tubuhnya, tapi perlahan mulai menembus kegelapan dan menyentuh jiwanya yang sudah lama hancur. Arkan yang dulu siap membunuh wanita mana pun yang mendekat, kini mendapati dirinya tidak berani menyakiti atau sekadar menatap tajam wanita bercadar itu.
Bisakah ketulusan hati dan kekuatan iman seorang dokter meluluhkan hati beku sang penguasa mafia? Akankah Arkan rela meninggalkan dunia gelapnya hanya demi satu-satunya cahaya yang pernah datang dalam hidupnya?
"Karena terkadang, peluru tidak bisa menembus hati yang keras, namun sepasang mata yang penuh ketulusan mampu meluluhkannya hingga ke dasar jiwa."
Tokoh Utama
Arkan
Rania
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Titah Kesumawardani
-
Bergabung sejak 2026-05-31
Telah diikuti oleh 4 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 33,627 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
Mata Rania Untuk Arkan
Titah Kesumawardani
Novel
Plan B
Komandala Putra
Cerpen
Patung Pahlawan
Yanti Soeparmo
Novel
Jejak di Bawah Langit Merah
Dedimas Aldhitto
Cerpen
Melati dari Suroboyo
Penulis N
Novel
Batas Rindu
Tri handayani
Novel
Aku dan kisahku
Muhammad Nasrulami
Novel
Dunia Sophie
Mizan Publishing
Novel
Lima Bintang Jatuh di Halaman
Aimaru Roen
Novel
Labirin Hati
Astrid Ayu Septaviani
Novel
Tentang Manusia
Langgeng Ikhtiar Pribadi
Novel
PELANGI SENJA ARZINARA
Kandil Sukma Ayu
Novel
Warisan Perempuan Terbuang
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Surat Bahasa Inggris Dari Ratu
Silvarani
Novel
Pengantin Raja Direwolf
BunnyTary
Rekomendasi