Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Freesia, seorang anak SMA yang sudah melihat berbagai macam perasaan manusia sejak kecil, menolak untuk terlibat dengan urusan orang lain lagi. Suatu hari sepulang sekolah, Freesia yang menuruni jalan berbukit sekolahannya melihat warna yang sangat menjijikan. Warna itu dimiliki seorang pria yang berniat bunuh diri.
Karena tidak ingin merasa bersalah membiarkannya, Freesia mencoba menghentikan pria itu dengan berbagai alasan. "Apapun itu, yang penting dia bisa bertahan di dunia ini sedikit lebih lama." pikirnya. Namun semakin Freesia berinteraksi dengan pria itu, semakin ia sadar bahwa mereka berdua tidak terlalu berbeda.
Karena tidak ingin merasa bersalah membiarkannya, Freesia mencoba menghentikan pria itu dengan berbagai alasan. "Apapun itu, yang penting dia bisa bertahan di dunia ini sedikit lebih lama." pikirnya. Namun semakin Freesia berinteraksi dengan pria itu, semakin ia sadar bahwa mereka berdua tidak terlalu berbeda.
Tokoh Utama
Freesia
Gladiolus
Maaya
Thomas
Emma
Shinta
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
10
Dibaca
2.9k
Tentang Penulis
Zaki Sulaiman
-
Bergabung sejak 2020-07-20
Telah diikuti oleh 2 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 43,465 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Hue and Flowers
Zaki Sulaiman
Novel
Radit & Agatha
Larasatiameera
Flash
PULANG
Ragiel JP
Flash
Kisah Nyonya Nredom
Habel Rajavani
Cerpen
Yang Berjuang dan Terbuang
tang rusata
Cerpen
Satpam dan Buaya
Agus Fahri Husein
Cerpen
Kejutan Nanit untuk Hilmi, Sebelum Menikahkan Yulia
Habel Rajavani
Novel
A Thousand Face A Million Wish
Anonymous Yoghurt
Novel
Hua Yin sheng ping
Flower
Flash
Penulis Berlumut (Membicarakan Adam Series Part 16)
Silvarani
Cerpen
Mimpi Ku Adalah Kamu
karin olivia
Cerpen
Nak, Ijinkan Aku Bahagia
Munkhayati
Novel
Beautiful Patience
Dewi indrianti achmad
Flash
Sampai Jumpa Lagi
Rahmawati
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Rekomendasi