Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Semua orang terlalu ricuh dengan pasak kunci bangsa yang tidak pernah jelas, pasak kunci yang diricuhi pun terus menanggapi aspirasi rakyat yang tak pernah sesuai. Terus berlanjut tak kunjung usai. Sampai pitam. Mustahil kepuasan asal dilahap, keluar lagi, akan lapar lagi nanti.
Nyatanya, tidak tampak kan mereka apa yang terjadi di wilayah yang terletak antara 2°08' Lintang Utara - 3°05' Lintang Selatan serta 108°0' Bujur Timur dan 114°10' Bujur Timur ini? Rusuh. Tangan - tangan tak memiliki pasangan, kaki - kaki tak lagi untuk menopang, kepala manusia berserakan, bahkan kerikil jalanan tergantikan oleh netra - netra dengan warna iris yang beragam.
"Hei, Madura!" hanya dua kata bak mantra terlontar, habis tubuh ditempat.
Tanpa ada yang tahu, sebuah keluarga percikan darah Madura sibuk bermigrasi kesana kemari memproteksi diri dari endusan tajam si kejam Dayak. Kikisan mental Lingga sang kepala keluarga jelas tak patut dipertanyakan. Tandas. Permaisuri dan kelima ekornya pun hanya bisa berlagak sesuai namanya, mengekor.
Kini dibalik tirai ricuhnya atmosfer 98, dibeberapa titik pijak Pulau Kalimantan bagian barat, sebuah keluarga dengan egonya masing - masing berjuang mencari oase demi keleluasaan hidup yang damai.
Nyatanya, tidak tampak kan mereka apa yang terjadi di wilayah yang terletak antara 2°08' Lintang Utara - 3°05' Lintang Selatan serta 108°0' Bujur Timur dan 114°10' Bujur Timur ini? Rusuh. Tangan - tangan tak memiliki pasangan, kaki - kaki tak lagi untuk menopang, kepala manusia berserakan, bahkan kerikil jalanan tergantikan oleh netra - netra dengan warna iris yang beragam.
"Hei, Madura!" hanya dua kata bak mantra terlontar, habis tubuh ditempat.
Tanpa ada yang tahu, sebuah keluarga percikan darah Madura sibuk bermigrasi kesana kemari memproteksi diri dari endusan tajam si kejam Dayak. Kikisan mental Lingga sang kepala keluarga jelas tak patut dipertanyakan. Tandas. Permaisuri dan kelima ekornya pun hanya bisa berlagak sesuai namanya, mengekor.
Kini dibalik tirai ricuhnya atmosfer 98, dibeberapa titik pijak Pulau Kalimantan bagian barat, sebuah keluarga dengan egonya masing - masing berjuang mencari oase demi keleluasaan hidup yang damai.
Tokoh Utama
Marzalingga
Rusnara
Esa Marzalingga
Etana Marzalingga
Tria Marzalingga
Aprila Marzalingga
Panca Marzalingga
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Ans Natswa Tsania Wardhani
-
Bergabung sejak 2023-05-06
Telah diikuti oleh 15 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 0 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
HIRAETH
Ans Natswa Tsania Wardhani
Novel
Until The End
Vina Marlina
Novel
MAHAPRALAYA
Mega Yohana
Novel
CLUB FANTASY
glowedy
Novel
Jrakkon
Aryan nanda syahputra
Cerpen
EMPAT JEJAK DIKYOTO
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Same Mashimaru (サメマシマル)
I Ketut Gede Prastama Putra
Cerpen
Sangkal
Temu Sunyi
Novel
Kupu-Kupu Di Bawah Lampu Kota
M Helmi Akhdan
Novel
Labirin Hati
Astrid Ayu Septaviani
Novel
Jejak cinta di Seoul
Maghfira Izani
Flash
Kisah Masa Lalu
Ralali Sinaw
Flash
#1. Aroma Sakura di Tengah Kekacauan
Tourtaleslights
Novel
Gending Cinta Sandyakala
Lia Heliana
Novel
Perjuangan Si Pemalas
Leni Nurkhofifah
Rekomendasi