Daftar isi
#1
#1 Dipaksa Ikhlas
#2
#2 Masih Ada Harapan
#3
#3 Mukjizat di Antara Kemustahilan
#4
#4 Tragedi Kening Berdarah
#5
#5 Awal Menyadarinya
#6
#6 Diluar Dugaan
#7
#7 Perjalanan Ke Surabaya
#8
#8 Awal Ikhtiar yang Mengejutkan
#9
#9 Kacamata Untuk Alesha
#10
#10 Duniamu Sempurna
#11
#11 Kabar Buruk
#12
#12 Angin Segar
#13
#13 Kabar Buruk 2
#14
#14 Perundungan di Sekolah
#15
#15 Sebuah Trauma
#16
#16 Toleransi untuk Alesha
#17
#17 Terjebak Pinjol
#18
#18 Perginya Seorang Sahabat
#19
#19 Mengembalikan Rasa Percaya Dirinya
#20
#20 Ambisi Rena
#21
#21 Mengembangkan Potensi Alesha
#22
#22 Doa Alesha
#23
#23 Tangisan di Tengah Hujan
#24
#24 Kejadian Paling Menakutkan
#25
#25 Playing Victim
#26
#26 Tidak Tinggal Diam
#27
#27 Dua Malaikat Penolong
#28
#28 Dunia Sedang Bercerita
#29
#29 Tuhan Menjawab Doa Kita
#30
#30 Pejuang Lazy Eyes
#31
#31 Buku Diary Alesha
#32
#32 Perubahan Sikap Alesha
#33
#33 Tantangan dari Guru
#34
#34 Perdebatan Sengit yang Ditunggu
#35
#35 Hari yang Ditunggu
#36
#36 Harapan yang Bermuara (End)
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#26
#26 Tidak Tinggal Diam
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Berita tentang terbentuknya geng anak orang kaya yang dipelopori oleh Nabila pun menyebar Para wali murid mulai resah Mereka sering jadi bahan perbincangan ibu-ibu saat sedang menjemput anaknya di sekolah Seperti siang ini aku hanya diam tanpa tertarik untuk bergabung ke obrolan mereka meski anakku sendiri menjadi korban Eh udah pada tahu belum kalau di kelas anak kita ada geng anak-anak orang kaya Yang nggak anak orang kaya nggak boleh gabung Kemarin anakku pulang-pulang nangis bilang
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp25.000
atau 25 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 25
#25 Playing Victim
Chapter Selanjutnya
Chapter 27
#27 Dua Malaikat Penolong
Sedang Dibicarakan
Novel
Retorika Mimpi Kapal Kertas
Muhammad Salim Supriatna
Cerpen
Bronze
Enter the Brutal World
Rizky Yahya
Flash
Engkaulah Takdirku
Wirdatun Nafi'ah
Cerpen
Bronze
Seorang Novelis Telah Mati
Sulistiyo Suparno
Novel
Bronze
Senjaku Masih Kamu
Bening Pusparani
Novel
Surat Tanpa Tanda Titik
Ati Raah
Flash
MATAHARIKU
Voni lilia
Flash
Sebuah Senyuman
nisaaa
Novel
Bronze
Surau Tuo
Harli Handa Hidayat
Novel
Bronze
Kebahagian sederhana
Priscilla loissa valentine
Flash
Karma
Dimas Pamungkas
Flash
Bronze
HUT Organisasi Berry-Berry
Silvarani
Cerpen
Bronze
Bu Surti: Musuh Desa
Shinta Larasati Hardjono
Flash
Tali(a)
Rena Miya
Flash
Fatamorgana
pelantunkata
Flash
Tergantung Sang Perancang Semesta
Rere Valencia
Flash
Mencari Musim Semi di Tumpukan Jerami
MAkbarD
Flash
Bronze
Photos behind the bookshelf
Ang.Rose
Cerpen
Pemerkosa Akal
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pahlawan Negeri Sipil
spacekantor