Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
"Di Jakarta, cinta adalah variabel terakhir dalam rumus kehidupan. Jika mengorbankan satu nama di hati bisa menyelamatkan seluruh nama di kartu keluarga, maka Nika akan melakukannya tanpa menoleh ke belakang."
Bagi Nika (28), Jakarta bukan tentang lampu gedung yang berkilau atau brunch estetik di Senopati. Jakarta adalah aroma besi gerbong KRL pukul enam pagi, tumpukan spreadsheet yang seolah menghisap nyawanya, dan saldo M-Banking yang hanya sekadar mampir sebelum ludes untuk biaya ini dan itu.
Sebagai anak sulung, Nika sudah lama lupa cara menjadi manusia. Ia adalah mesin uang bagi Ibunya dan paspor masa depan bagi Elsan, adik laki-lakinya yang sedang menempuh studi di Bandung. Nika percaya, semua lelah ini akan terbayar lunas saat adiknya itu sukses nanti. Namun, tepat di saat Nika hampir mencapai ambang batas kekuatannya, sebuah "bom" meledak dari arah yang paling tidak ia sangka. Sebuah kabar dari Elsan seketika meruntuhkan seluruh fondasi hidup yang Nika bangun dengan keringat dan air mata selama bertahun-tahun.
Di tengah caci maki Tante Euis dan tuntutan Ibu yang memaksanya kembali menjadi martir demi nama baik keluarga, Nika dihadapkan pada dua persimpangan yang menghimpit:
AKSA (28), rekan sekantor yang tahu persis letak lecet di kaki Nika. Ia menawarkan sepasang sepatu agar Nika nyaman berjalan di atas aspal yang keras. Aksa adalah ketulusan yang tidak memiliki daya tawar di depan tagihan kontrakan rumah, namun ia adalah satu-satunya orang yang memanusiakan rasa lelah Nika.
SATRIA (30), pria mapan dengan aroma kenyamanan dan kemewahan. Ia adalah pelampung instan untuk dirinya dan keluarga yang nyaris tenggelam. Bersama Satria, Nika tak perlu lagi merasakan beceknya gang kontrakan dan nyinyiran keluarga besar, tapi ia harus merelakan hatinya mati.
Nika lalu belajar satu kebenaran yang paling getir: Bahwa bakti dan kebahagiaan diri sering kali tidak bisa tinggal di bawah atap yang sama.
Bagi Nika (28), Jakarta bukan tentang lampu gedung yang berkilau atau brunch estetik di Senopati. Jakarta adalah aroma besi gerbong KRL pukul enam pagi, tumpukan spreadsheet yang seolah menghisap nyawanya, dan saldo M-Banking yang hanya sekadar mampir sebelum ludes untuk biaya ini dan itu.
Sebagai anak sulung, Nika sudah lama lupa cara menjadi manusia. Ia adalah mesin uang bagi Ibunya dan paspor masa depan bagi Elsan, adik laki-lakinya yang sedang menempuh studi di Bandung. Nika percaya, semua lelah ini akan terbayar lunas saat adiknya itu sukses nanti. Namun, tepat di saat Nika hampir mencapai ambang batas kekuatannya, sebuah "bom" meledak dari arah yang paling tidak ia sangka. Sebuah kabar dari Elsan seketika meruntuhkan seluruh fondasi hidup yang Nika bangun dengan keringat dan air mata selama bertahun-tahun.
Di tengah caci maki Tante Euis dan tuntutan Ibu yang memaksanya kembali menjadi martir demi nama baik keluarga, Nika dihadapkan pada dua persimpangan yang menghimpit:
AKSA (28), rekan sekantor yang tahu persis letak lecet di kaki Nika. Ia menawarkan sepasang sepatu agar Nika nyaman berjalan di atas aspal yang keras. Aksa adalah ketulusan yang tidak memiliki daya tawar di depan tagihan kontrakan rumah, namun ia adalah satu-satunya orang yang memanusiakan rasa lelah Nika.
SATRIA (30), pria mapan dengan aroma kenyamanan dan kemewahan. Ia adalah pelampung instan untuk dirinya dan keluarga yang nyaris tenggelam. Bersama Satria, Nika tak perlu lagi merasakan beceknya gang kontrakan dan nyinyiran keluarga besar, tapi ia harus merelakan hatinya mati.
Nika lalu belajar satu kebenaran yang paling getir: Bahwa bakti dan kebahagiaan diri sering kali tidak bisa tinggal di bawah atap yang sama.
Tokoh Utama
Nika
#1
Aku Nika, Si Kalkulator Berjalan
#2
Tangga Fana dan Angka-Angka
#3
Sif Kedua dan Rahasia Anak Bungsu
#4
Debar yang Ganjil dan Pola-pola
#5
Membeli Rasa Aman
#6
Aroma Cendana dan Pelampung Masa Depan
#7
Sepasang Sepatu dan Ilusi Kenyamanan
#8
Paradoks Pelarian
#9
Satu Meja di Kotabaru
#10
Jejak Cerita di Gunung Kidul
#11
Yang Tertinggal di Tepi Ombak
#12
Dua Garis yang Menjauh
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
7
Dibaca
490
Tentang Penulis
Santy Diliana
Petualang.
Pembelajar.
Penulis novel.
Scriptwriter.
IG : @santy_diliana
FB : Santy Diliana
Wattpad : @SantyDiliana
📚Karya yang telah terbit:
Andini (Diandra Creative, 2018)
Hana (KMO, 2020)
Dhiya (Penerbit KataDepan, 2020)
Jodoh Sang Superstar (Falcon Publishing, 2020)
Pembelajar.
Penulis novel.
Scriptwriter.
IG : @santy_diliana
FB : Santy Diliana
Wattpad : @SantyDiliana
📚Karya yang telah terbit:
Andini (Diandra Creative, 2018)
Hana (KMO, 2020)
Dhiya (Penerbit KataDepan, 2020)
Jodoh Sang Superstar (Falcon Publishing, 2020)
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 440 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 41,131 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Karena Terkadang, Pahit Justru yang Paling Menyembuhkan
Santy Diliana
Skrip Film
Kekasih Hati
Doni Wijayanto
Flash
Senyum Sabit
Dhea FB
Novel
Hello, Spring
Tearose
Novel
Athlas
Mizan Publishing
Novel
Putri Sekolah
fabian
Novel
Sweet Agony
Sugianes
Novel
Melati Milik Pangeran
Liza Ulfa Maesura
Novel
Idealism of Love
Marion D'rossi
Flash
Jika Musik dan Lagu Bisa Berbicara padamu...
Shabrina Farha Nisa
Flash
Pembaca Pikiran
Sulistiyo Suparno
Flash
Nyala Hati
Rere Valencia
Cerpen
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
Wahyu Hidayat
Novel
Lovhobia
Bentang Pustaka
Flash
MENDAYUNG CINTA
Kimijuliaaa
Rekomendasi