Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Di lantai tujuh gedung kantor pusat, jam tiga sore bukan sekadar waktu istirahat bagi Sara. Itu adalah sebuah ritual.
Di antara aroma kopi yang mengepul dan keheningan pantry, ada debar yang tumbuh tanpa perlu banyak kata.
Bagi Sara, kehadiran Rio adalah rasa "pulang" setelah bertahun-tahun ia membiarkan hatinya busuk karena masa lalu. Sebuah sticky note kuning di dinding kubikel sudah cukup untuk mengubah suhu ruangan yang dingin menjadi hangat.
Bagi Rio, Sara adalah kenyamanan yang ia inginkan, namun ia terlalu pengecut untuk memilih. Di sakunya ada struk makan siang mewah bersama Nadya, sementara di mejanya ada nasi uduk tulus pemberian Sara. Ia terjebak di antara hidup yang "seharusnya" dan hidup yang ia damba.
Namun, rahasia tidak pernah bisa selamanya disimpan di balik pintu pantry. Ketika kenyataan menghantam, Sara memilih cara balas dendam yang paling sunyi: mencabut setiap harapan dan melipatnya kecil-kecil sebelum membuangnya ke tempat sampah.
Ini bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang sebuah pelukan di atap gedung yang datang terlambat. Tentang dua orang yang sudah pandai berada di tempat yang sama, tanpa benar-benar saling memiliki.
"Karena terkadang, diam adalah satu-satunya cara untuk mencintai tanpa harus hancur berkali-kali."
Di antara aroma kopi yang mengepul dan keheningan pantry, ada debar yang tumbuh tanpa perlu banyak kata.
Bagi Sara, kehadiran Rio adalah rasa "pulang" setelah bertahun-tahun ia membiarkan hatinya busuk karena masa lalu. Sebuah sticky note kuning di dinding kubikel sudah cukup untuk mengubah suhu ruangan yang dingin menjadi hangat.
Bagi Rio, Sara adalah kenyamanan yang ia inginkan, namun ia terlalu pengecut untuk memilih. Di sakunya ada struk makan siang mewah bersama Nadya, sementara di mejanya ada nasi uduk tulus pemberian Sara. Ia terjebak di antara hidup yang "seharusnya" dan hidup yang ia damba.
Namun, rahasia tidak pernah bisa selamanya disimpan di balik pintu pantry. Ketika kenyataan menghantam, Sara memilih cara balas dendam yang paling sunyi: mencabut setiap harapan dan melipatnya kecil-kecil sebelum membuangnya ke tempat sampah.
Ini bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang sebuah pelukan di atap gedung yang datang terlambat. Tentang dua orang yang sudah pandai berada di tempat yang sama, tanpa benar-benar saling memiliki.
"Karena terkadang, diam adalah satu-satunya cara untuk mencintai tanpa harus hancur berkali-kali."
Tokoh Utama
Sara
Rio
Nadya
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
6
Dibaca
908
Tentang Penulis
Remith G
-
Bergabung sejak 2026-03-23
Telah diikuti oleh 37 pengguna
Sudah memublikasikan 7 karya
Menulis lebih dari 30,278 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Cinta Tanpa Suara
Remith G
Cerpen
Bintang
habsyi ²
Novel
Not My Q-time
Silah Fauzun Akbar
Novel
Double D
Shrlylfbrn
Novel
Evanescent
AkuOsa
Novel
BERDETAK (Berakhir dengan Takdir) 2
Niti Rahayu
Cerpen
Melukis Masa (Yuu)
Godok
Cerpen
Line And Word
lidia afrianti
Novel
Raelia
Mizan Publishing
Novel
Assalamualaikum, Cinta!
Rinaha Ardelia (Seorin Lee)
Cerpen
Satu Cangkir Banyak Rasa
YUSAKA_CMH
Novel
GIVE A TRY
SOS (Share Our Story)
Novel
Yang Dikejar, Lari
Diana Mahmudah
Novel
Love Hurts
Ninna Rosmina
Novel
BENANG MERAH
Huang Wiwin
Rekomendasi