Sedang Berlangsung
7 Disukai
2k Dibaca

Cinta Seorang Politisi pada Pelacurnya

Favorit
QR Code
Bagikan
Blurb
Mempunyai jabatan yang terhormat, namun sehari-hari tidak bergaya layaknya orang-orang terhormat, tapi memang setiap orang punya cara pandang yang berbeda dalam melihat kehidupan, Grasto Pancasona seorang politisi, anggota parlemen, ganteng dan masih lajang, umur 35 tahun. bagi Grasto jabatan tidak perlu merubah gaya hidup, tetap nyleneh, bergaul dengan siapa saja dan tidak mesti setiap hari menghabiskan waktu di gedung parlemen.
Grasto ingin mempersunting kekasihnya Runi, sesorang wanita lajang yang berumur sekitar 26 tahun, yang berprofesi sebagai seorang pelacur jalanan yang dia kenal sewaktu dia jalan-jalan disekitar melawai, sehabis mengahadiri rapat paripurna, dia melihat Runi yang cantik berdiri dipinggir jalan sedang mencari pelanggannya.
Grasto Pancasona atau politisi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), bukan mewakili partai, tapi merupakan utusan daerah. Grasto dianggap rekan-rekannya sebagai politisi koboy, karena orangnya kristis dan berani dalam mengemukakan pendapatnya, dan dia dikenal sebagai politisi yang bersih.
Ada satu tokoh antagonis yang merupakan rival dari Grasto, yakni Bagas Witjaksono, usia 38 tahun, seorang politisi partai, yang juga seorang pengusaha. Bagas menguasai banyak proyek pemerintah, jaringan politiknya kuat, sehingga dia merasa tidak tersentuh Hukum.
Suatu saat Bagas tersangkut kasus korupsi, dan Bagas akhirnya ditahan. Namun Bagas tidak senang hati, dia berusaha untuk menjebak lawan politiknya yang bercitra sekali baik, yakni Grasto. Dia sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk menjatuhkan Grasto, dengan cara menitipkan Nancy, usia 27 tahun, seorang wanita simpanannya sebagai staff khusus Grasto.
Meskipun Bagas adalah lawan politik, namun Grasto tetap ber sikap baik terhadap Bagas. Dia menerima Nancy menjadi salah satu staff khususnya, namun Grasto sudah antisipasi segala kemungkinan buruk, dia tidak memberikan tanggung jawab terhadap hal-hal yang penting pada Nancy.

Selain Nancy, ada satu lagi kaki-tangan Bagas, yakni Almo, usia 30 tahun. Almo adalah seorang laki-laki homosexual, yang ditugaskan Bagas untuk menjalin hubungan dengan berbagai artis yang bisa melayani pejabat-pejabat yang melancarkan proyek-proyek Bagas di pemerintahan.
Almo juga digunakan Bagas untuk menteror Seruni, setelah Grasto resmi menikah. Bagas tahu kelemahan Grasto yang dianggap impoten, sehingga Almo mengaku seolah-olah Grasto adalah pasangan Almo dimasa lalu. Seruni hampir percaya dengan apa yang dikayakan Almo, namun Grasto bisa meyakini Seruni.
Sebagai seorang suami, Grasto mempunyai gangguan psikis akibat trauma dimasa kecilnya, sehingga kadang dia mampu menjalankan fungsinya sebagai suami, namun kadangkala dia tidak bisa melakukannya seperti laki-laki yang normal pada umumnya. Inilah yang kadang menjadi permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya.
Sebagai seorang 'vocalis' di DPR, gencar mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat, sehingga Grasto banyak memiliki musuh, dia kerap menerima berbagai macam teror, namun karena dia meyakini selama berpihak kepada kebenaran, maka apapun akan dihadapinya.
Seorang sahabat dekatnya di DPR Todhy Arya Sancaka, usia 40 tahun, yang merupakan politisi utusan daerah, selalu memberikan masukan kepada Grasto terkait persoalan hukum. Dari Todhy lah dia banyak tahu soal permainan Bagas diluar, dan dia sangat tahu kalau Bagas adalah musuh dalam selimutw bagi Grasto.
Keharmonisan keluarga Grasto dan Seruni sempat terganggu karena Nancy mengaku hamil anak Grasto, awalnya Seruni sempat percaya, namun karena dia tahu kelemahan Grasto suaminya, dia bisa menepis pengakuan Nancy tersebut, tapi ketika suatu saat Grasto mampu memperlihatkan kelelakiannya, Seruni kembali curiga pada Grasto.
Kecurigaan Seruni dengan mudah dimentahkan oleh Grasto, saat mereka melakukan hubungan suami isteri, Grasto tidak mampu melakukan penetrasi, dan itu dianggap Seruni sebagai bukti bahwa Grasto memang bukan laki-laki yang sehat, yang bisa menghamili Nancy.
Tidak kehabisan akal Bagas dan kaki tangannya mengirim Karta ke rumah Seruni, Karta datang dengan merubah wajahnya mirip Grasto. Karta mengajak Seruni berhubungan badan. Besoknya Karta menelpon Seruni untuk ketemuan kalo tidak mau Karta mengancam akan menyebarkan video hubungan badan tersebut. Betapa kagetnya Seruni karna orang yang di temuinya adalah Karta bekas pacarnya dulu yang menjebloskan dirinya menjadi pelacur.
Seruni yanga merasa berdosa mengadu pada Grasto, bahwa Karta telah menggaulinya dia tidak tahu karna Karta wajahnya menyamar menjadi Grasto dan mengancam akan menyebarkan Video tersebut ke publik. Grasto tidak takut karna yg berhubungan badan dengan Seruni adalah Grasto suaminya sendiri, malah Grasto bilang akan memenjarakan Karta dan mengungkap siapa dalang yang menyuruh Karta.
Puncak dari kasus yang dihadapi Bagas, menyeret Grasto sebagai saksi, menurut pengakuan Bagas dipengadilan Tipikor, Grasto turut menerima uang hasil korupsinya. Grasto pun dipanggil KPK untuk menjadi saksi, betapa kagetnya Grasto ternyata Nancy bertindak sebagai saksi yang memberikan uang pemberian Bagas kepada Grasto.
Nancy membuktikan dipengadilan ada tanda terima yang ditandatangani oleh Grasto. Dalam tanda terima tersebut tertera senilai Rp 900.000.000,-. Semua disangkal oleh Grasto, dia meminta agar tanda terima tersebut dicek secara forensik, karena dia melihat ada kejanggalan pada tanda tangan yang ada pada tanda terima tersebut.
Grasto meminta kepada Hakim agar Nancy bisa menjelaskan tanggal dan hari apa, jam berapa, dimana uang tersebut diserahkan. Ternyata, sebagai staff khusus Grasto, Nancy sangat faham waktunya Grasto ada dikantor kapan saja, sehingga dia bisa meyakinkan semua orang kalau Grasto memang pernah menerima uang tersebut.
Sehingga pemeriksaan terhadap Grasto pun lebih ditingkatkan, dari saksi menjadi tersangka. Namun Grasto tetap tenang, dia berusaha untuk membuktikan dugaan penerimaan uang itu adalah tidak benar, karena dia merasa tidak pernah menandatanganinya.
Dengan di bantu oleh Todhy, Grasto merasa lebih ringan menghadapi proses hukum, sementara proses hukum berlangsung. Pengacara Nancy memberitahu kalo kesaksian yang di buat Nancy tentang keterlibatan Grasto tidak terbukti akan lebih memberatkan lagi hukuman buat Nancy, akhirnya Nancy mencabut semua tuduhan rekayasa atas keterlibatan Grasto dalam kasus suap, Bagas & Nancy di hukum atas perbuatan yang mereka lakukan.
Seruni mengabarkan pada Grasto bahwa dirinya hamil, tapi dia tetap was was bahwa anak yang di kandungnya adalah anak Karta, tapi Todhy menyakinkan Bagas dan Seruni belum tentu itu anaknya Karta, tuhan pasti punya rencana lain. Almo & Karta terus menteror Seruni dengan berbagai cara, Seruni kaget waktu pulang ke rumah sehabis check up dari Dokter di ruang tamu sudah ada Karta dan dia mengklaim bahwa anak yg di kandungnya adalah anaknya karna Karta tahunya bahwa Grasto mandul tapi Seruni menyangkalnya dan memanggil satpam untuk menangkap Karta yang sudah memasuki rumahnya tanpa ijin.
Karta di tangkap polisi lalu menelpon Almo untuk membebaskannya & mengabarkan bahwa Seruni hamil, Almo senang mendengarnya karna menyangka bahwa Seruni hamil anak Karta & akan membeberkan beritanya untuk mempermalukan Grasto. Pihak kepolisian pun mengembangkan penyelidikan Karta yang di tekan oleh polisi & tidak mau sendirian di penjara lalu ngoceh siapa yang menyuruhnya, atas laporan Karta Almo di tangkap sehingga mereka berdua pun berada dalam penjara. Gagal sudah semua usaha Bagas untuk menjatuhkan Grasto di lembaga parlemen.
Grasto & Seruni merasa lega karna Rivalnya Bagas & kaki tangannya telah mendekam dalam penjara. Grasto berniat berhenti dari dunia perpololitikan dan pindah ke desa bersama Seruni sambil membesarkan anaknya. Sehabis ngobrol mesra dari pangkuan Seruni Grasto tertidur tapi tidak bangun-bangun lagi Seruni panik dan menelpon Todhy untuk membawanya ke rumah sakit. Seruni makin panik karna Grasto tidak sadar-sadar, setelah beberapa jam di rawat Dokter Grasto siuman dan kaget karna berada di rumah sakit, Dimas staf nya yang menunggui Grasto mengatakan bahwa Seruni yang membawanya ke rumah sakit dan Dokter mengatakan bahwa Grasto hanya mati suri.
Grasto bercerita selama mati suri dirinya seperti di bawa ke alam lain dan bertemu dengan teman-temannya yang telah meninggal mereka mengajak Grasto tapi dirinya tidak mau sehingga sadarlah Grasto dari mati surinya Seruni begitu sedih mendengar cerita Grasto. Seruni menghibur Grasto karna dirinya terus memikirkan kejadian tersebut tidak semua orang mengalami mati suri seperti dirinya.
Grasto mengajak Seruni untuk merayakan makan malam atas kesembuhan dirinya, begitu senangnya Seruni ketika sedang merayakan makan malam dia mengatakan bermimpi bahwa begitu nikmatnya mereka melakukan hubungan badan, mendengar itu bergejolaklah birahi Grasto, cepat-cepat Grasto mengajak Seruni pulang dan berusaha membahagiakan istrinya tapi Grasto gagal ketika hendak melakukan penetrasi, Grasto merasa begitu terpukul Seruni berusaha menghiburnya akan tetap menerima Grasto apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan dirinya.
Ternyata itulah malam terakhir mereka di ranjang pagi harinya Grasto mendadak dadanya sesak Seruni membawanya ke rumah sakit, selama dua jam Dokter telah berusaha keras menyelamatkan Grasto ternyata Tuhan berkata lain nyawa Grasto tidak tertolong Dokter mengatakan bahwa Grasto kena serangan jantung mendadak, begitu hancur hati Seruni menyaksikan suami yang di cintainya menghembuskan napas terakhirnya pupus sudah semua cita-cita mereka akan terus hidup bersama dalam suka maupun duka sambil membesarkan anak mereka. Seruni mengabarkan kematian Grasto pada semua kerabat dan semua teman-teman kerja Grasto di parlemen.
Semua kerabat & teman-teman anggota dewan mengantarkan jenazah Grasto ke tempat peristirahatan terakhirnya. Di pemakaman Seruni terus menangis atas kepergian Grasto dirinya teringat saat-saat bahagia bersama Grasto banyak pesan yang di sampaikan Grasto sebelum meninggal, makin meleleh air mata Seruni dirinya ingat Grasto yang telah menyelamatkan dirinya dari lembah dosa, dari awal mereka bertemu Grasto selalu menghormati dan menyayangi Seruni dengan tulus bahkan Grasto tidak pernah menganggap dirinya pelacur. Di atas pusara Grasto yang masih basah Seruni berjanji akan terus menjaga pesan-pesan Grasto akan merawat dan membesarkan buah hati mereka..
Tokoh Utama
Grasto Pancasona
Seruni
Bagas Wicaksono
Nancy
Rekomendasi