Genre → Drama Telah Selesai
Because of You
Mulai membaca
Beli Sekarang
Rp6,000
Beli versi Digital
Blurb
Rasa cinta yang terlalu berlebihan kepada anak wanita tertuanya, Bunga, menumbuhkan sikap possesif pada diri Basyrial, ayahnya. Sikap itu pula ketika sang anak beranjak remaja, membuat
membuat Basyrial gelap mata. Tanpa sepengetahuan anggota keluarga yang lain, dia menodai anak kandungnya sendiri.
Ketika masalah ini terungkap, dengan sendirinya menghancurkan rumah tangga Basyrial dengan Hermin yang kerap dipanggilnya sebagai Melati. Hermin tak pernah bisa memaafkan kelakuan suaminya itu dengan alasan apapun.
Mereka pisah. Basyrial kemudian lenyap entah kemana,
meninggalkan perusahaan yang sedang maju,
meninggalkan ketiga anaknya, Bunga, Dery dan Ria.
Bunga tumbuh sebagai gadis yang ‘sakit", pemurung, minder dan serba takut.
Masalah besar muncul pada saat Bunga akan dilamar oleh Panji. Ny. Hermin dihantui kekhawatiran yang luar biasa mengingat kondisi putri tertuanya itu yang sudah tidak suci lagi.
Belakangan ke rumah Ny.Hermin yang telah sukses itu sering ada pengantar bunga.
Pengantar bunga misterius.
Hal inilah yang mendorong keingin tahuan Ria hingga akhirnya untuk meneliti siapa sebenarnya pengantar bunga misterius itu. Apakah disuruh oleh seseorang atau atas keinginan sendiri?
Ria berhasil bertemu dengan Budiman alias Basyrial, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.
Sayang sebelum semua kembali utuh, Basyrial keburu meninggal dunia. Sehingga menyisakan rasa sesal yang mendalam bagi keluarga itu.
Tokoh Utama
Bunga
Ny Hermin
Ria
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
350
Tentang Penulis
Enang Rokajat Asura
Lahir di Rancakek, Kabupaten Bandung, dari pasangan wiraswasta. Setelah berganti-ganti pekerjaan dari mulai programmer radio, mengelola perusahaan herbal, membuka toko buku, akhirnya sejak 2010 memilih sepenuhnya menulis baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah (Sunda). Pilihan profesi yang keliru diterjemahkan tetangga di kampung karena dianggap penulis itu tak lain adalah seorang juru tulis desa. Setelah mukim di Cilegon, Banten, akhir 2018 pulang kampung ke tanah kelahiran, Bandung.
Sejumlah buku yang telah diterbitkan secara khusus didedikasikan kepada almarhum Abud Suharja, sang ayah, yang dianggap berjasa menancapkan tonggak harapan betapa pentingnya membaca dan membuat karya. Sejak bisa membaca selalu merasa bangga bila kelak namanya tertulis di cover buku seperti yang selalu dibaca paling awal dari setiap buku yang dibelikan sang ayah. Tetapi keinginan dan kebanggaan itu tidak dijadikan sebagai cita-cita. Sambil kuliah di Jurusan Statistik, justru mulai berpikir bagaimana mencari kerja. Akhirnya diterima di Radio Shinta FM sebagai penulis skrip siaran. Sambil bekerja mulai aktif menulis di koran dan majalah lokal yang terbit di Bandung. Kemudian menembus koran dan majalah nasional baik berupa cerita pendek maupun artikel bebas. Media yang pernah mempublikasikan tulisan-tulisannya adalah Majalah Mingguan Basa Sunda Mangle, Giwangkara, Pikiran Rakyat Minggu, Bandung Pos, Tabloid Citra, Tabloid Mutiara dan Kompas Minggu.
Selama menekuni kegiatan menulis, sudah banyak menerima penghargaan kepenulisan baik untuk naskah fiksi maupun non fiksi, diantaranya penghargaan dari Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS) untuk naskah drama "Mega Peuray" (1989) dan "Ngadakwa" (1989), penghargaan Hadiah Sastra D.K Ardiwinata bidang drama untuk naskah "Topeng-Topeng" (1996), penghargaan dari Taman Budaya Jawa Timur untuk naskah drama berjudul "Hitam Putih" (2004), penghargaan dari Pamass Unpad untuk naskah monolog berjudul "Runtah Hiji" dan "Runtah Dua" (2016), dan penghargaan terbaik dari Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS) untuk naskah drama berjudul Pret! (2017).

Untuk naskah cerita pendek, beberapa diantaranya telah pula menerima penghargaan seperti Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional Kota Batu Jawa Timur dengan judul "Asmarandana" (2002), Tiga Besar Lomba Cerpen Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan media berita online Kabarkanlah.com dengan judul "Symfoni Tak Selesai" (2015), Penghargaan Tiga Besar Seyembara Menulis Cerita Lucu Dalam Rangka Milangkala Majalah Mangle ke-58 Dari Gubernur Jawa Barat dengan judul "Seupan Sampeu" (2015), Penulis Cerpen Terbaik dalam Lomba Menulis Cerpen Petani dan Dunia Pertanian, Dewan Kesenian Indramayu, untuk karyanya berjudul Putri Mayang Mangarang (2018). Cerpen "Dia yang Tak Berani Pulang ke Rumah" jadi cerpen terpilih dalam Lomba Menulis Cerpen Preman dan Corona, yang diselenggarkan oleh ANP Production (2020), Cerpen Merbot terpilih sebagai terbaik ketiga dalam Kompetisi Cerpen #RahmatUntukSemua, yang diselenggarakan Storialco dan Ansoruna (2020).

Sementara untuk naskah cerita film menjadi nominator Penulis Cerita Lepas Festival Sinetron Indonesia (1998), penghargaan terbaik Cerita Film Direktorat Pembinaan Film kategori cerita drama dengan judul "Kerikil Merah Darah" (1998/1999), "Toenggoel" (1998/1999), dan "Catatan Harian Karmina" (1999/2000), kategori cerita komedi dengan judul "Si Kabayan Dan Putri Jenderal" (1998/1999), dan "Mencari Pencuri Anak Ayam" (1999/2000), kategori cerita legenda dengan judul "Langit Di Atas Langit" (1998/1999), kategori cerita laga dengan judul "Gaung Gunung Galunggung" (1999/2000), kategori cerita Peningkatan HAM dengan judul "Merahnya Merah" (2000), dan kategori cerita pendidikan dengan judul "Istana Kertas" (2000).

Penghargaan telah pula diterima untuk naskah esai, seperti esai terbaik tentang Perpustakaan Jawa Barat (1990), Lomba Mengarang Taman Lalu lintas (1991), esai tentang Pemilu berjudul "Persepsi Generasi Muda Jawa Barat Terhadap Pemilu 1997" (1997), dan Hadiah Sastra LBSS untuk esai dengan judul "Seniman, Pasar jeung Manusa Super" (1996). Esai tentang Komunitas Sastra & Pemerintah, dibukukan bersama esai lain dalam antologi Esai Majelis Sastra Bandung 9 Tahun, 2017).

Buku Kupilih Jalan Gerilya (novel biografi Panglima Besar Soedirman) terpilih sebagai salah satu karya terbaik dan lolos untuk mengikuti kegiatan Ubud Writers & Readers Festival 2016 dan dipresentasikan dalam diskusi panel bersama penulis lain dari Meksiko, Amerika, Inggris dan Australia.

Sejumlah buku baik fiksi maupun non fiksi telah pula diterbitkan oleh beberapa penerbit mayor, antara lain Para Penari (Antologi Cerpen, Malang, 2002), Kanaga (Antologi Cerpen Sunda, Geger Sunten, Bandung, 2003), Panduan Praktis Menulis Skenario Dari Iklan Sampai Sinetron (Andi Publisher, Yogyakarta, 2005), Kepada Bunga Kubicara (Novel, Tinta Publisher, Yogyakarta, 2004), Istana Angan-angan: Nyanyian Angin Untuk Nunik Sabila (Novel, Media Pressindo Yogyakarta, 2005), Bayang-bayang Sepi (Novel, Dar! Mizan, Bandung, 2005), Toenggoel (Novel, Tinta, Yogyakarta, 2005), Taksi Ilusi (kumpulan cerpen, Delphi Publisher, Yogyakarta, 2005), Catatan Harian Karmina (Skenario Film, Sketsa, Yogyakarta 2006), Children of Heaven (adaptasi dari film Iran, Edelweiss, Jakarta, 2008), Gemblak: Tragedi Cinta Budak Homoseks (Edelweiss, Jakarta, 2008), Ketika Nabi Sakit: Resep Hidup Sehat Sesuai Sunnah Rasulullah (editor, Sabili Publishing, Jakarta : 2008), What The Dead Know (novel, editor, Edelweiss publishing, Jakarta : 2008) dan A Boy From Makkah (novel, editor, Edelweiss publishing, Jakarta : 2009), Dwilogi Prabu Siliwangi dan Wangsit Siliwangi (novel sejarah, Edelweiss publishing, Jakarta: 2009), Secret Mother (novel, editor, Edelweiss publishing, Jakarta : 2009), Harisbaya Bersuami 2 Raja: Kemelut Cinta di antara 2 Kerajaan Sumedang Larang dan Cirebon (novel sejarah, Edelweiss publishing, Jakarta: 2011), Air Mata Surga (novel true story, Imania, Jakarta: 2012), Hadapi, Hayati, Nikmati (Seri Pengembangan Diri, 3M, Serang : 2012), Siapa Pengkhianat Diponegoro? (novel sejarah, bagian pertama dari Trilogi Pangeran Diponegoro, Imania, Jakarta: 2013), Sandyakala Mataram: Sirnanya Impian Sang Khalifatullah Tanah Jawa (bagian kedua dari Trilogi Pangeran Diponegoro, Imania, Jakarta: 2014), Kiyai Abdul Jalal I Sang Penakluk Alas Jogopaten: Bulan Sabit di Atas Perdikan Kaliyoso (novel biografi, Imania, Jakarta: 2014), Kupilih Jalan Gerilya (novel biografi Panglima Besar Soedirman, Imania, Jakarta: 2015), Jugun Ianfu: Jangan Panggil Aku Miyako (novel berlatar sejarah pada masa pendudukan Jepang 1942-1945 dengan mengambil setting Jawa dan Borneo, Edelweiss, Jakarta: 2015), Haiku Dangiang Ki Sunda (antologi haiku dalam rangka Milangkala Kota Purwakarta dan Kabupaten Purwakarta), Mulung Tanjung (kumpul cerita pendek berbahasa Sunda, Tulus Pustaka, Bandung: 2015), Saksi Mata Mata Saksi (kumpulan cerita pendek berbahasa Sunda, Tulus Pustaka, Bandung: 2016), Raden Pamanah Rasa: Kemaharajaan Nusantara yang Tidak Terungkap (prekuel Dwilogi Prabu Siliwangi, Imania, Jakarta: 2016), Tafsir Wangsit Siliwangi dan Kebangkitan Nusantara (Imania, Jakarta: 2016), Suluk Gunung Jati: Perjalanan Ruhani Syekh Syarif Hidayatullah (Imania, Jakarta: 2016), Tat Tvam Asi, A Bilingual Anthology of Indonesia Writing, Ubud Writers & Readers Festival 2016, Kuda Waja (Antologi Naskah Monolog Sunda, Unpad Press, Bandung : 2016), Cinta Laki-laki Biasa dan Cerpen Lainnya (Antologi Cerita Pendek Cinta Dalam Aksara, Asmadian Publishing, Jakarta : 2016), Soedirman & Alfiah: Kisah-kisah Romantis Panglima Besar Jenderal Soedirman (novel kedua biografi Jenderal Soedirman, Imania, Jakarta: 2017), Kulminasi (antologi cerpen dan puisi karya alumni UWRF16, Indonesia Hebat, Yogyakarta: 2017), Komunitas Sastra & Pemerintah (Kumpulan Esai Majelis Sastra Bandung 9 Tahun, MSB, Bandung: 2017), Kesatria Terakhir : Misteri Runtuhnya Kerajaan Pajajaran (novel berlatar sejarah, Imania, Jakarta : 2018), Serat Cantigi (novel, Mojok, Yogyakarta : 2018) dan Sadasa (karya bersama alumni UWRF 2016, Yogyakarta, 2018), 50 Cerpen Tani (50 Cerpen Terbaik Sayembara Menulis Cerpen Petani dan Dunia Pertanian), Dewan Kesenian Indramayu, Indramayu : 2018), Tortor Untuk Amang dan Cerita Pendek Lainnya (25 Cerpen Terbaik #nulisindonesia, Kerjasama Nulisbuku.com dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, nulisbuku.com, Jakarta : 2019) dan Dewi Sartika : Obor Pendidikan dari Pasundan (novel, Imania, Jakarta : 2019). Segera terbit : Biografi Haji Hasan Mustapa, Sufi Besar dari Tanah Pasundan (Imania, Jakarta : 2020).
***


Bergabung sejak 2020-09-07
Telah diikuti oleh 6 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 57,048 kata
Rekomendasi