Novel
Genre → Romantis
CEO BUCIN: Cinta Itu Investasi Nekat
Mulai membaca
Berlangsung
Gratis untuk dibaca
Blurb
Arka Maheswara punya segalanya.
Perusahaan teknologi terbesar di Jakarta. Wajah yang tidak pernah salah angle. Dan hidup yang berjalan persis seperti yang direncanakan — rapi, terkendali, sempurna.
Sampai suatu hari, layar komputernya mengetik sendiri dua kata:
KE SANA.
Dan "sana" ternyata adalah desa pesisir Balikpapan — tempat yang bahkan tidak ada dalam itinerary hidupnya.
Di sana ia bertemu Lira Wulandari. Perempuan sederhana yang menyapu teras rumah panggungnya sambil berdebat dengan dunia yang suka nge-lag. Tidak glamor. Tidak ambisius. Tidak tertarik pada CEO mana pun.
Masalahnya — dunia rupanya sudah punya rencana sendiri.
Lampu berkedip tanpa sebab. Slide presentasi berganti sendiri. Dan setiap kali Arka berada dekat Lira, semesta seperti mengangguk pelan: nah, ini dia.
Dibantu Danu — CFO paling deadpan se-Indonesia — dan Rani, PR Manager yang proaktifnya sudah melewati batas wajar, Arka harus menghadapi kenyataan bahwa ada satu hal yang tidak bisa ia kelola dengan spreadsheet:
Perasaannya sendiri.
CEO Bucin adalah romansa meta-komedi tentang dua dunia yang bertabrakan, seorang Narator yang terlalu ikut campur, dan satu pertanyaan sederhana yang ternyata paling sulit dijawab:
Seberapa nekat kamu untuk hal yang paling benar dalam hidupmu?
Tokoh Utama
Arka Maheswara
Lira Wulandari
#1
Chapter 1: Sebelum Cinta Masuk
#2
Chapter 2: OTW (dan Tidak Ada yang Tahu ke Mana Tepatnya)
#3
Chapter 3: Pertemuan yang Tidak Ada di Itinerary
#4
Chapter 4: Kantor Cabang yang Tidak Ada (Sampai Terpaksa Ada)
#5
Chapter 5: Tawaran yang Tidak Seharusnya Sulit Dijawab
#6
Chapter 6: Kantor yang Lahir dari Kebohongan (yang Kemudian Jadi Nyata)
#7
Chapter 7: Hari Pertama (dan Semua yang Tidak Direncanakan)
#8
Chapter 8: Yang Tidak Sengaja Terasa
#9
Chapter 9: Danu Punya Masalah (yang Bernama Rani Sasmara)
#10
Chapter 10: Telepon dari Jakarta (dan Semua yang Tidak Tersampaikan)
#11
Chapter 11: Dermaga, Malam, dan Hal-Hal yang Tidak Perlu Diucapkan
#12
Chapter 12: Ibu Lira Tahu (Ibu Selalu Tahu)
#13
Chapter 13: Amplop, Rahasia, dan Satu Pertanyaan yang Salah Waktu
#14
Chapter 14: Ikan Bakar, Hujan, dan Satu Jaket yang Tidak Direncanakan
#15
Chapter 15: Rani Mulai Menghitung (Hal-hal yang Tidak Seharusnya Dihitung)
#16
Chapter 16: Pagi Setelah (dan Satu Rahasia yang Akhirnya Harus Dibuka)
#17
Chapter 17: Danu Menyerah (Sedikit)
#18
Chapter 18: Hal yang Terjadi di Dekat Server Room
#19
Chapter 19: Festival, Lampion, dan Jarak yang Tidak Lagi Sama
#20
Chapter 20: Sesuatu yang Akhirnya Punya Nama
#21
Chapter 21: Pagi Setelah (dan Satu Rahasia yang Akhirnya Harus Dibuka)
#22
Chapter 22: Lira dan Arsitektur yang Tidak Pernah Ada Sebelumnya
#23
Chapter 23: Tiga Minggu, Satu Arsitektur, Dan Satu Tamu Yang Tak Diumumkan
#24
Chapter 24: Akhirnya, Dengan Cara Yang Paling Danu, Dan Paling Rani
#25
Chapter 25: Di IKN, Semesta Tidak Bisa Diam
#26
Chapter 26: Setelah Nusantara (dan Danu yang Tidak Bisa Diam)
#27
Chapter 27: Rani Melepas (dengan Caranya Sendiri)
#28
Chapter 28: Presentasi (dan Semesta yang Akhirnya Bisa Bernapas)
#29
Chapter 29: Dua Ibu dan Sejarah yang Akhirnya Bertemu
#30
Chapter 30: Semesta Berhenti Nge-Glitch
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
2
Dibaca
1.5k
Tentang Penulis
Eko Witjaksono
Saya hanyalah setitik debu yang mencoba bertahan dalam gempuran ombak di tepi pantai kehidupan yang kejam.
Bergabung sejak 2025-11-18
Telah diikuti oleh 34 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 90,220 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi