Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Ada cinta yang tak pernah ingin dimiliki—cukup dirasakan, meski melukai.
Dikta mengibaratkan dirinya sebagai musim gugur: sunyi, kelam, dan selalu datang di antara dua kebahagiaan yang bukan miliknya. Berlawanan dengan Hana, sang musim semi yang ia tunggu dan jaga seumur hidupnya.
Di Jepang, di bawah gugurnya daun ginkgo, mekarnya bunga ume, dan janji sakura yang akan datang, Dikta harus menghadapi kenyataan pahit: cinta yang ia simpan sejak kecil mungkin akan dimiliki oleh orang lain—oleh saudara tirinya sendiri.
Biru adalah novel tentang kehilangan, cinta yang tak terungkap, dan keluarga yang dibangun dari luka. Sebuah kisah lirih tentang seseorang yang belajar bertahan, bahkan ketika dunia tak pernah benar-benar memilihnya.
Dikta mengibaratkan dirinya sebagai musim gugur: sunyi, kelam, dan selalu datang di antara dua kebahagiaan yang bukan miliknya. Berlawanan dengan Hana, sang musim semi yang ia tunggu dan jaga seumur hidupnya.
Di Jepang, di bawah gugurnya daun ginkgo, mekarnya bunga ume, dan janji sakura yang akan datang, Dikta harus menghadapi kenyataan pahit: cinta yang ia simpan sejak kecil mungkin akan dimiliki oleh orang lain—oleh saudara tirinya sendiri.
Biru adalah novel tentang kehilangan, cinta yang tak terungkap, dan keluarga yang dibangun dari luka. Sebuah kisah lirih tentang seseorang yang belajar bertahan, bahkan ketika dunia tak pernah benar-benar memilihnya.
Tokoh Utama
Dikta
Hana Sabai
Rustam Effendy
Dika
#1
Musim gugur 2023 yang kelam. Setelah aku dan Hana Sabai kembali lagi ke Jepang.
#2
Ketika langit kelabu kembali biru. Saat bunga ume mulai mekar. Sebelum musim semi 2024 benar-benar tiba di tengah kota Kyoto.
#3
Di sekolah baru bersama Dika, hari pertama aku memperkenalkan diri sebagai kemenakan Tuan Rustam Effendy
#4
Hujan mulai tergantikan oleh terik yang mengeringkan daun dan ranting. Pada tahun 2014 saat aku memulai kehidupan baru di pinggiran Kota Bandung.
#5
Barangkali tahun ini adalah musim semi terakhirku di Kyoto. Aku akan menikmatinya dengan sungguh-sungguh.
#6
Di tempat mutiara hitam terpendam, sebuah desa terpencil di Jambi. Hari kelahiran seorang anak tanpa ayah.
#7
Warna kelopak sakura pun turut padam bersama malam. Warna-warni dunia kelam tanpa cahaya. Maka terbiasalah pada kegelapan.
#8
Menjelang musim panas 2023. Perjalanan panjang menuju Tanah Minangkabau yang tak pernah terlupakan.
#9
Suatu malam di tengah Hari Raya. Saat aku terperangkap berdua hanya dengan Tuan Rustam Effendy di rumah.
#10
Bunga sakura tekah mekar sempurna dan mulai berguguran. Musim semi 2024 telah sampai di kota Kyoto.
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
190
Tentang Penulis
Mochamad Rozikin
-
Bergabung sejak 2023-06-06
Telah diikuti oleh 20 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 95,054 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Biru
Mochamad Rozikin
Novel
Istana FYP
Shabrina Farha Nisa
Novel
Lukisan Jiwa Raga
DAMAIZANNE
Novel
Ini tentang Luka
Indah Budiarti
Novel
It's Okay To Not Be Alright
Angelina Rambitan
Novel
Lembah Para Mafia
Yulistya Yoo
Komik
Tibu & Ireng
faisal hidayat
Novel
Ice Cream Kehidupan
Leddy Naomi Rumansara
Novel
You Just My Best Friend
Rushi Mu'min Aziz
Skrip Film
A Writer and A Liar (Script Film)
Silvia
Skrip Film
Adam
Yurgen Alifia Sutarno
Flash
Ibu
Andri wananda
Cerpen
Apakah Kampus Hanya Melahirkan Sarjana sebagai Sekrup Kapitalis?
Habel Rajavani
Cerpen
Beginilah, Tak Ada yang Perlu Dirisaukan
Zaki S. Piere
Novel
Lara Larasati
almiralth
Rekomendasi