Jangan Khianati Aku

Jason Wayne terhenyak, saat Victoria Langstromm berhenti bergerak. Matanya membelalak dan mulutnya yang terbuka berbusa dengan lidah menjulur keluar.

"V-Vicky ...." Tangan pria gemuk paruh bayah itu yang gemetar menjauh dari leher jenazah gadis cantik yang jauh lebih muda darinya. "Hei, maafkan aku. Aku tidak bisa mengendalikan emosiku."

Sekeras apa pun Jason berkata dan sekencang apa pun tangannya mengguncang tubuhnya, Victoria tidak akan bisa menjawab.

Gadis itu sudah meninggal.

"Apa yang telah aku lakukan!?" Jason meraung. Menjambak rambutnya sendiri. "Aku mencintaimu Vicky. Aku selalu mencintaimu sejak dulu."

Ia mengangkat kepala Victoria. memangku dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.

"Aku selalu melakukan yang terbaik bagimu. Aku bahkan membayar hutang-hutangmu dan membelikanmu segala hal yang kau mau. Apa kau ingat soal kalung itu? Kau tahu harganya mahal sekali bukan? Tidakkah kau lihat rumah dan kamar yang dipenuhi barang-barang mewah ini? Aku sampai menghabiskan seluruh simpananku untuk membelinya. Aku rela melakukannya untukmu, sayang. Tidak ada yang kuminta darimu, selain rasa cinta yang tulus darimu."

Kemudian, tanpa bisa ditahan, ia mulai menangis.

"Aku mengorbankan segala-galanya untuk membahagiakanmu. Walau semua orang mengatakan aku ini bodoh, aku tidak peduli, karena kau yang terpenting bagiku."

Secara perlahan tangisan itu berubah jadi amarah.

"Kenapa kau menduakanku. Kenapa Vicky!? Kenapa kau berpacaran dengan pria tidak berguna seperti Jon Francis!? Tidak tahukah kau, kalau dia hanya menginginkan uangmu. Tapi kau tidak memiliki uang, iyakan? Itulah sebabnya kau menjual barang-barang yang aku belikan untukmu, bahkan melelang rumah ini beserta isinya untuk diberikan pada dia!?"

Jason kembali mencekik Victoria dan menghantam kepala wanita yang sudah tidak bernapas itu ke lantai. Lagi dan lagi.

"Kenapa kau sejahat itu padaku!? Kenapa Vicky!? KENAPA!!!!??"

Pria gemuk itu bangkit dari lantai dan mencampakkan tubuh Victoria ke lantai begitu saja.

Belum puas, Jason menendang jenazah Victoria berkali-kali, hingga tubuh tambunnya kehabisan tenaga.

"Sial!" Jason membalikkan dirinya untuk menyingkirkan pemandangan mengerikan dari kedua matanya. Sambil terengah-engah, ia menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang kering. "Aku harus menyingkirkan jenazah wanita sialan itu dan ...."

Saat membalikkan tubuhnya, Jason terhentak. jenazah Victoria sudah menghilang dari lantai. Mata nanarnya menatap ke arah jejak kaki berdarah yang berjalan menuju sisi di belakangnya.

"Jason ...."

Jantung Jason seakan berhenti berdetak saat mendengar suara Victoria yang kering dan serak berasal dari balik punggungnya.

Jason Wayne berbalik. Menjerit saat melihat sesuatu yang mengerikan tengah mengancam hidupnya.

TAMAT

1 disukai 1.2K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction